logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Ngagurul / Ngalandak penyiangan padi sawah di Subang

Sampurasun ... Rampes.

MANGYONO.com - Ngagurul / Ngalandak penyiangan padi sawah, Subang

Kegiatan  Penyiangan dalam budidaya tanaman padi merupakan kegiatan pokok yang terjadwal dan wajib dilakukan. Penyiangan bertujuan untuk membersihkan gulma disekitar tanaman yang dibudidayakan  agar tidak terjadi persaingan dalam hal nutrisi antara padi dan gulma pengganggu, dalam hal ruang dan dalam hal kebutuhan sinar matahari .

 Ngagurul / Ngalandak penyiangan padi sawah di Subang


Baca juga : 
Mengenal NAPLAK Teknik Petani Padi Pagaden Barat, Subang
Mengenal BABUT Teknik Petani Padi Pagaden Barat, Subang
Menanam Padi kembali di Bakan Bandung, Pagaden Barat, Subang 
Mengenal TANDUR atau TANJU Teknik Petani Padi Pagaden Barat, Subang
Kebiasaan Menanam Padi TANDUR Berubah Jadi TANJU Model baru menanam padi  
Vidio : Tanam Padi Maju Teknik Petani Padi Pagaden Barat, Subang 


Nah, penyiangan yang biasa dilakukan  petani dalam kegiatan  penyiangan padi yaitu dengan cara ngagurul atau ngalandak. Ngagurul / Ngalandak  yaitu kegiatan penyiangan dengan menggunakan gugurul / landakan (Bahasa Sunda ). Alat gugurul ini terbuat dari papan 15 x 20 Cm dan tebalnya sekitar 3 cm yang ditancapkan paku - paku yang dibengkokan dan memakai gagang sekitar 2 Meter dan diberi pegangan pada ujungnya berbentuk T.


FOTO : Gugurul dari kayu.
FOTO : Gugurul dari kayu.

Kegiatan ini dilakukan paling awal sebelum kegiatan penyiangan yang lain, seperti ngarambet


Ngagurul biasa dilakukan pada saat umur tanaman kurang lebih 20 hari, dilakukan oleh bapak tani dan ibu tani. Di tempat saya di Pagaden Barat, kabupaten Subang, untuk upah ngagurul sampai beduk / tengah hari yaitu diberi upah Rp. 35.000 dapat makan, ngopi, dan kudapan lainya. Sedangkan kalau sistim bebas alias gak dapat makan, tapi tetep dikasih kudapan dikasih upah Rp. 40.000/orang

FOTO : Tetangga sedang ngagurul di sawah admin
 FOTO : Tetangga sedang ngagurul di sawah admin

Dalam kegiatan Ngagurul ada istilah motong, yang artinya melakukan ngagurul dengan arah yang berbeda yaitu arah memotong. Kelemahan dari ngagurul ini tidak bisa dikerjakan ketika air dalam petakan tidak ada
alias kering... Jadi kalau air gak ada  bapak tani harus menggenangi  sawah terlebih dahulu

 FOTO : Aktifitas ngagurul dan menggenangi sawah dengan bantuan pompa air
 FOTO : Aktifitas ngagurul dan menggenangi sawah dengan bantuan pompa air

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

sudah mulai nanam padi lagi ya mang, di kampung saya mah baru selesai panen, banyak yg hajatan hehehe

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger