Memancing ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda)

Sampurasun ….. Rampes …. 

Blog Mang Yono. Postingan tentang memancing sudah banyak ditulis oleh para mancing mania, tapi kalau mancing ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) sepertinya tidak terposting, tapi bisa juga sudah banyak diposting hehehe. Ya, sudah Ora Popo hehe. Sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang Mancing atau Ngurek Belut,  tapi kalau mancing belut atau ngurek belut berbeda dengan mancing Ikan Wader

Kebiasaan Mancing ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) ini kesukaan saya waktu kecil, sepulang sekolah SD atau SMP, setelah makan, ganti pakaian, saya langsung mancing ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) di sungai, kebiasaan ini malah nurun ke anak saya yang suka Mencari ikan di sawah” berani kotor itu baik !”. Ya, sudah biar lah, anak biarkan saja, untuk Pembelajaran perhatian dan kepedulian untuk anak dengan memelihara ikan di Kolam. Karena letak Rumah saya yang sekarang deket dengan sungai, kira – kira 50 Meter  sudah sampai ke sungai. Kalau rumah nenek saya yang sekarang malah deket lagi, sekitar  15 Meter sudah bisa nongkrong di sungai, kalau Rumah nenek saya yang dulu sekitar 50 Meteran, kok sama dengan Rumah saya yang sekarang ya?, jelas saja, la wong saya punya Istri ke tetangga, lima langkah langsung nyampe hehehe. Sungainya tidak terlalu besar sih kira – kira lebar dari tepi – ketepi sekitar  10 Meter,lebar juga ya lumayan dah buat berenang 5 kali bolak – balik saja sudah ngos – ngosan hehehe. Tapi perlu di ketahui, arus sungai ini kadang arusnya deras, tapi kadang arusnya tenang menghanyutkan, karena sesuai yang saya ketahui, sudah 4 orang yang hanyut dan meninggal disungai ini.

Memancing ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda)

Ikan Wader atau Beunteur, Paray bahasa Sunda

Yuk, kita lanjutkan lagi cerita mancing ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda). Minggu kemarin saya mencoba mancing ikan ini, rasanya kikuk juga, mungkin karena sudah lama, kali ya heheheh.

Bahkan dulu saya waktu memancing suka baca mantra ini biar banyak dapat ikan. Mantra ini dari teman saya hehehe. Hasilnya sungguh luar biasa, entah ikannya banyak, entah mantrannya manjur hehehe. 
"Nini beutekuk hulu… Aki betekuk hulu… Nu mondok di gowok cadas…  Sor blenongSor blenongSor blenong 
Kirim aing cacing kuning… Tali na rantay emas… Jol aing jol sia Tah lauk…  Tah lauk… Tah lauk…
Untuk memulai memancing ikan ini, yang perlu disiapkan yaitu: 
(A). Joran pancing ( Jeujeur useup bahasa Sunda ) yang lentur, sehingga iikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) nantinya gampang terkait mata kail, kemudian ukuran mata pancing no 0,2 ; 0,5 ; 0,8; 1 ; 2 tapi tergantung yang mau kita pancing saja ding hehehe. Begitu juga senar atau bahasa sundanya kenur memakai ukuran nomor 1 yang lembut dengan panjang sekitar 1,5 - 2 Meter dan timah pemberat sesuaikan dengan keadaan arus sungai, tapi kadang saya kalau mau memancing ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) tidak menggunakan timah pemberat, tetapi menggunakan pelampung atau bahasa sundanya kukumbul, karena ikan jenis ini biasa sering muncul ke permukaan sungai bukan didasar sungai seperti ikan Lele dumbo atau lele biasa. 

(B). Untuk umpannya saya biasanya menggunakan : 
(1). Cacing sawah / cacing fosfor ( Lo’ot bahasa Sunda), cacing ini biasanya suka ada di bawah akar pohon padi yang masih tergenang air.

(2). Cacing batang pohon pisang, cacing ini berwarna kemerahan dengan ukuran yang lebih kecil dari cacing tanah pada umumnya.  Cukup mudah untuk mendapatkan jenis cacing ini.  Ia bisa didapatkan dari dalam batang atau bonggol pohon pisang yang telah membusuk. 

(3). Siraru atau bahasa indonesianya disebut Laron yaitu serangga dari jenis rayap bersayap, bisa terbang, biasanya muncul pada malam hari, setelah turun hujan.  Siraru atau Laron ini biasanya mendatangi cahaya lampu dalam jumlah ratusan ekor.  Keberadaannya nyaris tidak bisa ditebak, jadi terkadang agak sulit menyesuaikan antara waktu memancing dengan keberadaan umpan laron.  Laron juga tidak tahan lama disimpan, karena bisa mati dan membusuk.  Untuk memperpanjang umur laron, maka laron bisa disimpan dalam sebuah wadah yang di dalamnya disediakan koran basah.
 
(4). Kalau mau pakai umpan racikan saya suka membuatnya dengan campuran: 
kuning telor mentah bagian putihnya bisa di pakai untuk Mengawetkan Photo Atau Gambar, gajih domba atau kambing ( kalau ada ) bisa di panaskan dulu biar mencair , kue bolu. 

Cara meraciknya : 
Lembutkan Kue bolu di wadah dengan sendok, kemudian  masukkan kuning telur dan gajih langsung aduk terus sampai lekat. Mengenai kelembekan umpan bisa diatur dengan kue bolu.

Ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) ini kebanyakan memiliki ukuran yang kecil, namun jika dimasak memiliki rasa yang sangat gurih bahkan beberapa orang menganggapnya sebagai salah satu ikan air tawar yang paling enak untuk disantap walaupun banyak durinya,

Ikan ini lebih sering banyak dijumpai di sungai-sungai yang tidak terlalu dalam atau dipinggir rawa yang cukup jernih airnya, dan pada umumnya memiliki ukuran antara sebesar jempol tangan hingga 4 jari. Wader (Beunteur bahasa Sunda)  merupakan ikan dari suku Cyprinidae

Namun kabarnya terdapat hingga ratusan jenis ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) yang ada didunia dengan tiap negara memiliki sebutan nama yang berbeda-beda, bahkan di Indonesia sendiri tiap daerah memiliki sebutan nama yang juga berbeda-beda, seperti ikan cere sebutan dari orang Betawi, paray, beunteur sebutan dari orang Sunda, pantao dan seluang oleh orang Sumatera, seluang bagi orang Kalimantan, wader ijo bagi orang Jawa, mungkin di daerah sobat juga namanya berbeda ya untuk sebutan  ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) ini.

Ikan ini biasanya hidup secara liar, tapi ada juga yang sudah mencoba untuk membudidayakannya, namun salah satu hal yang sangat menarik adalah ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) menjadi salah satu favorit bagi para pemancing. Alasannya walaupun sebagian besar berukuran kecil, namun sangat mudah untuk dipancing karena mereka sering hidup secara bergerombol dan sangat rakus untuk makan, seakan-akan tidak merasa kenyang hehehe.



(C). Cara memancing Ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) 
(1). Jika sobat sudah berada dilokasi untuk memancing, cari tempat yang airnya jernih, agak dalam, agak tenang airnya, Apabila airnya agak deras tapi cara ini bisa digunakan untuk air yang tenang juga, karena tujuannya untuk memanggil Ikan Wader (Beunteur, Paray bahasa Sunda) supaya pada datang, ini cara biar ikan pada ngumpul dan berdatangan, cari pohon singkong, kalau bukan punya sendiri minta lah ke pemiliknya, satu pohon juga cukup, dan biarkan utuh, daunnya jangan diperetel atau di potes kemudian masukan pohon singkong bersama daunnya  kedalam air biar tidak hanyut ikat pada kayu atau bambu dengan arah memotong arus sungai atau juga dengan seutas tali dengan panjang melebihi kedalaman air sungai dan diberi gandulan/pemberat dengan menggunakan batu lalu cemplungkan kesungai atau tancapkan langsung pohon singkongnya pada bibir sungai dengan arah memotong arus sungai, hal ini bertujuan agar pohon dan daun singkong tidak terseret arus air. Melalui daun singkong yang direndam tersebut, kemungkinan besar ikan wader akan bergerombol untuk memakannya.


(2). Masukan mata pancing anda kedalam air tapi pastikan mata pancingnya diberi umpan terlebih dahulu, karena kalau tidak diberi umpan gak bakalan dimakan tuh sama ikannya, kecuali ikannya stress hehehe,



(3). Lihat dan perhatikan pelampung kalau bergoyang – goyang itu tandannya ikan sudah mulai culak – colek pada pancing, apabila pelampung tenggelam bahkan jorannya sampai tertarik melengkung, cepat – cepat tarik joran tersebut.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar