logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Antara Masyarakat Perdesaan dan Masyarakat Perkotaan

Sampurasun... Rampes..   

Antara Masyarakat Perdesaan dan Masyarakat Perkotaan menurut Mamang masyarakat di pedesaan identik dengan keramah - tamahan kegotongroyongan, ringan sama dijinjing berat sama dipikul, kalau terlalu berat ya lemparin saja ... heheheh .

Dengan suasana yang masih asri dan sejuk ditambah pemandangan yang indah memanjakan mata, itu medefinisikan bahwa perdesaan adalah sebuah tempat yang sangat tenang, sampai – sampai lupa pada hutang... hehehe.


 
Poto di saung sawah mamang


Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga masyarakat yang amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat sekitarnya serta mempunyai perasaan selalu bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat tanpa pandang bulu... #Bulu siapa yang dipandang coba... hehehe, 


Karena beranggapan sama-sama sebagai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati dan saling membutuhkan, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.

Sedangkan Masyarakat Perkotaan menurut mamang ideantik dengan kehidupan yang serba Mewah, serba glamor dan WAH, masyarakat di perkotaan memiliki ciri-ciri, kurangnya kepedulia antara sesama, Namun dalam bidang teknologi masyarakt kotalah yang memiliki keunggulan baik bila dibandingkan dengan masyarakat perdesaan... Betul Tidak?.


Situasi kota yang padat, memaksa warga kota untuk terus bergerak. Tidak bergerak berarti tidak makan, mungkin begitu istilah kasarnya... hehehe.
Poto diambil di sawah mamang

Berbeda dengan situasi di desa yang tenang dan tampak “baik” tapi sebenarnya dapat membahayakan bagi jiwa yang lemah, seperti hukum rimba mungkin?. Yang gagah yang berkuasa... hehehe.
Poto diambil dari jembatan Penyebrangan  Central Park

Masyarakat desa tidak begitu dituntut untuk bekerja keras, tanpa kerja keras pun mereka dapat makan dari hasil tanaman di sekitar pekarangan rumah mereka. 
 
Poto diambil dari depan kantor Pajak Gropet

Perbedaan masyarakat kota dan desa ini juga mempengaruhi cara berfikir dan bertindak cepat, lugas dan dinamis, masyarakat desa cenderung berperilaku santay seperti di pantay # Ala Kang Hadi yang punya Desa Cilembu

Alon-alon asal kelakon. Masyarakat kota juga dianggap lebih cepat dalam memperoleh informasi aktual dibanding masyarakat desa, informasi aktual yang dimaksud termasuk tren terbaru di berbagai bidang dari tren baju, musik, wawasan sampai keilmuan.... #Tapi sekarang mah hampir sama ding... hehehe




Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

30 komentar

jadi kesimpulannya mamang teh pilih yang mana? kota apa desa? saya pilih di desa aja Mang...biarpun udik, asal tentrem, nggak bau polusi...

Balas

saya banyak terperangah pada awal karier saya hidup di Desa, tapi lambat laun saya bisa menikmati segala perbedaan seperti yang mamang tulis diatas, dan mulai bisa membaca, bahwa hidup yang disuruh Allah itu sesungguhnya hidup ala orang desa, yang penuh dengan keakraban, teposeliro, hormat menghormati, sayang menyayangi, dan saling bantu adalah bagian dari keseharian hidup orang desa, walaupun polusi kota sedikit demi sedikit mulai mengganggu pola pikir wong n'deso...tapi tentu masih bisa ditoleransi....gituh mang menurut saya yang ngalamin mah.

Balas

bukannya KK udah tinggal di desa...ups?!maksudnya hutan...heheuydeuh

Balas

Saya menghabiskan masa kecil di kota, dan masa remaja di desa. Nah, sekarang tinggalnya di desa. Sejauh ini sih cukup puas tinggal di desa dengan segala kelemahan dan kekurangannya, hehe.....

Balas

Desa dan kota sama sama ditanami juga mang, cuma kalo di kota nanam beton di desa nanam padi dan palawija kan mang hehe..
Betewe enak banget saungnya mang...

Balas

Tul banget kang, sarebu lah buat kang Hadi bos Ubi Cilembu..

Balas

saya lahir di desa dan sampai sekarang masih setia dengan desa saya :)

Balas

Mamang Yono lagi Bingung kaya nya.? pilih di Kota apa Di Desa
Sing Karunya, ka Putra Mang,. Baru kemarin Jang Gigin sembuh
Dari Sakit, naha sekarang Mamang nya jadi Hariwang? hhh
Salam humor Mang, sae Artikel na, Antara Kota dan Desa.

Balas

Saya pun sama Mas. Blog tinggaldi Desa
Namun saya tetap bahagia, dan selalu berusaha dan berkarya.

Balas

mbak KK sayah pilih dua - duanya untuk kota 50 dan untuk desa 50 ahay cintaku terbagi dua... hehehe..

Kang Ci, sayah juga rencananya bulan depan ditugaskan ke hutan, gitu juga kalau tendernya dapet ding hehehe

Balas

Betul sekali kang saya juga ngalamin walau cuma sehari dalam seminggu tinggal di desa, kayaknya adem tinggal didesa, gak mikirin baju rapih, pakai dasi, pakai sepatu dan melihat setipis silet ...

kang Muroi, malem - maleh dah kasih seribu kecupan basah buat kang Hadi... hehehe

Balas

betul sekali Mas blogditter... sayah juga bisa merasakannya begitu damainya tinggal didesa kangen dengan kegotong royongannya saling bantu - membantu, kalau tetangga lagi goreng ikan, kita teriak wangi banget nih ikannya, eh gak berapa lama tuh tetangga ngasih goreng ikannya, coba kalau di kota... hehehe

kang karristaent.... sayah juga bolak - balik desa ke kota kang, entah sampai kapan sayah begitu... hehehe

Balas

hahah betul sekali mas... seribu buat mas Muroi..

Itu saung Sayah buat ngadem kalau pas liburan atau pun menghindari tukang kredit panci hehehe... pulangnya bawa labu dan oyong hehehe

Balas

kalau sayah terbagi dua kang, dua - duanya untuk kota dan untuk desa masih setia...

Balas

ternyat kang Saud pandai menebak, seribu buat kang Saud ... hehehe.

iya kang maksud hati ingin tinggal di desa, apa daya tangan tak sampai hehehe.

Balas

Wah kalau sudah nyebut HUTAN, pasti ke penunggu Hutan aja. Eh nanti Mas Rawins dengar nda ya.

Balas

Terperangah itu apa ya kira kira gambarannya kalau diperagakan dengan Mimik Wajah? Mungkin melongo dengan mulut atau bibir membentuk formasi huruf O

Balas

Wah kok saya juga ya. Uhuiiiiii. Nanti dikira latah atau ikut ikutan, Hiehiehiehie Saya lahir di pademangan II Gang 15 Jakarta Utara, dan dikota juga. Walaupun aselinya lahir di Rumah Sakit, tapi Rumah sakitnya di Jakarta Utara. Kota juga ya hiehiehiehiee.

Tapi untuk DESA. Alhamdulillah tau banyak juga walau sudah berusia yang sudah tidak muda lagi. Kebetulan kamis sekeluarga mudik lebaran juga di sebuah Desa atau Dusun di daerah Kulon Progo Jogjakarta. Saya baru tau apa itu Sawah, Bagaimana menanam padi di sawah. Desa atau Dusun memang menyenangkan, dan damai. Duh duh jadi kangen Jogja deh

Balas

Desa memang sangat kental dengan suasana kekeluargaan dan juga keakraban masyarakatnya. Itu sudah saya liat sendiri saat saya sekeluarga mudik lebaran kemarin. Desanya di Desa Kembang, Kulon Progo, Jogjakarta. Tradisi yang kental dengan gotong royong sudah sangat jelas terlihat di mana mana. Yang saya liat sendiri banyak sekali di sana, dan Jelas membuktikan DESA sangat unggul akan keharmonisan, dan keramahtamahan penduduknya. Itu pasti

Balas

saya juga tinggal di desa gan, selama ini saya sangat menikmatinya, damai dan jauh dari hiruk pikuk kemacetan kota

Balas

itulah kenapa saya bekerja di kota tapi rumah di desa.

Balas

tempat tinggal saya juga yang dulunya kanan kiri jalan adalah sawah, sekarang berubah jadi deretan bangunan.. makan TO di saung sambil menikmati pemandangan sawah sekarang sudah jadi kesederhanaan yang 'mahal' :3

Balas

Saya malah suka tinggal di perdesaan aja master, soalnya sejuk dan nggak berisik jalan raya. Tapi ya itu tadi kendalanya adalah fasilitas di desa kurang begitu lengkap. Mau beli pulsa aja jaraknya 2 kilo meter ehhehe ^^

Balas

iya kang mungkin desa identik dengan gotong royong ya, rasanya adem ayem ya kalau tinggal di desa hehehe

Balas

kalau sayah dua duanya gan... didesa iya di kota iya, terbagi dua heheheh

Balas

berarti idem sama sayah ya mas hehehe

Balas

iya sekarang makin susah yah ingin makan di saung, harus cari wisata saung hehehe, dan sewanya gak murah juga

Balas

kalau gitu idem dong sama sayah... kalau sayah mau beli pulsa tinggal sms saja ke kota nanti kalau pas ke kota baru bayar hehehe

Balas

ndak kang, mas Rawin kan lagi pulang kampung hehehe

Balas

ternyata kang Asep ini kelahiran Pademangan, memang kota sih disan tapi sekarang sering banjir kang tapi namanya masih tetep kota juga heheeh..

Nah yang di Kulon Progo Jogjakarta itu Ibuenya ya kang?

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger