logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Potret pertanian yang sedang dialami Indonesia, mau dibawa kemana petani ini?

Sampurasun... Rampes..  Pertanian, Poto sawah mamang dibawah ini salah satu Potret pertanian yang sedang dialami Indonesia, mau dibawa kemana petani ini?. Perubahan iklim menjadi salah satu penyebab dalam penurunan produksi pertanian di Indonesia.
Potret pertanian yang sedang dialami Indonesia, mau dibawa kemana petani ini?

Cuaca yang tak menentu menjadikan musim kemarau yang lebih panjang dan tidak menentu dan mempunyai patokan, akibatnya saya gagal panen karena kekeringan. Musim hujan pun menjadi lebih pendek tetapi curah hujan tinggi akibatnya air meluap dimana - mana, menyebabkan saya gagal panen juga karena bencana banjir melanda sawah dan ladang mamang. Perubahan iklim juga mengakibatkan datangnya hama penyakit yang menyerang tanaman padi serta tanaman pangan lainnya.

Gencarnya isu perubahan iklim semakin hari menjadi topik pembicaraan diberbagai kalangan dan orang – orang pintar di atas sanah. banyak hal yang telah di lakukan, tetapi problema ini tak kunjung selesai dan menemukan solusinya. Apa benar perubahan iklim ini menjadi satu-satunya faktor menurunnya produksi pertanian?, jawabanya mungkin ya mungkin juga tidak... maklum sayah, gak bisa mikir sejauh itu. 


Sawah Mang Yono gersang
Ironis, di tengah segala kemajuan teknologi yang pesat di negeri tercinta ini, harusnya semua sektor pun ikut merasakan sentuhan teknologi untuk mengikuti segala kecanggihan alat – alatnya . Namun berbeda halnya dengan sektor pertanian seolah-olah kental dengan sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman.
Sepertinya cara ataupun alat yang digunakan petani - petani untuk bertani dari zaman dahulu kala sampai zaman moderen sekarang ini sama saja. Padahal zamannya sudah beda, iklimnya pun sudah berbeda, apakah bisa cara yang sama dipakai untuk keadaan iklim yang berbeda?... mamang ini gak bisa jawab juga, maklum gak bisa mikir kesitu juga, biar dah orang – orang yang pintar diatas sana yang bakal berdebat dan menemukan jalan keluarnya.
Anak mang  " Gugum" main kesawah

Dahulu saja orang kirim surat, sekarang sudah zaman sms atau email. Apakah tidak bisa teknologi pertanian semakin maju sama halnya dengan surat yang berubah menjadi sms atau email?.... pertannyaan ini juga gak bisa mamang jawab... hehehe.
Miris sekali negara yang disebut sebagai negara agraris, tekonologi pertaniannya tebelakang. Harusnya kita iri dengan tekonologi sektor lain yang semakin canggih ( bukan cangegang bari kiih).
Para petani di Indonesia masih menggunakan ala-alat pertanian tradisional, mungkin saat ini pun masih ada petani yang membajak sawahnya dengan kerbau. Bukan berarti yang tradisional itu tidak benar, dan yang modern itu sesuatu yang benar.
 
Poto khayalan, Mang Yono ngawuluku
Sumber mata air dengan kemajuan teknologi bisa untuk di alirkan ke daerah yang lebih atas atau pegunungan, seperti yang telah dilakukan para petani di Kecamatan Parung Panjang, Bogor. Villa Hutan Jati, nama kawasan ini, didedikasikan sebagai lahan percontohan tentang ikhtiar mengobati bumi yang rusak akibat eksploitasi manusia. Motonya: "Bersama Sembuhkan Bumi". Bukankah itu menjadi salah satu bukti bahwa teknologi pertanian bisa dijadikan sebagai bentuk adaptasi perubahan iklim.
Apapun yang diupayakan untuk merubah kondisi pertanian saat ini harus mengedepankan sisi ekologi, agar ekosistem lingkungan tetap terjaga. Sehingga keadilan iklim bisa terjadi dan petani pun menjadi sejahtera...  
Saung Mang Yono

Bukankah jika kondisi pertanian dan pangan kita aman, negara kita pun akan aman tentram.... Betul Tidak?
 

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

40 komentar

Sampurasun Mang Yono? muga-muga saya Dapet Pertamax deh?
Kemarau tahun ini memang agak panjang yah Man? tepat nya di
Daerah subang jawa barat, tapi kemarin-kemarin di daerah saya
Ciasem Subang Pantura, ada sedikit curah hujan, yah walau belum
Bisa membasahi semua petak area Pesawahan, menarik artikel nya
Salam sukses semoga musim tanam padi segera turun yah Mang?

Balas

Itu Mang Yono Mani kasep yah, dengan foto yang indah di area Pesawahan
Kemarau, di daerah Subang agak lumayan, lama juga yah Mang
Itu kelihatan petak sawah sampai pada belah dan meletak ...

Balas

sebentar lagi kan kita akan import petani dari thailand. ^^

Balas

betuuul.

Saya menjawab pertanyaan di baris paling bawah. benera kan jawaban saya?

Balas

betuuul.

Saya menjawab pertanyaan di baris paling bawah. bener kan jawaban saya?

Balas

Menteri Pertaniannya sibuk nyari penyanyi dangdut kang

Balas

mamang orang Endonesiah kan?...ko' mamang ngerasa aneh seh?.....negerimu kan emang gituh

Balas

petani ibarat terkatung katung ya kang

Balas

Gara-gara Hujan telat datang jadi Mang Yono
Agak Kebingungan Kaya nya yah Mang...?

Balas

Nasib para petani menjadi nomor berapa ya ? Dan kemana ya para petugasnya yang berwenang mengatasi permasalahan ini ?......

Salam,

Balas

penyanyi yg setipis silet

Balas

di syukuri saja lah mang,semua ada hikmahnya....
kalo dpikir-pikir ya tambah ruwet,indonesia kan memang gitu

berdoa saja mudah-mudahan bisa panen untuk masa yg akan datang

Balas

kalau kita tengok pertanian di luar negeri, mereka sudah minim memakai tenaga manusia Mang, pekerjaan sudah memakai bantuan mesin, misal menyemai benih, memupuk, bahkan memanen mereka menggunakan mesin. jadi selain cepet, juga hemat.

di indonesia produsen traktor Quick asal Jogja juga sudah bikin mesin pemanen padi skala kecil...hampir keren kok Mang...tinggal masalah pengairan yang belum juga kelar di mana-mana. bahkan di kampung saya sekarang lagi krisis air bersih Mang...kasihan Bapak Ibu saya.

Balas

Rampes kang, silahkan diambil pertamaxnya hehehe..

betul sekali kang kemarau makin panjang curah hujan tidak menetu, iya kemarin - kemarin ada hujan tapi sekarang ngilang lagih serta kering kerontang ... Amiin

Balas

pasti kasepan sayah kan dibanding sama kebo hehehe... kalau main kesawah suka lupa hutang kang ehhehe... kemarau panjang ditambah lagi situ kukulunya di keruk.

Balas

sawahnya sekarang di pakai pengembang buat perumahan mang, kasihan banget deh ya?
belum lagi masalah pupuk dan tenaga menanam padi yang mahal, pusing.

Balas

saya turut prihatin terutama atas kejadian gagal panennya mang, di kampung saya terjadi masalah ayam yang pada mati karena cuaca yang tak menentu mang, sangat memprihatinkan sekali cuaca saat ini :(

Balas

petani memang selalu di no2 kan kang, padahal kalau s4 gak ada petani mau makan apa kita

Balas

di import petani dari luar ya sob, terus petani pribumi mau di kemanakan?... kebetulan lokasi sasaran untuk pertaniannya di daerah Subang...

Balas

hebat nih jawabannya... top deh mas

Balas

yang bisa di kecup basah juga tentunya haihaihai

Balas

iya mas, bagaikan anak ayam ditinggal induknya hehehe

Balas

bingungnya sedikit sih kang, kan masih ada sawah lain yang deket irigasi malahan sekitar 1 bulan lagi panen hehehe

Balas

iya mbak denger denger di tempat saya juga mau didatangkan petani impor yang mau menanam padi di daerah subang yang membutuhkan lahan 50.000 hektar , terus sayah mau menanam padi dimana coba..

Balas

tadinya sayah nggak mikir kang, setelah saya pikir - pikir eh gak kepikiran juga heheh

Balas

iya mas mau dibawa kemana coba petani, harga - harga melambung tinggi.. susu tak terbeli...

Balas

iya kang gagal panen dan gagal tanam juga, karena ada pengerukan danau di kukulu jadi petani dilarang nanam padi dulu ....

ngomong - ngomong soal ayam yang pada mati, anak saya kan piara ayam juga, untungnya sebelum wabah menyerang ayam - ayam anak saya, semua ayam piaraannya di jual semuah.... sekarang dah lewat wabahnya, anak saya mulai piara ayam lagi... hebatkan anak sayah hehehe

Balas

iya mas, pura - pura gak butuh tapi, butuh banget yah ... hidup petani... hehehe

Balas

Petani pahlawan kita.

Balas

Iya bener banget bahwa bulan-bulan ini dan kemarin jarang sekali ada hujan. Sehingga banyak lahan sawah yang kering. Di desa saya banyak petani yang melakukan bor tanah dan menggunakan sumur bor untuk mendapatkan air untuk lahan sawah mereka, istilahnya untuk mengirigasi getu master hehe :D
Tapi biaya nya lumayan cukup besar juga. Untuk membuat sumur bor bisa nyampe jutaan. dan juga untuk menyedot air di sumur bor, pasti butuh solar sekitar 2 liter. Hmmm boros banget hmmm :)

Balas

Kalo saya ngga tahu nih mang perkembbangan petani sekarang, ternyata seperti itu ya mang, semoga ada perhatian dari pihak yang terkait

Balas

hidup petani heheh

Balas

iya mas, yang utama mensykuri apa yang ada saja... mudah mudahan taun depan ndak begini.... Amiin

Balas

nasib para petani jadi nomor kesekian, nah giliran perlu jadi berubah deh hehehe

Balas

Hwaduuuhhh kondisi petani sekarang nyeremin mang, sawahnya pada dibangun rumah, kantor, dan perumahan.,
di tegal jjuga sudah mulai yang seperti itu,.

Balas

berarti sama dong idem, ditempat sayah juga pada pakai pompa sedot mengalirkan air dari sungai atau dari sumur...

Balas

iya mas gambarannya seperti itu, mudah mudahan para pejabat terkait nengok ke bawah ya mas... hehehe

Balas

mungkin sekarang sudah ke tiap daerah ya mas, pada dibuat pabrik, perumahan...

Balas

petani Indonesia, obyek politik yang harusnya jadi subyek pembangunan, penyumbang pembangunan ekonomi, penyumbang tenaga kerja terbesar tapi juga penyumbang kemisikinan terbesar, semua akibat dari tidak meratanya distribusi pendapatan di negeri ini

salam

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger