Skip to main content

Mengungkap kata Pamali

Mengungkap kata Pamali 

Sampurasun ... Rampes ... Nah kali ini Blog Mang Yono  mau bercerita tentang “ Pamali “ kata pamali itu berasal dari bahasa Sunda yang berarti “ Tidak Boleh / Pantangan” Biasanya Pamali tersebut sering diungkapkan oleh orang tua kepada anaknya atau kepada sanak saudaranya.

Namun sebenarnya Pamali  tersebut diungkapkan demi kebaikan anak-anaknya tersebut. Dari kecil sampai sekarang Mang belum semua tahu apa sebenarnya rahasia dibalik kata-kata pamali tersebut






Mari kita lihat contoh  Pamali dan apa sebenarnya rahasia dibaliknya:

       Katanya kalau menduduki bantal, nanti bisa Bisulan, Padahal Sebenarnya Orang tua melarang kita duduk dibantal supaya bantalnya tidak rusak atau kempes atau pun bisa juga masa bantal buat kepala malah didudukin.
      Katanya, Jangan membuang buang Nasi, nanti nasinya nangis, Padahal Orang tua melarang kita membuang nasi, untuk mengajarkan kita bagaimana agar tidak mubazzir dan mensyukuri pemberian Allah dan menghargai para petani yang menanam Padi.
   

 Sebenarnya masih banyak lagi pamali Orang tua.

Pamali tersebut haruslah kita tanggapi secara rasional,  karena mungkin ada benarnya juga.
   
Jadi yang sudah menjadi pantangan turun temurun oleh orang tua kita, adapun jika pamali tersebut diyakini bersifat ghoib yang dapat menyebabkan kesialan maka hukumnya syirik sebab sudah masuk dalam kategori tathayur ( Kata Pak Ustad).

Dan Pak Ustad bilang begini “Jika kita amati secara seksama,Hukum Pamali ini tidak semuanya bersesuain dengan pesan Rasulullah saw, diantaranya ada yang bertentangan dengan kaidah kaidah Islam yang tentunya telah sempurna dan tidak membutuhkan berbagai mitos yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.Lalu kenapa Mang  memberanikan diri membahas hal ini?Apa tidak takut dikutuk dan dianggap kualat oleh para karuhun?

Dulur dulur.. Mang yakin anak  - anak remaja yang saat ini sudah punya anak bahkan sudah punya cucu lagi, jarang yang tahu sejarah dan asal mula kata pamali ini. Karena anak anak dijaman dulu jarang yang berani bertanya ketika si nenek sudah berfatwa "Pamali!"Jujur saya pun rada ararateul dengan kata pamali ini. Naha make pamali sagala rupa? timana asalna etateh? . Kapan saur Rasululloh saw oge islam teh tos sampurna, naon naon anu teu diajarkeun sareung teu dicontokeun kuanjeuna etateh kalebeutna bid'ah.

Bid'ah tea berat.. aslina urang bakal tigujubar kana naraka.Komo upami urang terus menerus ngawariskeun ka anak incu urang mitos mitos anu teu aya sumberna. Hayu urang paheyeuk heyeuk babadamian kanggo nyetop phobia ieu.

Kemungkinan kata pamali ini teh berasal dari Nasihat Rasululoah saw yang baik, tapi kemudian nenek-nya si-nenek dari nenek nenek-nya lagi sudah lupa sehingga mereka mengatakan hal tersebut itu sebagai pantangan saja yang di bungkus dengan logo "Pamali".

Berikut ini adalah beberapa hukum hukum "Pamali" mungkin bersumber dari Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.
"Jangan makan dengan tangan kiri, Pamali! siah tah"Setelah berkata "Pamali" biasanya si nenek ga mau bertanggungjawab apa alasannya, dan si anak cukup patuh dan takut melanggar pantangan?

Nasihat itu baik.Tapi alangkah lebih baiknya, jika rantai pamali yang hukumnya tidak jelas itu kita ganti dengan Nasihat Rasululloh Saw; Rasulullah bersabda;

  "Apabila seseorang di antara kalian makan hendaknya ia makan dengan tangan kanan dan minum hendaknya ia minum dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (Riwayat Muslim dari Ibnu Umar ra).

Nah segitu dulu cerita dari Mang Yono .....


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Comments
0 Comments