Air Sawah untuk Diminum

Sampurasun ... Rampes.

Blog Mang Yono. Kalau pergi kesawah saya suka teringat jaman dulu, waktu ikut gembala sapi, sapinya punya kakek saya. Biasanya saya suka gembala ke sawah yang sudah dipanen atau gembala ke kebun kosong.

Kalau dulu, dikala haus cukup minum di kotakan / petakan sawah dengan menggunakan sedotan dari jarami / batang padi. Kalu sekarang wah, gak berani sepertinya, mau cuci tangan aja ragu – ragu, karena sawah sekarang sudah banyak yang memakai pestisida. Untuk memastikannya saya suka piara ikan di sumur sawah, apabila ikan  tersebut sehat dan masih hidup berarti air sedikit aman, atau cuci tangannya di sawah yang terdapat ikan, kodok atau binatang sawah lainnya.

Dulu Air Sawah untuk Diminum, tapi sekarang mau cuci tangan aja masih ragu - raguDulu Air Sawah untuk Diminum, tapi sekarang mau cuci tangan aja masih ragu - ragu

Baca : Cerita saya anak gembala Kerbau


Tapi untungnya di daerah saya masih melimpah air, tak seperti di daerah lain, sampai ada warga yang menimba air sawah, warga harus berjalan kaki sepanjang 200 meter. Dari area persawahan, warga juga harus memikul wadah air dengan menggunakan jerigen maupun Gentong (wadah air tempo dulu yang terbuat dari tanah) sampai ke rumah mereka. Mungkin kedepannya, dunia ini akan krisis air bersih ya, kalau gak kita cari solusinya, sekarang sih sudah ada air - air kemasan yang dijual, mungkin kedepannya ditambah lagi karena pencemaran udara, ada yang jual Oksigen bersih kemasan plastik hehehe.

Ups, saya lanjutkan lagi ya ceritanya hehehe. Jaman dulu Karena tanah masih sangat luas dan berdekatan dengan lahan persawahan. Kalau lagi musim buah, saya senang sekali bisa memanjat pohon mangga, mulai dari buah muda sampai nanti sudah masak, itu menjadi penambah vitamin bagi pertumbuhan, kadang saya cari sarang burung puyuh di persawahan sehabis panen, untuk mengambil telurnya dan biasanya langsung dimakan mentah... iiiy jijik ya hehehe.

Air begini kalau jaman dulu langsung diseruput dengan sedotan jerami
Air begini kalau jaman dulu langsung diseruput dengan sedotan jerami 

Saya gembalanya tidak sendirian, di desa masih banyak anak – anak sebaya yang belum masuk sekolah dan ikut bermain di persawahan, sambil mengumpulkan jerami sebagai makanan ternak. Bersama teman - teman bisa berenang di sungai kecil yang mengaliri sawah mereka sambil mencari belut atau ikan kecil - kecil.
 Kalau ada waktu senggang saya biasanya nongkrong di sawah hehehe
 Kalau ada waktu senggang saya biasanya nongkrong di sawah hehehe, maklum sawah saya tak begitu jauh, sekitar 500 meteran hehe

Yang paling menyedihkan bagi saya, kala sapi – sapi dan kerbau terpencar di tempat yg berjauhan, jadi harus mengumpulkan dulu, baru menggiringnya ke kandang, tapi dasar hewan begitu dengar suara orang asing, tanpa aba- aba semua akan lari ketakutan, kembali ke hutan atau sawah
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar