logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Cara mengambil, mengawetkan dan mengolah Iwung bahasa sunda untuk Tunas Bambu atau Rebung.

Sampurasun .... Rampes .... 

Blog Mang Yono. Berhubung saya orang kampung dan punya sedikit kebun bambu, Blog Mang Yono kali ini mau sedikit berbagi tentang Cara mengolah, mengawetkan dan mengolah Iwung bahasa sunda  untuk Tunas Bambu atau Rebung yang kaya manfaat dan khasiatnya. 

Tidak semua jenis bambu memiliki rebung yang enak dimakan. Beberapa jenis bambu memiliki rebung yang rasanya pahit.

 Baca : Daun Mengkudu / Pace yang selalu hadir dalam acara – acara tertentu di Subang.
Cara mengambil iwung / rebung
Iwung / Rebung Bambu Betung - Blog Mang Yono
 
Kata tetangga saya Rebung bambu yang enak di buat masakan yaitu rebung yang berasal dari rebung bambu
(1). bambu kuning.
(2).bambu rampal / suling.
(3). bambu ater.
(4). bambu betung, rebung dari bambu betung ini memiliki rasa paling enak.

Rebung merupakan tunas muda tanaman bambu yang muncul pada permukaan dasar rumpun. Sesuai yang saya baca Rebung  dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama bamboo shoot. Kalau bahasa sundanya Iwung. Rebung tumbuh dibaigian pangkal rumpun bambu dan biasanya dipenuhi oleh merang bambu yang gatal bila terkena tubuh kita. Bentuk dari rebung kerucut, setiap ujung glugut memiliki bagian seperti ujung daun bambu, warn luar rebung ini sebelum dikupas warnanya cokelat.

Rebung Betung - Cara mengambil, mengawetkan dan mengolah Iwung bahasa sunda untuk Tunas Bambu atau Rebung
Rebung bambu betung siap di ambil.

Rebung muncul biasanya sepanjang tahun. Tetapi untuk panen raya rebung terjadi pada musim hujan seperti sekarang ini, yaitu antara bulan Desember - Februari. Nah untuk pengambilan Rebung kalau saya biasanya kalau Rebung setinggi 20 cm dari permukaan tanah, dengan diameter batang sekitar 7 - 10 cm.

Kalau orang lain yang banyak kebun bambunya, biasanya pemanenan Rebung yaitu rebung yang nantinya tidak akan tumbuh menjadi bambu dewasa, karena tidak semua semua rebung yang tumbuh dapat hidup menjadi bambu dewasa. Ada  rebung yang telah berumur beberapa minggu, berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Sehingga harus dipanen ketika muda. Berhubung kebun bambunya sedikit jadi saya kalau mau mengambil rebung yang mana saja, tentunya rebung dari bambu yang enak dimakan, karena tidak semua jenis bambu, rebungnya enak dimakan untuk dijadikan sayuran. Apa lagi jangan mentang - mentang  sayur bambu, tuh pagar bambu di potong dan di masak dijadikan sayur bambu .... # Semprul heheheh.

Cara mengambilIwung bahasa sunda untuk Tunas Bambu atau Rebung

Cara untuk mengambil rebung dari rumpun bambu tidaklah sulit bagi yang sudah tahu caranya, yaitu :
(1). Siapkan pisau besar, sabit, golok, pedang atau alat sejenisnya,
(2). Potong rebung pada bagian pangkalnya dengan menggali tanah sedikit bila perlu.
(3). Setelah itu, rebung dikupas untuk dibuang glugutnya yang dipenuhi merang.
(4). Setelah dikupas bersih, rebung kemudian dipotong-potong kecil sesuai selera.
 
Kalu yang biasa dijual dipasaran rebung dijual dalam bentuk utuh tetapi sudah dikupas dan bentuk irisan-irisan tipis.

Katanya sesuai yang saya baca dalam buku dan menurut para ahli Rebung, Zat gizi utama dalam rebung adalah serat dan merupakan sumber vitamin C, vitamin E, kumpulan vitamin B (antara lain: tiamin, riboflavin, niasin), besi serta beberapa jenis asam amino. Rebung juga mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh seperti potasium yang berperan dalam mengatur kestabilan tekanan darah dan denyut jantung. Masih ada lagi, senyawa lignin yang diyakini sebagai zat antikanker dan asam fenol yang berpotensi sebagai antioksidan.

Keluarga saya sudah paham untuk mengolahnya, sebelum memasaknya, rebung biasanya diperlakukan secara khusus, yaitu direndam, direbus, direndam lagi. Tujuannya untuk membuang racun alam, yaitu asam sianida, sebagai bahan toksin yang dapat menyebabkan gejala mual, pusing, kejang, lemas, muntah, dan penyempitan saluran pernapasan. untuk menghilangkan asam sianida katanya dengan perebusan sampai mendidih, asam sianida bisa ikut menguap.

Apabila terlambat dipanen Rebung  biasanya akan keras, jangan kan lambat dipanen, kalau sudah di ambil dari induknya saja kalau tidak langsung di kupas 2 atau 3 hari rebung gak enak lagi rasanya, seratnya keras, mungkin rebungnya tumbuh ya.

Untuk mengawetkan Rebung sesuai yang saya tahu yaitu ada 2 cara:
(1).  Cara pertama mengeringkannya dengan menggunakan panas matahari yaitu rebung tersebut sebelumnya di iris kecil – kecil dan di jemur hingga potongan-potongan ini kering benar sehingga aman untuk disimpan lama.

