Mencukur rambut anak kecil harus ekstra sabar

Sampurasun .... Rampes ....

Blog Mang Yono. Anak saya Gigin umurnya 2 Tahun lebih dikit, paling susah kalau dicukur rambutnya. Hari ini Jumat tanggal 25 Juli 2014, pagi – pagi sekali istri saya yang bertugas mencukur rambut Gigin ini. Khan bentar lagi mau lebaran hehehe.

Pada sa'at dicukur rambutnya harus disiapkan mainan, mungkin setiap anak juga begitu ya. Tapi dulu anak saya yang sulung "Gugum" waktu umur 2 tahun gampang kalau dicukur. Berbeda dengan adiknya ini yang gak bisa diam.

Mencukur rambut anak kecil harus ekstra sabar
Mencukur rambut Gigin harus ada mainan air 
Saya gak pernah membawa Gigin ke tukang cukur, tetapi pencukuran rambutnya dilakukan oleh saya atau Istri saya. Kalau dicukur rambutnya saya harus mengarahkan mata Gigin ke mainan atau daerah lain, jangan sampai melihat gunting atau sisir, kalau pas melihat pasti dah gunting dan sisirnya di rebut. Tiga Puluh menit berlalu, akhirnya proses mencukur rambut selesai. 

Gigin sedang dicukur mamahnya
Gigin sedang dicukur mamahnya


Walau sesekali ngerengek, kalau melihat potongan / helaian rambut yang berjatuhan / berserakan di bawah, anak saya ini suka takut kalau melihat potongan rambut, mungkin semua anak kecil begitu ya?. Kini Gigin tampak lebih Rapih. Bentuk kepalanya tampak lucu. Rambutnya yang dipotong cuma pinggirnya saja, sedangkan dibagian belakang dibiarkan panjang ( kucir ).

Agar si kecil mau dicukur atau dipotong rambutnya, diperlukan Cara atau Tips . Ingat, karena si kecil belum memahami betul tentang potong rambut ini.

Mungkin saja anak kecil atau balita begitu takut ketika melihat helai demi helai rambutnya jatuh, ada gunting tajam yang memotong dan mendekati kepalanya

Silahkan baca : Tukang Cukur Keliling di Pagaden Barat, Subang

Inilah ada Cara / Tips untuk memotong atau mencukur rambut anak kecil atau balita.

(i). Kita bisa memakaikan anak topi visor atau topi yang sering digunakan untuk bermain tenis atau golf. Tujuannya supaya anak tidak melihat si tukang cukut memotong rambutnya dan tidak melihat rambut yang berjatuhan. Berikan pula benda-benda yang disukainya seperti bedak, air atau mainan lainnya sehingga ia fokus pada benda tersebut, bukan pada rambutnya.


(ii). Kalau dilakukan di salon bawalah mainan kesukaannya, entah itu mobil-mobilan, boneka, pistol-pistolan, tiup balon, atau lainnya. Sebaiknya mainan tersebut bisa menyala, berbunyi, dan bergerak sehingga anak lebih menyukainya. Lebih baik lagi jika mainan baru sehingga anak belum bosan memainkannya. Dengan mainan yang menarik di tangannya, anak bisa tidak peduli pada rambutnya yang dicukur.

(iii). Kadang kala, sulit sekali memotong rambut belakang anak karena ia sulit diminta menunduk. Kita bisa menggunakan bola kecil, botol kecil atau air di ember yang diletakan dibawah.

Bila di tengah memotong rambut, anak meronta, menendang, menangis, dan lainnya, sebaiknya hentikan memotong rambut.


(iv). Bila di tengah memotong rambut, anak meronta, menendang, menangis, dan lainnya, sebaiknya hentikan memotong rambut. Setelah anak tenang, kita bisa melanjutkannya kembali.

(v). Tetapi jika tak kunjung tenang, apa boleh buat, hentikan sama sekali, dan kembali lagi di kemudian hari. Sangat berbahaya jika meneruskan memotong rambut pada saat anak tak tenang.


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar