Kesenian Genyeng Kesenian Dari Purwakarta

Sampurasun ...

Kesenian Genyeng Kesenian Dari Purwakarta

MANGYONO.com - Selain patung, kini kesenian genye dari Purwakarta pun dikritik. Kesenian tersebut bahkan disebut sebagai budaya iblis.

Menurut Kang Dedi, kesenian genye terinspirasi dari masyarakat Purwakarta. Anak-anak bermandikan lumpur dalam kesenian itu menggambarkan warga Plered, Purwakarta, yang terkenal dengan kerajinan keramiknya. Anak-anak Plered itu sejak kecil suka membantu orangtuanya membuat keramik, dan buat mereka bermandikan lumpur itu biasa. 

Begitu pun dengan sapu lidi maupun aseupan. Itu merupakan hal biasa yang ditemui di masyarakat Sunda. Sebelah mana budaya iblisnya?.

Kesenian Genyeng Kesenian Dari Purwakarta
 Kesenian Genyeng Kesenian Dari Purwakarta
Foto dari medsosnya Kang Dedi


Nama Genye spontan keluar dari lisan Mang Deden sebelum pentas perdana. Dari situlah, sampai sekarang dikenal dengan Genye atau gerakan nyere.

Soal filosofi, menurut mang Deden memiliki alasan mengapa menggunakan sapu lidi sebagai media penyampai pesan. Sapu lidi tidak cuma digunakan sebagai alat penyapu sampah. Namun dalam keseharian hidup masyarakat Sunda, alat itu mempunyai banyak kegunaan.

Seperti halnya batangan sapu nyere biasa digunakan oleh orang tua atau ustaz pada masa lalu, buat menegur anak yang malas mengaji atau salat dengan cara memukulkannya.

Nah, pada seni Genye, keberadaan barisan anak-anak berlumur tanah di seluruh tubuhnya bermaksud sebagai ajang mengenalkan industri keramik khas Plered, Kabupaten Purwakarta, yang menggunakan tanah liat terbaik sebagai bahan baku utama. Bahwa kita yang berasal dari tanah akan kembali menjadi tanah. Jadi bukan perumpamaan tuyul anak-anak itu.

Menurut mang Deden, kesenian yang dirintisnya itu sudah kerap tampil. Dia juga berhasil meraih berbagai penghargaan tingkat regional. Seperti dua kali juara lomba Pawai Taaruf MTQ Jabar. Sementara pada tingkat nasional tampil pada Festival Kemilau Nusantara. Dia meyakini pencapaian itu membikin kesenian Genye diakui sebagai unggulan khas Kabupaten Purwakarta.



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar