logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Harga Padi di Subang Turun.. Panen untuk di konsumsi sendiri saja

Sampurasun... Rampes. 

MANGYONO.com - Panen Raya di Pagaden Barat... Harga Padi di Subang Turun. 

Dulu waktu Mendekati Hari Raya Idul Fitri, harga gabah kering Giling (GKG) di Kabupaten Subang mulai merangkak naik. Kenaikan harga berkisar sampai Rp600/kg hingga Rp700/kg. Tapi sayang saya gak punya Gabah untuk dijual.

Harga Padi di Subang Turun.. Panen untuk di konsumsi sendiri saja
Harga Padi di Subang Turun.. Panen untuk di konsumsi sendiri saja. Foto Istri saya sedang menjemur padi... Ini buat dikonsumsi sekeluarga aja... sementara gak dijual dulu ... Hehehe.

Lain dulu lain sekarang... Bi Nelis Petani di Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Kab. Subang menuturkan harga gabah basah di tingkat petani berkisar antara Rp3.500/kg. Sementara harga GKG di tingkat petani sekitar Rp5.000/kg. Rata-rata harga semua jenis gabah hampir sama tergantung kualitas kadar air dan ukuran bulir padi. 

“Harga GKG sekitar Rp5.000/kg. Itu harga dari petani yang biasanya dibeli rumah penggilingan padi. Kalau saya sendiri jarang menjual karena hanya petani anak bawang... Hehehe. Gabah biasanya kami giling dan konsumsi sendiri, sisanya ya di jual juga... Kalau kepepet dan gak punya uang”.  Jelas Bi Nelis saat di wawancara admin mangyono.com, Minggu (09/8/2015).... Ceritanya amin wawancara istrinya nih ... Hahaha...

Petani lain dari Desa Bendungan, Nurja, 48, mengaku "Momentum Lebaran mampu mengerek harga Gabah. Pasalnya, permintaan dari dalam maupun luar kota cukup banyak. Sekitar sebulan lalu, harga Gabah jenis tertentu masih Rp6.000/kg. Saat ini, harganya turun menjadi Rp5.000/kg". Tuturnya saat di wawancara admin mangyono.com ( itu mertua saya sob... hehehe )

Kendati demikian petani tak bisa meraup banyak keuntungan karena sulitnya pengairan, harus menggunakan pompa air untuk mengairi sawah... Padi banyak dimakan tikus, banyaknya hama burung. Saya sendir ( admin ) lebih memilih menjemur gabah dan menggiling padi untuk konsumsi sendiri daripada dijual ke tengkulak. “Nanti dijualnya kalau harga dah naik lagi atau musim paceklik... Harganya lumayan agak mahal. Sekarang saya simpan dulu aja,” ungkapnya kepada admin mangyono.com ... ah... saya ngobrol sama admin mangyono.com nih hehehe.



FOTO : Admin sedang menjemur padi... Di Pagaden Barat, Subang
FOTO : Admin sedang menjemur padi... Di Pagaden Barat, Subang

Pemilik penggilingan padi di Desa Bendungan, Wa Encam, 57, mengatakan penurunan harga Gabah sudah terjadi sejak sepuluh hari lalu. Harga gabah kering giling yang biasa ia beli dari petani seharga Rp5.500/kg turun menjadi Rp5.000/kg. Sementara harga beras kualitas bagus yang ia jual ke pasar turun ...

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

3 komentar

kalau dimakan sendiri gimana bisa untung ya kang. tapi bingung juga ya kalau harganya anjlok kayak gitu. di jual juga rugi kalau dimakan sendiri berarti ngga bisa dapat untung dong.

Balas

iya Bang... yang penting kenyang perut dulu dah... nanti untungnya mikir belakangan... hehehe

Balas

Pantas anak muda tidak mau jadi petani, karena harganya yang kurang memadai. Untuk biaya hidup mana cukup ?

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger