Alat Berat Tower Crane dan Mengetahui Cara menghitung Biaya pengadaannya

Sampurasun … Rampes … 

Blog Mang Yono. Didalam pengerjaan proyek bangunan, kita sering kali melihat banyak, alat berat, itu untuk mempercepat suatu pekerjaan. Alat alat berat yang digunakan dalam proyek bangunan bervariasi jenis dan fungsinya. Berikut ini saya akan mengupas tentang alat berat Tower Crane. 

Alat Tower Crane sangat dibutuhkan pada proyek proyek bangunan, khususnya pada proyek pembangunan gedung bertingkat tinggi yang lantai bangunannya mencapai puluhan. Keberadaan dari Tower Crane itu sendiri menjadi sangat penting karena banyaknya fungsi yang bisa digunakan melalui alat Tower Crane ini. 

Alat Berat Tower Crane dan Mengetahui Cara menghitung Biaya pengadaannya
Alat Berat Tower Crane Poto by. Blog Mang Yono
Fungsi utama dari alat ini adalah sebagai media lalu lintas material bangunan dari bawah ke atas ataupun sebaliknya dari atas ke bawah, seperti pada pengerjaan pengecoran beton, campuran / adonan beton dapat diangkat dengan menggunakan Concrete Bucket dari truk mixer menuju area pengecoran, Tower Crane juga dapat difungsikan untuk memindahkan besi atau mengangkat material bangunan dari yang panjangnya se’uprit sampai panjangnya bermeter – meter, sebagai alat angkat bahan material dan alat-alat seperti mesin-mesin konstruksi, beton, besi, baja,  dan lain sebagainya.

Tower Crane

Tidak bisa dibayangkan, berapa lama coba waktu serta tenaga yang diperlukan untuk mengangkut material ke atas yang bangunannya memiliki  puluhan lantai tanpa menggunakan Alat Tower Crane, saya pernah mengangkat pipa 1,5 Inci dengan panjang 6 meter kelantai 15 itu di gedung daerah Sudirman, Jakarta. Waktu itu pipa yang harus diangkat kelantai 15 sebanyak 30 batang, 1 batangnya menghabiskan waktu rata – rata 10 - 20 Menit dan memerlukan Tenaga Kerja 16 Orang karna lewat tangga, khan mau lewat Lipt nggak bias karena maksimal panjang barang untuk masuk lift yaitu 3 meter, itu hampir memakan waktu sati hari loh, coba kalau menangkat menggunakan Tower crane waktu yang dibutuhkan paling juga 10 menit sudah sampai semuannya, Cuma kalau waktu itu menggunakan Tower cran tetap tidak bisa juga karena bangunan tersebut sudah jadi dan bangunan tersebut jumlah lantainya 38, lantai yang mau dituju adalah lantai 15, tetap tidak bias khan hehehe.


Kembali lagi ke Tower Crane, dalam penggunaannya, Tower Crane harus direncanakan terlebih dahulu dengan baik. Penempatan, pondasi, dan jadwal penggunaan alat ini haruslah tepat agar dapat difungsikan secara maksimal


Saya mau Tanya pernahkaah sobat melihat gedung bertingkat sedang di bangun? Kalau sobat sering mengunjungi proyek gedung bertingkat, pasti lah sudah pernah melihat, tapi mungkin sobat ada yang belum pernah naik ke atas Tower Crane ya heheh, kalau saya sih dulu sering hehehe ( waktu masih muda hehehe) bahkan Masuk Kerja Uji Nyali dengan Tower Crane, Tower Crane sebuah alat yang berdiri serta struktur kokoh yang terbuat dari baja yang berdiri tinggi menjulang.


Tower Crane ini dipasang atau dirakit di lokasi proyek pembangunan, secara bertahap mengikuti perkembangan pembanguan gedung, semakin tinggi gedung maka semakin tinggi juga Tower Cranenya.

Pasti ada yang masih bingung ”Bagaimana cara membangun tower crane?”
Untuk membangun Tower crane dibutuhkan beberapa komponen sepert:
Pondasi harus kokoh dan kuat

 Pondasi

Pondasi dibuaat sekuat mungkin agar dapat menyangga Tower Crane, pada bagian inilah kaki tower crane dibaut dengan tiang pancang, pile cap dengan ukuran sesuai gambar rekomendasi dari suppler.


Section / Tiang

Bagian ini merupakan bagian vertikal tiang dari tower crane sesuai yang saya ketahui biasanya tinggi dari tiang persectionnya yaitu 3 Meteran, yang bisa terus tumbuh seiring dengan kebutuhan tinggi gedung yag sedang dibangun.  Pada bagian ini terdapat tangga vertikal yang nantinya akan digunakan oleh operator untuk naik ke atas dan turun kebawah hehehe.


Unit yang berputar

Unit  berputar ini terbagi  menjadi Tiga bagian yaitu Horizontal jib, yang berfungsi sebagai bagian pengangkat beban. Lalu ada mesin penggerak tower crane bernama Machinery jib, selain sebagai mesin penggerak alat ini juga digunakan sebagai penyeimbang saat mengangkat beban. Dan yang terakhir tentunya harus ada ruangan pengendali tower crane/ Cabin. Ruangan ini tidak begitu besar dan ruangan operator ini gak bisa untuk selonjoran apalagi tidur berbaring heheh, ini berfungsi sebagai ruang kendali. Ruangan ini memiliki jendela besar untuk memastikan operatordapat melihat secara keseluruhan. Di bagian depan atau bagian samping kiri dan kanan

Tower Crane Berdiri kokoh

Menurut yang say abaca Tipikal tower crane memiliki spesifikasi tinggi maksimum 80 meter,  jangkauan maksimum  70 meter dan daya angkat maksimum hingga 20 ton, tetapi tower crane tidak boleh mengangkat beban sebesar itu pada ujung terjauh jib nya. Semakin dekat posisi beban yang diangkat dengan tiang tower crane, semakin besar beban yang dapat diangkat dengan aman.

Oleh karena itu pembebanan tower crane mengikuti prinsip pengurangan dan perhitungan beban. Maksud saya apabila beban berada sejauh 30 meter dari tiang, maka beban yang diperbolehkan sebesar 10 ton. Apabila beban berada sejauh 50 meter, maka beban yang diperbolehkan sebesar 6 ton dan seterusnya.
Kalau yang masih bingung juga cara pemasangannya silahkan tonton di Vidio cara memasang Tower Crane di proyek

Untuk pengadaannya tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit, biasanya biayanya sudah dihitung oleh Kontraktor struktur bangunan dan bagian peralatan.

Untuk yang ingin mengetahui cara perhitungan Biaya sewa atau pengadaan Tower Crane, begini kira – kira:

Biaya Pondasi + Angkur

Pembuatan pondasi untuk meletakan angkur Tower Crane harus sesuai dengan gambar rekomendasi dari Suppler Tower Crane, tapi ada juga pembuatan pondasi ini di laksanakan oleh pihak proyek, untuk pondasi Tower Crane menggunakan Tiang pancang dan pile cap beton bertulang dengan ukuran  mengacu pada Beban, tinggi dan jangkauan jib Tower Crane.

Biaya sewa / Rental Tower Crane

Biasanya diperhitungkan untuk 1 bulan

Biaya Erection dan Dismantling

Yaitu biaya untuk mendirikan serta membongkar Tower Crane apabila proyek dan kontrak sudah habis

Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi

Yaitu biaya untuk mendatangkan Tower Crane ke lokasi dan untuk mengembalikan Tower Crane ke penyedia Tower Crane.


Biaya Listrik untuk Tower Crane

Nah ini juga ada perhitungan tersendiri karena harus menyediakan Genset dan solar untuk Genset. 

Biaya Operasi Tower Crane

Yaitu untuk biaya Gaji Operator, uang makan operator dan Uang lembur operator apabila operator tersebut bekerja lebih dari 8 Jam .

Biaya asuransi Alat

Biaya Perijinan Disnaker.

Proyek masih pembuatan lantai Basemen

Nah, untuk mengetahui Berapa biaya yang harus disediakan untuk pengadaan Tower Crane berikut cara perhitungannya, kalau untuk biaya yang pastinya mungkin tidak segini jumblahnya sob heheheh, ya sudah ini untuk contoh saja misalnya kita mau sewa untuk 8 bulan.


Biaya Pondasi + Angkur              = 1 Ls   x 100.000.000 =   100.000.000
Biaya Sewa Tower Crane              = 8 Bln x  95.000.000  =   760.000.000
Biaya Listrik untuk TC                    = 8 Bln x  35.000.000  =   200.000.000
Biaya Erection & Dismantling       =1 ls     x  85.000.000  =     85.000.000
Biaya Mobilisasi & Demobilisasi  = 1 ls   x  95.000.000   =     95.000.000
Biaya Operator ( 2 Orang)              = 8 Bln x 18.000.000   =  144.000.000
Biaya asuransi Alat                           = 1 ls  x   2.500.000   =       2.500.000
Biaya perijinan Disnaker                  = 1 ls x   10.000.000  =     10.000.000
                                          
 Biaya 8 Bulan                       =1.396.500.000
                                           Untuk Biaya Perbulan          = 1.396.500.000 / 8 
                                          Total Biaya Perbulan            = 174.562. 500

Begitulah cara menghitung pengadaan Tower Crane sesuai yang pernah saya alami
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar