logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Para petani di Pagaden Barat mulai garap sawah.

Para petani di Pagaden Barat mulai garap sawah.

Para petani di Kecamatan Pagaden Barat muali menyambut musim tanam saat ini dengan mengolah lahan sawahnya. Mereka mulai mencangkul, menyiapkan benih padi, pupuk dan obat-obatan pestisida.

Petani mulai menggarap sawahnya untuk menanam padi pada musim tanam Mei 2016 hingga Agustus 2016 nanti atau rata-rata 100 hari. Mereka menanam padi, setelah beberapa bulan sebelumnya membiarkan lahan sawahnya tidak ditanami karena kesulitan air untuk mengairi sawah mereka.

Sawah di Blok Tegal Sungsang, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Kab. Subang.
Sawah Admin di Blok Tegal Sungsang, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Kab. Subang.

Terrmasuk saya juga mulai mengolah lahan sawah miliknya sendiri seluas sekitar 250 bata. Saya  menanam benih padi “Mekongga” yang sudah di semaikan. 

Menanam padi dengan ketersediaan air, hasil panennya maksimal. Dari lahan sawah 250 bata, hasil panennya bisa mencapai 2,5 ton GKG (gabah kering giling).

Akan tetapi, jika suplai airnya kurang, hasilnya bisa menurun hanya 1,5 ton GKG. Apalagi sawah Tegal Sungsang, pengairannya hanya mengandalkan air dari Bendungan Leuwi Nagka yang proyeknya belum selesai sampai saat ini.

“Jadi kendala utama para petani di Tegal Sungsang, yakni masalah air. Kenapa musim tanam sebelumnya di Pagaden Barat banyak yang gagal panen, penyebabnya karena kekurangan air. Akibat airnya kurang sehingga di Tegal Sungsang dalam setahun hanya dua kali panen. 

Bahkan menurut petani di Bolang, Munjul... Karena kekurangan air, sehingga di musim kemarau kemarin banyak sawah yang dibiarkan gamblung. Sampai-sampai, untuk menanam palawija pun sangat sulit.

“Jangankan menanam padi, mau menanam palawija saja susah. Memang ada beberapa jenis palawija yang tahan kering dan bisa menjadi tanaman penyela di lahan sawah. Akan tetapi, karena tak ada air sehingga lahan sawahnya tak bisa ditanami apa pun. Seandainya masih ada air sedikit di musim kemarau, kami bisa menanam palawija, seperti jagung, kedelai, mentimun, terung dan kacang-kacangan,” tuturnya.

Guna mengatasi kekurangan air di areal pesawahan Pagaden Barat, Ratusan petani kecamatan Pagaden Barat dan sekitarnya Rabu sore (20/4/2016)  telah melaksanakan dialog mengenai Bendung Leuwi Nangka dengan Muspida Kabupaten Subang, Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan pelaksana proyek Bendung Leuwi Nangka di kantor desa Cidadap, Pagaden Barat. 

Nah, dalam dialog pihak BBWS sebelum proyek tanggul leuwi nangka selesai pihaknya akan mengatasi dulu longsoran-longsoran di sekitarnya dan akan memasang beberapa jumbo bag dengan berat masing-masing 1 ton dan sesuai kesepakatan waktunya antara BBWS dan petani akan memakan waktu kurang lebih 3 mingguan untuk bisa mengalirkan air ke sawah - sawah. Jadi sekitar 2 Mingguan lagi


Bendung Leuwi Nangka jebol sekitar tahun 2011.. Jadi dah 5 tahunan lebih, hingga saat ini perbaikan bendung tersebut tidak pernah kunjung tuntas karena berulang kali jebol. Bendungan leuwi nangka mengairi 4.387 hektare di wilayah Kecamatan Subang, Pagaden dan Kecamatan Pagaden Barat.


Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger