Burung layang – layang bertelur, tapi tidak ada iler dalam sarang seperti burung walet.

Sampurasun … Rampes …. 

Sebelumnya Blog Mang Yono pernah menulis Burung Layang-Layang atau Pacific Swallow (Hirundo tahitica) bersarang di kanopi rumah saya . Waktu hari minggu saya lihat tuh sarang Burung layang-layang, ternyata sudah bertelur 3 Buah. 

Setelah saya amati kok warnanya sedikit berbeda dengan telur burung yang lain, ini warnanya tidak putih semua tapi ada bercak – bercak coklat kemerah – merahan besar telurnya sih hampir sama dengan telur burung pipit, silahkan baca juga Cerita berburu telur burung Pipit, Anak burung, Sarang burung pipit atau di postingan lainnya yang berkaitan dengan burung - burungan.


Burung layang – layang bertelur, tapi tidak ada iler dalam sarang seperti burung walet.
Burung layang – layang, poto by Blog Mang Yono
Biasanya pembudidaya walet akan menggantikan telur burung layang – layang dengan telur burung walet, yang diharapkan nanti setelah menetas akan menjadi walet – walet yang menghasilkan Dollar, katanya telur burung walet dapat dibeli pada penyedia telur burung walet, tapi katanya harganya cukup mahal juga, berhubung anak saya mau lulus sekolah SD jadi rencana untuk mengganti telur burung layang – layang dengan telur burung walet saya tunda dulu, uangnya mau dipakai untuk bayar UN dan iuran lainnya hehehe. Siapa tahu aja ada yang mau ngasih telur burung walet kesaya hehehe.
 

Kalau berbicara tentang eram – mengeram telur saya sedikit tahu tentang ini, karena saya sering memperhatikan Ayam saya. Ups, Ayam anak saya ding, saya suka perhatikan yang sedang mengerami telurnya. Biasanya induk ayam mengerami telur untuk memberi kehangatan. Untuk meratakan suhu telurnya, induk ayam akan membolak-balik telur ayam agar tererami secara merata. Pada hari ke-21 telur ayam akan menetas dan anak ayam akan keluar dengan sendirinya tanpa dibantu oleh Bidan Desa atau Dokter bedah Kandungan … #Semprul hehehe. 
Telur Burung layang – layang, poto by Blog Mang Yono
Telur Burung layang – layang, poto by Blog Mang Yono

 


Cara induk untuk mengerami telur dan lamanya waktu pengeraman pada setiap jenis burung berbeda-beda:

(i). Burung layang-layang mengerami telurnya selama 10 hari. 
(ii). Burung gereja, jalak dan pipit 12 hari.
(iii). Burung hantu 30 hari.
(iv). Burung saya mengeram terus menerus tapi telurnya gak menetas menetas tetap saja dua  ... #Semprul hehehe.


arang Burung layang - layang di tembok, by Blog Mang Yono
Sarang Burung layang - layang di tembok, by Blog Mang Yono




Cukup segitu saja ulasan info tentang telur burung dan telur - telur lainnya…. Apakah anda punya burung juga?. hehehe
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar