logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Cara Penggilingan Gabah Menggunakan Alat Tradisional Lesung dan Alu

Sampurasun ... Rampes. 

Penggilingan Gabah Menggunakan Alat Tradisional Lesung dan Alu

MANGYONO.com - Alat tradisional ini bisa menggiling padi kurang 5 Kg, dalam sekali giling dengan waktu kurang lebih 15 sampai 20 menit. 

Selain memiliki nilai budaya sangat kuat, beras yang dihasilkan dengan cara menumbuk ini konon juga hasilnya akan lebih bagus dari padi yang digiling. 

Padi tumbuk aroma wangi beras dapat terjaga serta rasanya juga jauh lebih gurih bahkan harganya juga lebih mahal. Tidak hanya itu, dengan menggunakan tumbuk padi ini presentase gabah menjadi beras juga lebih banyak dari pada penggilingan modern seperti yang ada di pabrik penggilingan maupun penggilingan keliling.


Cara Penggilingan Gabah Menggunakan Alat Tradisional Lesung dan Alu
FOTO : Cara Penggilingan Gabah 
Menggunakan Alat Tradisional Lesung dan Alu


SPESIFIKASI ALAT :
Kapasitas per jam : 15 sampai 20 menit
Dimensi               : (P x L x T) 120 x 15 x 17 (cm)
Berat bersih         : 5 kg
Penggerak          : manusia sebanyak 3 sampai 4 orang
Kelengkapannya : lesung dan alu.

BAGIAN-BAGIAN DAN FUNGSI ALAT :
i. Lesung :
Terbuat dari kayu utuh yang diceruk mirip perahu. Cerukan pada kayu tersebut berfungsi sebagai tempat gabah ditumbuk.

ii. Alu  :  
Terbuat dari kayu yang bentuknya bulat panjang seperti pipa.

CARA KERJA  ALAT:
1. Taruh gabah di atas lesung
2. Kemudian ambil lah alu, pukul alat penumpuk padi (alu) ke arah lesung
3. Lakukan langkah 1 dan 2 sampai kulit gabah tersebut pecah.
4. Setelah selesai gabah dan melanjutkan proses selanjutya.

PERAWATAN ALAT ALAT:
apabila alat tersebut sudah habis dipakai sebaiknya dibersihkan dari sisa-sisa padi yang habis di tumbuk, dan alat ditaruh di tempat yang kering dan tidak lembab agar alat tersebut tetap awet dan tidak hancur  tidak dimakan rayap .


Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

cape nih pakai alat ini pastinya.
tapi ibu ibu dan bapak bapak kayaknya masih setia pakai ini karena murah biaya. he he ;-)

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger