logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Penyemprotan pencegahan hama ulat dan wereng pada tanaman padi NAZWA

Sampurasun ...

Penyemprotan pencegahan hama ulat dan wereng pada tanaman padi NAZWA umur 12 HST

MANGYONO.com - Hari Jumat 30 Juni 2017 saya melakukan penyemprotan disawah Cibandung , desa Bendungan kecamatan Pagaden Barat, kabupaten Subang, Jawa Barat.

Penyemprotan atau penanggulangan hama ulat dan wereng coklat pada tanaman padi NAZWA yang berumur 12 HST . Ini untuk pencegahan aja, karena tanaman padi sebelahnya milik petani lain terserang hama wereng coklat dan padinya mulai layu .

FOTO 1 : Tanaman Padi NAZWA Admin umur 12 HST di sawah Cibandung
FOTO 1 : Tanaman Padi NAZWA Admin umur 12 HST 
di sawah Cibandung, Des. Bendungan, Kec. Pagaden Barat, 
Kab. Subang, Jawa Barat. 
Foto 30/6/2017

FOTO 2 : Tanaman Padi NAZWA Admin umur 12 HST di sawah Cibandung
 FOTO 2 : Tanaman Padi NAZWA Admin umur 12 HST 
di sawah Cibandung, Des. Bendungan, Kec. Pagaden Barat, 
Kab. Subang, Jawa Barat. 
Foto 30/6/2017

Saya menggunakan Insektisida BESVIDOR 25WP dan SPONTAN 400SL. 
BESVIDOR 25WP 
Merupakan insektisida racun kontak dan lambung bersifat berbentuk tepung yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan hama ulat , serta untuk mengendalikan hama walang sangit dan wereng coklat pada tanaman padi.

SPONTAN 400 SL  
Adalah Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk larutan dalam air. untuk mengendalikan hama penggerek batang, hama putih, lalat daun, hama putih palsu

BESVIDOR 25WP dan SPONTAN 400SL.
BESVIDOR 25WP dan SPONTAN 400SL.
Foto 30/6/2017

Untuk takaran yaitu 3 sendok BESVIDOR dan 75 cc Spontan dalam satu tangki kapasitas 14 Liter
  • Pertama ambil seperempat ember air
  • lalu masukan tepung BESVIDOR sebanyak 3 sendok
  • Selanjutnya aduk sampai larut
  • lalu masukan 75 cc SPONTAN atau 3 tutup botol
  • Aduk lagi sampai larut
  • Masukan larutan tersebut kedalam tangki
  • Tambahkan air kedalam tangki sampai penuh
  • Untuk penyemprotan sebaiknya air disawah macak - macak.

Cara penyemprotannya juga harus tepat. Waktu penyemprotan yang terbaik adalah pukul 08.00 hingga menjelang pukul 11.00, setelah air embun mulai hilang dan sebelum terik matahari menyengat. Saat matahari menyengat wereng akan bersembunyi sehingga kesulitan untuk kontak dengan insektisida. Penyemprotan dapat dilanjutkan sore hari. Cara aplikasinya adalah dengan penyemprotan pada pangkal batang padi, tidak hanya dari atas tanaman. Karena wereng biasa menetap pada pangkal batang. Sedangkan untuk sore hari sekitar pukul 14.30 hingga menjelang pukul 16.00.

 Waktu aplikasi pestisida berdasarkan keadaan cuaca:
  • Jangan menyemprot saat panas terik dan kering
  • Jangan menyemprot saat angin sangat kencang
  • Jangan menyemprot bila hari hujan atau akan hujan
  • Penyemprotan dilakukan bila embun pagi sudah hilang
Teknik penyemprotan adalah salah satu kegiatan dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman padi. Sepertinya penyemprotan sekilas tampak mudah dan bisa dilakukan oleh siapa pun, tetapi karena bahan-bahan penyemprotan membutuhkan banyak campuran yang terkadang mengandung racun, maka tidak boleh dilakukan secara sembrono atau sembarangan.

FOTO 4 : Haji Bangsu tetangga sawah sedang melakukan penyemprotan pencegahan hama ulat dan wereng pada tanaman padinya.
 FOTO 4 : Haji Bangsu tetangga sawah 
sedang melakukan penyemprotan pencegahan 
hama ulat dan wereng pada tanaman padinya. 
Tanaman padi H. Bangsu lebih dulu umur tanamannya 
sekitar 20 Harian dengan tanaman padi NAZWA admin.  
Foto 30/6/2017

Dalam usaha budidaya pertanian, tujuan dari aplikasi pestisida adalah untuk menjaga tanaman yang dibudidayakan agar terhindar dari segala gangguan sehingga pertumbuhannya tetap optimal yang pada akhirnya dapat memproduksi hasil panen yang maksimal. Gangguan tersebut datang dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat berupa serangan hama dan penyakit, adanya gulma, atau suatu kondisi tertentu yang tidak diharapkan .

Kegagalan aplikasi pestisida bukan berarti karena kualitas pestisida tersebut yang jelek, tapi bisa juga disebabkan karena kesalahan teknis cara aplikasinya. Betapa pun ampuhnya suatu pestisida, tidak akan berfungsi sama sekali jika cara penggunaanya salah.

FOTO 5 : Haji Bangsu tetangga sawah sedang melakukan penyemprotan pencegahan hama ulat dan wereng pada tanaman padinya.
FOTO 5 : H. Bangsu tetangga sawah sedang 
melakukan penyemprotan pencegahan hama ulat 
dan wereng pada tanaman padinya.  
Foto 30/6/2017

Penyemprotan merupakan metode aplikasi pestisida yang paling umum digunakan. Diperkirakan 75%  pestisida di dunia diaplikasikan dengan cara disemprotkan

Dalam penyemprotan, larutan pestisida (campuran pestisida dan air) dipecah oleh nozzle (spuyer) menjadi butiran semprot yang selanjutnya didistribusikan ke bidang sasaran penyemprotan.

Hama Wereng
Hama wereng pada padi telah menyebabkan puso/kegagalan panen yang sangat merugikan petani. Kegagalan panen ini seringkali diakibatkan oleh ketidaktahuan petani tentang cara pengendalian wereng pada padi yang tepat, termasuk kapan waktu pengendalian wereng yang paling optimal. Karena hama ini memiliki karakteristik yang khas, keterlambatan perlakuan akan mengurangi efektifitas pengendalian dan menyebabkan kegagalan.

Hama Sundep dan Beluk
Hama Sundep dan Beluk atau Penggerek batang merusak pertanaman padi pada semua fase tumbuh, sejak persemaian sampai panen. Bila tanaman padi masih muda, anakan yang rusak berwarna coklat dan mati, kondisi ini disebut sundep. Bila kerusakan terjadi pada fase pembentukan malai, maka malai berwarna putih dan disebut beluk.

Hama yang menyerang komoditas pangan ini adalah hama sundep atau beluk. Apa hama sundep itu? Sundep merupakan hama dengan kerusakan yang terjadi pada tanaman sebelum berbunga. Kadang-kadang apabila kerusakan terjadi ketika tanaman masih muda, tunas baru dapat dibentuk untuk mengganti batang yang rusak. Serangan sundep dapat berkurang dengan adanya hama kresek dan tikus. Tetapi kerusakan yang ditimbulkan oleh kedua populasi tersebut akan lebih besar
.
Sundep menyerang tanaman padi sebelum berbunga (fase vegetatif) terutama pada daun yang masih muda. Padi yang terkena sundep menunjukkan gejala yaitu daunnya berwarna kuning dimana semakin berat serangannya maka warna kuning pada daun akan semakin merata. Selain itu pucuk batang yang digerek menjadi kering sehingga mudah dicabut. Bila pucuk tersebut dicabut maka akan terlihat bekas gerekan dan kadang-kadang larva masih terdapat pada pangkal batang.

Hama yang menyebabkan gejala sundep ialah kupu -kupu putih yang meletakan telurnya pada pelepah daun bagian dalam. Setelah telur menetas maka larva-larva tersebut mulai memakan pelepah daun, kemudian menggerek masuk kedalam batang. Selanjutnya memakan batang bagian dalam sehingga jaringan pembuluh batang terpotong. Hal ini menyebabkan terputusnya pasokan hara dari dalam tanah.

Sebagaimana seperti pestisida lainnya, keuntungan dari penggunaan insektisida harus mempertimbangkan risiko terhadap kesehatan dan lingkungan. Penggunaan insektisida yang tidak sesuai akan mengganggu keseimbangan alami karena terbunuhnya musuh alami hama penggerek batang, menyebabkan resurjensi atau ledakan serangan hama. Sebelum menggunakan pestisida baca petunjuk yang tertera dilabel dengan teliti setiap sebelum pestisida digunakan atau lebih baik lagi hubungi petugas perlindungan tanaman atau penyuluh untuk mendapatkan saran dan petunjuk


Baca juga : 
 
 


Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger