logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Bemo di Jakarta Makin Tersingkir

Sampurasun ... Rampes

MANGYONO.com – Moda angkutan publik di Jakarta terus berevolusi. Sejak kemunculan Bus Kota dan Bus Way, keberadaan Becak Motor alias Bemo kian tersingkir. Terus, bagaimana penarik bemo mengejar ketertinggalan laju roda transportasi yang kian berlari kencang, secepat Monorail. Baca Nasib Bemo Grogol Jakarta Barat

Rute yang sampai kini masih ada, dari Jelambar ke terminal Grogol. Jaraknya kurang lebih hanya sejauh 4 kilo meteranMelintas perumahan warga di Jalan Jelambar Selatan, Jelambar Jaya, Jalan Bahagia, Daan Mogot sampai Grogol di pangkalan pinggir Jalan Satria dan Dr. Latumeten.

Bemo Warna (Merah) Grogol - Dutamas, Bemo warna  (Biru) Grogol - Perdana dan Bemo warna  (Kuning) Grogol – Fajar
 Bemo Warna (Merah) Grogol - Dutamas, Bemo warna  (Biru) Grogol - Perdana dan Bemo warna  (Kuning) Grogol – Fajar

 Dari Grogol itu, trayeknya lurus terus ke Latumeten, masuk ke Jelambar Baru dan nyampe lagi di pangkalan Fajar, Perdana dan Duta Mas, sampai sekarang pun rutenya masih begitu – begitu aja.

FOTO: Bangku / tempat duduk penumpang di depan jumlahnya 2 orang
FOTO: Bangku / tempat duduk penumpang di depan jumlahnya 2 orang, sebelah kiri 1 Orang dan sebelah kanan 1 Orang, sebelah kanan untuk Pengemudi


Bemo bertahan dengan rupanya yang unik beroda tiga dengan moncongnya yang khas dan banyak dempulan. Bemo mampu membawa 8 penumpang termasuk si pengemudi. Lebar kabin penumpang tak lebih dari Satu meter. Panjangnya sekitar lebih satu meter. Plus empat jendela kecil berukuran 30×30 centimeter penyumbang angin cepoy-cepoy alias AC... Hehehe.

FOTO: Bangku / tempat duduk para penumpang di belakang jumlahnya 6 orang, sebelah kiri 3 Orang dan sebelah kanan 3 Orang
 FOTO: Bangku / tempat duduk para penumpang di belakang jumlahnya 6 orang, sebelah kiri 3 Orang dan sebelah kanan 3 Orang

Kalau yang pernah menumpang Bemo pasti lah selalu terkenang dengan momen ujung dengkul yang terkadang saling menyundul, karena ruang kabin yang sempit. Belum lagi ditambah, barang belanjaan dari pasar atau barang lainnya,Kabin Bemo itu beratap terpal dan seng.

Untuk memberhentikan, dan memberi tahu pengemudi, penumpang cukup memencet saklar atau kabel di adukan nanti akan ada bunyi klakson atau lampu menyala yang terlihat oleh pengemudi ... Hehehhe

 FOTO: Di penguat kabin ada Saklar bel atau lampu untuk memberhentikan  saat kita sampai tujuan

FOTO: Lampu pijar sebelah kiri kemudi kalau saklar di atap kabin ditekan akan nyala ... Hehehe
FOTO: Lampu pijar sebelah kiri kemudi kalau saklar di atap kabin ditekan akan nyala ... Hehehe

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

4 komentar

bemo itu yang di sebut dengan bajaj atau bukan mang ?

Balas

Bukan atuh... Tapi sama - sama roda 3.
Bemo penumpangnya 8 orang sama sopir, di belakang 6 orang didepan 2 orang
Bajaj penumpangnya 4 orang sama sopir, dibelakang 3 didepan cuma sopir sendirian

Balas

coba bemo diremajakan juga kayak bajaj ya

Balas

Sekilas memamng Mirip BAJAJ ya. Sayang sekali BEMO atau BAJAJ tidak ada di Pontianak Sangat jarang, bahkann tidak pernah saya liat sejak pertama kali menginjakkan kaki di Pontianak tahun 1990 lalu

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger