Skip to main content

Bupati Subang Hj. Imas A : Kopi Subang Menjadi Idola Dibeberapa Negara Asia

Sampurasun ...

Bupati Subang Hj. Imas A : Kopi Subang Menjadi Idola Dibeberapa Negara Asia

MANGYONO.com - Selama ini Aceh merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Rupanya Jabar bersiap menyalip provinsi berjuluk Serambi Makkah itu. Sebab kini kopi asal Jabar sukses menggebrak dunia sebagai produsen kopi unggul bercita rasa tinggi. Buktinya, kopi jenis arabika produksi petani di Jabar menjadi jawara saat event Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat, pada April 2016 lalu.


Kopi Arabica.... Kopi jenis ini tumbuh pada daerah dengan ketinggian 700-1700 mdpl. Suhu yang dimiliki adalah 16-20 °C. Yang perlu diketahui mengenai jenis kopi ini adalah mengenai aspek kepekaan terhadap jenis penyakit karat daun atau lebih dikenal dengan HV atau Hemileia Vastatrix. Ini terutama bila ditanam pada daerah yang memiliki elevasi kurang dari 700 mdpl.

Yang perlu diketahui selanjutnya adalah asal dari kopi tersebut. Faktanya, kopi ini berasal dari negara Etiopia dan juga Brasil. Kedua negara tersebut menguasai 70% pasar kopi secara global pastinya. Anda dapat pula menemukan banyak jenis kopi lain yang berasal dari kedua negara tersebut pastinya.

Ciri-ciri kopi Arabica adalah aroma yang wangi, hidup pada daerah yang dingin dan sejuk, memiliki rasa yang sedikit asam, rasa kental dimulut, pahit, dan juga memiliki tekstur lebih halus.

Nah, termasuk kopi yang berasal dari kabupaten Subang yang ditanam di Desa Bukanagara, Cisalak. Menurut Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih, SE yang saya kutif dari media sosialnya. Kopi asli Subang menjadi salah satu idola dibeberapa negara Asia.



 Kopi Arabika Subang Menjadi Idola Dibeberapa Negara Asia
Hj. Imas Aryumningsih, SE ...
"Sekarang kita punya kopi asli Subang yang menjadi salah satu idola dibeberapa negara di Asia seperti Jepang dan Korea, kopi ini ditanam dan dihasil kan oleh petani di daerah Bukanagara, Kecamatan Cisalak, Kab. Subang.

Dari panen pertamanya saja sudah menjuarai beberapa kontes tingkat nasional, dan penjualannya langsung diekspor ke Korea dan Jepang. Namun karena besarnya permintaan disana jadi belum bisa memenuhi seluruhnya. Alhamdulillah masyarakt kita semakin motekar.

Kopi ini dari tanam sampai berbuah sekitar 20 bulan sudah menghasilkan.


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Comments
0 Comments