Ngobor belut di sawah

Sampurasun .... Rampes ...


Blog Mang Yono.  Ngobor belut berbeda sekali dengan Ngurek belut atau mancing belut. Ngobor belut yaitu kegiatan mencari belut yang dilakukan pada malam hari dengan alat penerangan, kalau jaman dulu sebelum harga minyak tanah naik biasa menggunakan PATROMAK, kalau sekarang biasanya menggunakan lampu charger dari rangkaian lampu Neon atau TL. Di desa - desa di Jawa Barat, tradisi berburu belut ini disebut ngobor, mungkin karena dahulu warga menggunakan obor sebagai alat penerangan.



Nah, biasanya ngobor belut ini dilakukan disawah yang sudah ditanami padi, kira – kira umur padi 1 atau 2 bulan setelah tanam, tapi ada resikonya kalau ketahuan yang punya sawah bisa dikejar – kejar hehe. Ada juga yang melakukan ngobor belut pada sawah yang belum ditanami padi, kalau cara ini aman

Ngobor belut di sawah


Alat – alat atau perlengkapan untuk ngobor belut biasanya sederhana saja. Petromak, golok / parang dan ember. Biasanya waktu yang tepat untuk ngobor belut yaitu sekitar jam  21.00 atau 23.00. Jam segitu mungkin sebagian warga di Kampung saya sudah terlelap dalam dinginnya malam, mungkin ada juga yang mendem dibawah selimut hehe.

Petromak pun saya pompa. Wosh ... wosh ... wosh.... Bunyinya memecah keheningan malam. Petromak alat penerangan ini sudah semakin sulit ditemukan di masyarakat, mungkin sudah termasuk barang unik dan langka juga antik hehehe. Kemungkinan besar generasi masa sekarang sudah tak mengenalnya, apalagi bisa mengoperasikannya

PATROMAK

Nah, untuk mencari belutnya tinggal cari saja di setiap sawah yang ada airnya, kalau belutnya sudah kelihatan langsung saja babat dengan golok atau parang, untuk golok atau parang biasanya saya menggunakan yang tumpul, karena kalau menggunakan golok atau parang yang tajam bisa – bisa belut tersebut terpotong.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar