Cerita Gadis Penjemur Padi

Sampurasun ... Rampes.

MANGYONO.com -  Ini cerita tentang anak gadis tetangga saya... Walau dia masih remaja tapi dia gak merasa gengsi atau minder dengan aktivitas seperti ini... Saya acungkan jempol dah buat Neng MITHAyang masih remaja sudah bisa membantu kedua orang tuanya... dulu mah saya boro - boro begitu... disuruh makan aja susahnya minta ampun ... katanya ... hehe.

Nah, biar gak penasaran dengan cerita dari neng MITHA, silahkan baca ya..... Berikut cerita si Neng ke admin BLOG MANG YONO di sela - sela aktivitasnya ....


*******

Tadi pagi aku di bangunkan ibu jam 4.30 pagi, aku langsung menuju kamar mandi untuk mengambil air wudzu terus solat subuh, rasanya memang sangat ngantuk sekali, tapi bagaimana lagi solat adalah kewajiban bagi setiap muslim diseluruh penjuru dunia ini,  dan musuh terberat saat subuh yaitu kantuk yang sangat luar biasa, meski sebenarnya solat subuh hanya berjumlah 2 raka'at.... Harus penuh perjuangan.. He.


Cerita Gadis Penjemur Padi
Cerita Gadis Penjemur Padi. MITHA sedang menjemur padi di halaman rumah

Setiap pagi tiba semua orang dirumah mulai sibuk, bapak yang sudah berangkat ke sawah sekitar jam 7 kurang 30 menit, ibu juga menyusul bapak kesawah sekitar jam 8 pagi. Nah tugas aku sekitar jam 9 pagi yaitu menjemur padi, memang anak petani seperti saya ini sudah tidak asing lagi dengan pekerjaan seperti ini, ini padi yang didapat 2 hari yang.

Kebetulan tadi pagi jam 9 matahari sudah terasa panas, aku siapkan terpal 4X3 meter di depan rumah di pekarangan, terpalnya aku bentangkan seperti membentangkan tiker, setelah semuanya sudah siap, tali yang mengikat karung aku buka, dan mulailah gabahnya aku tumpahkan ke terpal, kebetulan padi yang aku jemur hanya 1 karung saja. Kalau cara meratakannya seperti ini... Ratakan kesemua arah supaya terkena sinar matahari yaitu dengan mengunakan papan sekitar 1 meteran yang diberi pegangan sepanjang 2 meter.

Setelah padinya mulai rata, aku mulai ke kamar mandi, karena ada 5 baju yang harus aku cuci. Setelah selesai mencuci aku ngecek jemuran padi, aku nunggu deket kamar sambil memantau padi yang sedang terkena terik matahari itu, dan pengganggu terberat ketika menjemur padi itu adalah ayam-ayam tetangga, khususnya ayam Mang Yono yang suka wara-wiri sana-sini yang suka makanin dan ngacak-ngacakin padi yang sedang dijemur. Tadi juga ada sekitar 5 ayam yang mau makan padi yang sedang di jemur, tapi dengan sigap aku mengusirnya, kalo bahasa sundanya mah ( di gebahkeun ). Oh ia padi itu memang harus di jemur lo soalnya supaya gampang ketika nanti di giling di tempat penggilingan, kalau gak dijemur nanti berasnya bubuk alias ancur .. He

Gadis penjemur padi
 Gadis penjemur padi

Setelah padinya kering “NYELETRUK” Aku mulai siapkan karungnnya, terpal yang dipake ngejemur di tarik ketengah dari segala arah, seperti mau membungkus, nah setelah semua padi sudah terkumpul di tengah baru memasukan padinya kedalam karung dengan sebuah piring plastik. Lumayan kewalahan juga.. Oh ia, dikeluarga saya gak suka beli beras, melainkan menggiling sendiri di "Heleran " tempat penggilingan. “

******


Nah, dengan perjuangan gadis cantik ini .... Gimana yang suka membuang nasi dengan percuma, atau tidak menghabiskan nasinya?. Jangan mentang-mentang beras/nasi bisa dibeli dengan uang, bisa di apakan seenak jidat. Di balik enaknya nasi, ada proses yang sangat melelahkan loh, jika kalian merasakannya proses tumbuhnya padi sampai sudah tersedia di piring, didepan mata kalian, pasti kalian gak akan menyia-nyiakan nasi itu.... Ingat itu... Ingin mendapatkan sepiring nasi itu harus penuh perjuangan harus menanam, memanen, menjemur, mengguiling, memasak ..... Nanti nasinya bisa nangis loh....

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar