--> Skip to main content

Petani di Tegalsungsang Kelimpungan

Petani di Tegalsungsang Kelimpungan

Petani Di Blok Tegalsungsang, kelimpungan. Penyebabnya, sawah yang semestinya sudah bisa ditanami padi, justru belum bisa diolah. Masalahnya, air hujan yang selama ini menjadi tumpuan petani, justru menghilang sebelum waktunya.... Ditambah lagi irigasi Bendungan Leuwinagka belum bisa berfungsi... Karena pengerjaannya belum selesai.

Musim tanam kali ini merupakan masa tanam Kedua dalam satu tahun. Musim tanam biasanya dimulai dari bulan Oktober-Maret, kemudian musim tanam kedua April-September. Dibeberapa daerah telah menetapkan jadwal awal tanam, dengan memperkirakan musim hujan. Umumnya jadwal awal tanam dimulai Desember-Januari.

Bibit padi di pawinian pembenihan sudah siap dipindahkan ke area sawah.. tapi air untuk mengolah tanah belum ngocor
 Bibit padi di pawinian pembenihan sudah siap dipindahkan ke area sawah.. tapi air untuk mengolah tanah belum ngocor

Seperti di Tegalsungsang, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, jadwal tanam dimulai April. Namun faktanya, hingga memasuki Mei, belum banyak areal sawan ditanami padi.... Padahal bibit padi sudah siap ditanam. Masalahnya, petani belum bisa mengolah areal sawahnya lantaran kesulitan air. “Nunggu hujan, Nunggu tanggul leuwi nagka. Baca Kami ada dan hadir bergotong royong di Leuwinangka, Subang karena kami butuh makan

Ini pawinian admin di blok Tegalsungsang, Pagaden Barat, Subang
 Ini pawinian admin di blok Tegalsungsang, Pagaden Barat, Subang

Para petani mengaku, pada musim tanam kedua ini luas areal tanam berkurang karena air mulai berkurang.

"Menurut kabar .... janji negara yang akan menyelesaikan jebolnya bendungan leuwinangka sampai tgl. 15 Mei 2016 ....  Maafkan kami apabila tgl. 15 Mei 2016, air belum ngalir ke sawah kami... Kami akan mendatangi kalian dan berteriak... Kepentingan kami hanya butuh untuk mempertahankan hidup tidak lebih dari itu..."


Baca juga :
Masih menunggu perbaikan Bendungan Leuwi Nangka,Subang 
Petani Pagaden Barat sudah mulai konflik akibat berebut air
Petani di Pagaden Barat Adu Sedot Air  
Sawah di 8 Desa di Pagaden Barat terancam kekeringan 
Tanggul Leuwinangka belum diperbaiki Petani di Pagaden Barat mengeluh
Karena susah air di Blok Tegalsungsang akhirnya saya menanam palawija
Karena kesulitan Air Petani Munjul, Pagaden Barat Gagal Panen.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Comments
0 Comments