(2). Cara kedua yaitu dengan cara pengasapan, rebung ditusuk dengan bambu lalu di taruh di atas hawu ( bahasa sunda) tungku kayu tempat memasak dengan agak tinggi jadi tidak terbakar dan tidak mengganggu proses memasak. Karena terpanggang tiap hari rebung akan mengering. Tetapi cara kedua ini hasilnya hitam dan sedikit beraroma sangit. Untuk memasaknya keduanya harus direbus dulu agar empuk lagi.

Cara mengambil, mengawetkan dan mengolah Iwung bahasa sunda untuk Tunas Bambu atau Rebung
Rebung sudah siap dimasak hehehe
 
Untuk menghilangkan aroma rebung yang kurang sedap (1). Cara pertama, setelah di iris cukup merebus rebung dengan daun salam secukupnya. Ulangi sekali lagi untuk hasil yang maksimal.

(2). Cara kedua, masak air sampai agak mendidih, masukkan rebungnya kedalam air tersebut kasih garam, tapi tidak usah terlalu banyak tiris sampai benar-benar kering, diamkan sampai rebung benar-benar dingin dan siap di olah.

Rebung Mateng - Cara mengambil, mengawetkan dan mengolah Iwung bahasa sunda untuk Tunas Bambu atau Rebung
 Rebung sudah dimasak ... yuk makan hehehe

Biasanya Rebung dimasak dengan santan, dibuat pecel atau setelah direbus atau dikukus hanya di colekan pada sambal .... 

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

26 komentar

pertamax gan hehehe

Balas

kebetulan sekali mang, saya kemaren makan iwung dan juga saya yang masak :) mantap

Balas

iya kang sekarang musim iwung, waw hebat nih ternyata jago masak juga ya heheheh

Balas

kalau ditempat saya namanya "bong"..istri saya sangat suka tapi kalau saya nggek begitu..

Balas

saya seneng kalau dirumah ada menu rebung apalagi kalau ada semu semu pedesnya gituh, tapinya ngga pernah tau cara ngambil dan merawatnya da.

Balas

saya nggak begitu suka ma sayur ini Mang, soalnya kadang baunya yang gk nahan, mungkin cara masaknya kali ya yang kurang bagus :D

Balas

bong, wah saya baru tahu mas, ternyata namanya lain ya kalau di tempat saya iwung heheh

Balas

rebung kalau pedes, rasa pedesnya lama hilang ya kang heheh...

berarti selama ini akang nyuruh anak buahnya ya buat ngambil rebung hehehe

Balas

untuk menghilangkan bau yang gak nahan tuh ada caranya di atas mas... berarti gak baca ya hehehe

Balas

say pernah tuh mang makan iwung, enak banget kalo udah di masak

Balas

iya enak banget ya iwung, kalau sayur bambu pagar mungkin gak enak heheheh

Balas

lumayan panjang juga ya master judul artikel nya hehehe :D
saya kebetulan suka rebung bambu itu. apalagi kalau dibuat masakan sayuran. Pokoknya maknyus master :D

Balas

wow... ketepatan tadi sore keluarga saya habis dianterin tetangga sebelah sayur dari rebung ini.. rasanya pedas pedas gurih seperti dikasih santen,,, tadi sore saya juga tanya bagaimana cara megawetkkan rebung, dia geleng geleng ,,, ternyata mang yono kasih resep yang boleh docoba ni mang

Balas

Jadi kangen masakan mama :)
Sudah hampir 10 tahun belum pernah makan iwung lagi :D

Balas

hmmm...ini nih, salah satu makanan yang selalu bikin kangen, soalnya unik..kalo digigit ada sensasi gimanaa gitu di gigi..hehehe...

Balas

Udah lama banget ndak makan rebung mang..
Jadi nya agak lupa sama rasanya...hehe

Balas

Ternyata juga bisa diolah ya

Balas

Wah ternyata dan ternyata rebung banyak mengandung vitamin to.
Sayur rebung kalau di tempat saya sering di sebut sayur dinding mang. Soalnya jaman dulu kan bambu sering di anyam dan di pake untuk dinding rumah.. Hehehehehe

Balas

Jadi ingat waktu kita kecil dulu, sering dimasakin "Rebung bambu Betung" sama ibu. Di Subang masih banyak ya Mang Yono?. Kirimin dong .. hehehe.

Balas

om rebung bambu betung nya bisa ga mesen gitu? soalnya saya ada penelitian memanfaatkan rebung bambu betung. domisili saya di purwokerto. saya tidak tahu ada dimana lokasi rebung betung di purwokerto ini. sekiranya bisa boleh dipesan, bagaimana prosedurnya

Balas

Tempat q byk bgt bang.... bahkan tiap hari q ngerebus minimal 1.5 kwintal.
Bau. y memg kurg sedap tp tergantung pengolahan. y bang.

Balas

Tempat q byk bgt bang.... bahkan tiap hari q ngerebus minimal 1.5 kwintal.
Bau. y memg kurg sedap tp tergantung pengolahan. y bang.

Balas

Maaf gan saya mau tnya tempat penjualan rebung yg sudah kering dmn ya gan??...makasih....

Balas

Gan tau tempat penjualan rebung kering dmn ya? Thkz...

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger