logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Pawinian / Penyemaian Bibit Padi secara Tradisional.

Sampurasun ... Rampes

MANGYONO.com -  Pawinian / Penyemaian Bibit Padi secara Tradisional. “Pawinian” mungkin bagi sobat yang bukan dari tatar sunda nama ini sangat asing di telinga, pawinian itu tempat penamaan / pembibitan /penyemaian benih padi di daerah Kabupaten Subang.

Pawinian berasal dari kata pabinihan atau pembenihan. Pawinian dibuat sesuai dengan banyak dan luasnya area tanah yang akan di semai bibit padi. Pawinian dibuat dengan cara menggunakan pacul (cangkul) dan diberi jarak dan batas antar satu baris / petak yang lebarnya ±1-1,5 meter untuk panjangnya dalam satu baris tergantung lahan yang diinginkan. 

Pawinian / Penyemaian Bibit Padi secara Tradisional.
 Pawinian / Penyemaian Bibit Padi secara Tradisional.
Nah, petakan ini biasa disebut dengan sebutan gugula. Biasanya jarak yang memisahkan antar baris gugula dibatasi oleh saluran air yang dibuat oleh cangkul secara lurus dan memanjang. Disekeliling pawinian diberi jalan aliran untuk air dengan lebar sekitar  ±20cm. Didalam penyemaian benih padi pada pawinian setelah pawinian selesai dibuat kemudian dilakukanlah tebar. 

Nah, dalam tebar ini ada dua cara, yaitu :
i. Tebar peledug : Penyemaian langsung dari bulir – bulir padi. Pawinian yang dibuat pun lahan kering atau tebar diatas lahan penyemaian tanah yang kering

ii. Tebar Kecambah : Penyemaian benih padi, yang terlebih dahulu dibuat kecambah dengan cara direndam, sampai mengeluarkan tunas – tunas dan bakalan akar. Padi terlebih dahulu direndam oleh air selama ±5-7 hari di bak atau sungai, setelah gabah menjadi kecambah atau berkecambah barulah dilakukan tebar pada lahan basah/berlumpur tadi.

Benih padi yang ditebar di pawinian bisa dicabut untuk dipindahkan setelah berumur ±20-25 hari dengan di cabut atau Babut bahasa Subang .

Pencabutan / babut benih padi berumur ±20-25 hari bertujuan agar pada saat tandur bibit padi yang tumbuh anakan atau bernak tangkai menjadi banyak walaupun hanya 3-4 tangkai yang ditanam pada saat tandur bisa menjadi 20-30 batang padi pada masa panen. Biasanya jika tanam lebih dari 30 hari benih tersebut terlalu tua dan sulit bahkan tidak beranak atau kurang baik dan akan berdampak pada hasil panen yang sedikit.


Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

bibit padinya ko belum di panen mang hehehe

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger