Di Indonesia pemuda desa ke Kota, di Jepang pemuda kota ke desa.

Sampurasun ... Rampes. 

MANGYONO.com -  Di Indonesia pemuda desa ke Kota, di Jepang pemuda kota ke desa. Di Kota besar Jepang pembangunannya sangat pesat dengan gedung-gedung pencakar langit dan segala pesonanya perlahan mulai kehilangan daya tariknya. Saat ini, kaum muda Jepang mulai tertarik untuk kembali ke desa.... Itu menurut yang saya baca loh, karena saya belum pernah ke jepang lagi, dulu sih pernah. Silahkan baca di Naik sepeda Ontel Saat Berlibur di Tokyo, Jepang

Para pemuda di Jerpang kebanyakan ingin mencoba hidup di desa. Mereka ingin kembali merasakan sentuhan kemanusiaan yang tergerus cepatnya ritme kehidupan Kota.

 Foto Jepretan admin di Jepang ... Ups, di Tegalsungsang, subang ...  hehe
 Foto Jepretan admin di Jepang ... Ups, di Tegalsungsang, subang ...  hehe

Di Negeri Matahari Terbit, rata-rata usia petani adalah 68,5 tahun. Namun belakangan ini semakin banyak pemuda yang ingin mencoba bertani dan hidup di desa, karena jadi petani itu tak mudah,bahkan disana banyak yang menawarkan program menjadi petani pada akhir pekan untuk para pemuda. Dan diadakannya pelatihan hal-hal yang berkenaan dengan pertanian, berikut dengan prakteknya.
 
Menjadi petani itu lebih santai. Selain itu akan menemukan yang berbeda, yaitu keramahan orang-orang desa yang masih saling mengenal tetangganya, berbeda dengan yang di Perkotaan. Keramahan desa juga menjadi faktor utama untuk orang kota meninggalkan pekerjaannya di kota. 

Berikut ini penuturan dari seorang Insinyur “Hitoshi” yang beralih menjadi petani dan tinggal didesa. 

"Saya muak dengan hidup saya di kota, karena hidup saya hanya habis untuk bekerja. Saya ingin berubah. Saya memutuskan untuk jadi petani karena ritme kerjanya lebih pelan namun pasti bisa memuaskan batin saya," kata Hitoshi


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar