Antara Masyarakat Perdesaan dan Masyarakat Perkotaan

Sampurasun... Rampes..   

Antara Masyarakat Perdesaan dan Masyarakat Perkotaan menurut Mamang masyarakat di pedesaan identik dengan keramah - tamahan kegotongroyongan, ringan sama dijinjing berat sama dipikul, kalau terlalu berat ya lemparin saja ... heheheh .

Dengan suasana yang masih asri dan sejuk ditambah pemandangan yang indah memanjakan mata, itu medefinisikan bahwa perdesaan adalah sebuah tempat yang sangat tenang, sampai – sampai lupa pada hutang... hehehe.


 
Poto di saung sawah mamang


Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga masyarakat yang amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat sekitarnya serta mempunyai perasaan selalu bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat tanpa pandang bulu... #Bulu siapa yang dipandang coba... hehehe, 


Karena beranggapan sama-sama sebagai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati dan saling membutuhkan, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.

Sedangkan Masyarakat Perkotaan menurut mamang ideantik dengan kehidupan yang serba Mewah, serba glamor dan WAH, masyarakat di perkotaan memiliki ciri-ciri, kurangnya kepedulia antara sesama, Namun dalam bidang teknologi masyarakt kotalah yang memiliki keunggulan baik bila dibandingkan dengan masyarakat perdesaan... Betul Tidak?.


Situasi kota yang padat, memaksa warga kota untuk terus bergerak. Tidak bergerak berarti tidak makan, mungkin begitu istilah kasarnya... hehehe.
Poto diambil di sawah mamang

Berbeda dengan situasi di desa yang tenang dan tampak “baik” tapi sebenarnya dapat membahayakan bagi jiwa yang lemah, seperti hukum rimba mungkin?. Yang gagah yang berkuasa... hehehe.
Poto diambil dari jembatan Penyebrangan  Central Park

Masyarakat desa tidak begitu dituntut untuk bekerja keras, tanpa kerja keras pun mereka dapat makan dari hasil tanaman di sekitar pekarangan rumah mereka. 
 
Poto diambil dari depan kantor Pajak Gropet

Perbedaan masyarakat kota dan desa ini juga mempengaruhi cara berfikir dan bertindak cepat, lugas dan dinamis, masyarakat desa cenderung berperilaku santay seperti di pantay # Ala Kang Hadi yang punya Desa Cilembu

Alon-alon asal kelakon. Masyarakat kota juga dianggap lebih cepat dalam memperoleh informasi aktual dibanding masyarakat desa, informasi aktual yang dimaksud termasuk tren terbaru di berbagai bidang dari tren baju, musik, wawasan sampai keilmuan.... #Tapi sekarang mah hampir sama ding... hehehe



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar