Menyulap pekarangan berdebu di musim kemarau

Sampurasun .. Rampes.

Blog Mang Yono. Kemarau masih berlangsung, hujan tak kunjung turun, daripada pekarangan berdebu, mendingan disiram saja, maksud menyiram ini adalah untuk membasahi agar tak berdebu dan mudah disapu untuk membersihkan sampah diatas permukaan tanah sekalian memberikan air / menyiram pada tanaman hias, pohon - pohon depan rumah biar bisa tetap tumbuh dan berkembang. Apalagi pohon Rambutan depan rumah sedang berbunga

Karena debu yang tertiup angin dapat mengganggu pernapasan bahkan debu dapat menyelinap masuk kedalam rumah dan mengotori perabotan dalam rumah, khan bikin repot ya tiap hari kita membersihkan perabotaan rumah yang berdebu.

Anak saya "Gigin" sedang melihat Penyiraman pekarangan rumah yang berdebu. Anak saya "Gigin" sedang melihat Penyiraman pekarangan rumah yang berdebu.

Baca Situ / danau Cijambe, Kukulu airnya mengering

Untuk mengatasi ini saya biasanya menyiram menggunakan pompa air  3 Inci , sumber airnya ya dari Sungai “ Ciasem “ kalau dari air sumur mah sayang atuh hehehe.


Meskipun agak jauh dari sungai, sekitar 100 meteran dengan menanjak / naik dengan ketinggian 12 Meter dari permukaan sungai, tapi kalau menggunakan pompa yang bagus mah, kuat atuh, asal jangan jebol saja selangnya atau ketusuk duri selangnya hehehe. Maklum selang yang digunakan dari pelastik tipis ( beli selang tebal, gak punya uang hehehe ).
Menyulap pekarangan berdebu di musim kemarau
 Menyulap pekarangan berdebu di musim kemarau
Penyiraman pekarangan rumah yang berdebu, biasa dilakukan seminggu sekali, kalau terlalu sering malah gak baik, bikin kering kantong ... hehehe, khan harga bensin atau pertamax sekarang mahal ya, jadi cukup seminggu sekali saja itu dah cukup, yang penting pekarangan rumah tidak begitu berdebu bila tertiup angin.
Penyiraman biasa dilakukan seminggu sekali
 Penyiraman biasa dilakukan seminggu sekali

Penyiraman pekarang ini gak saya lakukan sendiri sih, tapi dikerjakan oleh tetangga saya yang baik hati, kalau saya cukup ngeliatin saja sambil jeprat – jepret ambil gambarnya. Lagak wartawan, padahal gak mau repot narik – narik selang hehehe. Tapi gak apa khan, la wong tetangga saya saja senang, katanya pekarangan kalau disiram tidak berdebu, biar anak – anak main di halaman sedikit agak nyaman.
Kalau anak - anak malah seneng ngeliat air, jadinya basah - basahan
 Kalau anak - anak malah seneng ngeliat air, jadinya basah - basahan dah. Para orang tua jangan marahin saya ya, gegara baju anaknya basah. Para orang tua juga pasti dah mengalami seperti anak - anak kecil ini " basah - basahan dengan riang gembira ... Hayo yang masa kecilnya seperti ini, koment dong ...heheheh
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar