logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Tradisi Ruwatan Bumi di Kabupaten Subang Jawa Barat

Sampurasun... Rampes... 

MANGYONO.com -  Tradisi Ruwatan Bumi di Kabupaten Subang Jawa Barat

Sebagai orang Subang saya mau berbagi tentang cerita  Tradisi Ruwatan Bumi di Kabupaten Subang Jawa Barat yang di laksanakan setiap tahunnya bagi petani yang ada di Kabupaten Subang,  Propinsi Jawa Barat mengadakan ruwatan / hajat bumi dan baru - baru ini di tetangga RT mamang melaksanakan  Upacara Ruwatan Bumi di Kampung Gardu 2, Pagaden Barat, Subang,  dengan bertujuan memohon keselamatan dalam dirinya, usahanya, pertaniannya dan lain sebagainya dari serangan orang yang jahat, dari berbagai penyakit dan hama untuk segala usaha pertaniannya.

Ruwatan adalah budaya masyarakat Jawa pada umumnya, Ruwatan menurut bahasa setempat mengandung arti “ruwat” yang berarti “luwar” atau “leupas” sedangkan “bumi" mengandung arti tanah yaitu tempat dimana kita berpijak. 



Acara Ruwatan dengan wayang golek dalang H. Ita Sumitra
 Acara Ruwatan dengan wayang golek dalang H. Ita Sumitra

Tradisi ritual ini dilakukan untuk melepaskan segala bala dan belenggu dari kutukan bawaan dari tanah (lahan pertanian) sebelum mereka olah. Petani menurut adat setempat melarang dengan tegas jika ada seorang petani yang menggarap lahan sawahnya sebelum diadakannya tradisi ngaruwat bumi dilakukan. Jika ada salah satu petani yang melanggar maka petani tersebut akan celaka.

Biasanya petani yang mendahului menanam padi sebelum dilaksanakannya acara ruwatan, tanaman padinya tersebut akan terserang hama tikus, burung dan hama-hama yang lainnya yang bersifat merugikan.

Dibawah ini adalah syarat atau perlengkapan dalam kegiatan yang biasa saya  jumpai dalam acara tradisi ngaruwat bumi yang ada di kabupaten subang. Adapun kegiatanya meliputi:

1) Mengadakan penggalangan dana untuk biaya ruwatan. ( Gotong royong ) biasanya sekitar Rp 10.000 – Rp 25.000 tergantung kemampuannya, dan untuk yang kurang mampu tidak dipungut biaya.

2) Menyewa hiburan berupa wayang kulit atau wayang golek untuk memeriahkan acara ruwatan.

Acara tersebut biasaya ditujukan untuk menghibur masyarakat agar datang dan senantiasa berkumpul bersama dalam satu acara ngaruwat bumi.

3) Masing-masing kepala keluarga membuat nasi tumpeng atau masyarakat petani setempat menyebutnya dengan “congcot” atau “nyongcot” berupa nasi berbentuk kerucut yang pada atasnya di beri telur bulat utuh kemudian nasi congcot tersebut dikumpulkan di atas meja berukuran panjang pada saat acara dimulai.

Nasi congcot berbentuk kerucut tersebut kemudian diambil masing-masing satu sendok nasi dan dicampur dalam sebuah wajan besar yang pada akhirnya nasi tersebut dimakan secara bersama-sama.

4) Menggantungkan jenis-jenis hasil bumi di depan pekarangan Rumah atau di gang. Kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat petani yang ada di Kabupaten Subang satu minggu atau tiga hari sebelum kegiatan tradisi ruwatan dimulai. Jenis-jenis hasil pertanian yang digantungkan di depan gang atau depan pagar rumah biasanya umbi-umbian, buah-buahan, sayur-sayuran bahkan adapula yang menggantungkan beberapa jenis barang seperti rokok dan makan ringan.

6). Berbagai macam jenis hasil pertanian tersebut kemudian digantung dengan seutas tali ke atas ruas bambu dan dihias masing-masing buah berjumlah satu dan berbeda-beda atau bermacam-macam jenis hasil pertanian dan diambilnya secara rebutan pada waktu arak arakan ( Rombongan mengelilingi kampung yang biasanya dipimpin oleh kepala desa)

7) Berbagai jenis sesaji pada saat acara ritual dimulai. Proses ini merupakan proses puncak dimana pada proses ini dilakukan beberapa kegiatan inti seperti sambutan-sambutan, maksud dan tujuan diadakannya kegiatan tradisi ini dan ditutup dengan do’a.

Nah, segitu dulu cerita dari Mang Yono, mohon ma'af bila ada kata - kata yang kurang berkenan dihati pembaca tentang Tradisi Ruwatan Bumi di Kabupaten Subang Jawa Barat ...

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

38 komentar

ah, saya selalu saja takjub dengan tradisi lokal ini. kearifan yang tak pernah lekang dimakan zaman...

Balas

iya mas ini tradisi turun temurun .... dan sebagai warga daerah asal kita wajib untuk melestarikannya, untuk menjalin semangat Gotong Royong sebagai simbol Kab. Subang heheheh.... terimakasih kunjungannya

Balas

Sepertinya acaranya seru banget ya mang? kenapa ndak ngajak aku sih...pasti aku abisin tuh nasi tmpengnya. heheheh

Balas

hehehe maklum mbak, sayah kalau punya makanan suka lupa tetangga atau ke sobat, tapi giliran lagi gak ada makanan suka keingetan hehehe ( jujur )....
nanti kalau di abisin badannya jadi melar mbak hehehe

Balas

seperti pesta tani ya sob

Balas

iya betul... karena dilakukan setelah panen hasil pertanian sob

Balas

Tuh kan...pelit banget :(

Balas

Rasa syukur atas limpahan rizki bisa dituangkan dalam bbrp tradisi. diantaranya ngaruwat bumi spt di atas, namun juga jgn lupa utk memberi kepada masyarakat yg kurang beruntung.

Balas

heheheh.... kata bapa tebe orang pelit cepet kaya hehehehe

Balas

iya betul sekali mbak... bersyukur terhadap rizki yang diberikan kepada kita... makanya dalam tradisi ini bagi masyarakat yang kurang mampu tidak dipungut biaya serta didata, biasanya setelah usai acara mendapat nasi tumpeng

Balas

bicara soal ruat jadi ingat masa lalu,kalau di daerah sayamah ngaruat itu suka naggap wayang golek,hehe salam manis buat Mang Yono,,,

Balas

betul sekali kang ... kalau ndak wayang golek ya wayang kulit... heheh salam manis kembali hihihi

Balas

ngruat ditempat saya gak ada tradisi kayak gitu brow

Balas

terus hiburannya bagai mana brow....

Balas

Berkunjung di malam hari sambil mendoakan sang admin semoga selalu diberikan kesehatan. Syukron Yassarallah lanal khaira haitsuma kunna :)

Balas

Amiin.. Terimakasih do'a dan kunjungannya mbak Indah, ma'ap yah mang lagi dijalan mau mudik hehe koneksinya lemot maklum lagi dibus hehe

Balas

tradisi indonesia yang harus dilestarikan :)

Balas

Yup.. Betul mas brow, kalau bukan kita mau siapa lagi hehe

Balas

wah manteb hiburannya kang hehehe,,,,wayang golek demen ane

Balas

ternyata rokok juga termasuk dalam prosesi ruwatan ya..bukankah rokok malahan menjadi racun bagi bumi dan seisinya....salam :-)

Balas

wayang golek atau wayang kulit... tontonan semalam suntuk hehe...
Terimakasih kunjungan.

Balas

belum maksud saya mas,... masaksudnya bagai mana? ... Salam kembali

Balas

mampir bentar mang...keburu nih

Balas

Terimakasih kunjungannya mbak ..

Balas

yang saya tahu, acara ruatan ada wayang kulitnya ya, kalo di jawd, di subang sama ga ya

Balas

Sampurasun....
kebudayaan yang wajib dilestarikan ni mang, selain untuk ruwat bumi, sisi pentingnya adalah tali silaturahmi antar warga dan sifat kegotong royongan yang terkandung dalam budaya itu yang penting.
share yang keren mang....sekalian polow mang
salam sehat selalu ti cilembu

Balas

iya betul... meskipun wayang golek kalau pas upacaranya di ganti dengan wayang kulit... acara hiburanya dengan wayang golek....

Balas

Rampeees....
iya betul sebagai silaturahmi dan kebersamaan yang tadinya selisih paham antar kubu dalam acara pilkades dengan acara ini bisa diredam dan erat kembali... terimakasih suportnya... oke deh brow... salam sehat kembali dari mang yono

Balas

kalo ritual rawutan biasanya ngapain mang, ada kayak pertunjukan gitu ya :D

Balas

ya betul, biasanya pertunjukan wayang golek, wayang kulit serta memandikan kuwu atau kepala desa pada sa'at arak - arakan mengelilingi kampung hehe

Balas

emm gitu,, terimakasih infonya ya mang :)

Balas

berkunjung cuma sebentar mang, udah mendung nih. jemuran blm di angkat =p*

Balas

ok... terimakasih kunjungannya

Balas

terimakasih kunjungannya mbak, ndak bawa payung kah. iya deh mbak nanti jemurannya basah semuah :bye:

Balas

wah asik ya ada wayang goleknya, saya suka tu...

Balas

ya lumayan mbak.. buat begadang semalam suntuk heheheh

Balas

mang, hapunten, abdi mhs subang anu kuliah di jogja, saya mau neliti tentang ruwatan bumi di kabupaten subang, kira2 kalau saya mau mencari sumber kemana ya? mohon info nya

Balas

mba bintang juliani kampus mana kalau boleh tau, saya juga kang yono punten hoyong neliti,hee...
abdi urang cisuri margahayu.

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger