Tentang Tanaman Padi Sawah

Sampurasun ... Rampes.

MANGYONO.com – Panggil saja saya Yono, saya merupakan Anak dari keluarga sederhana dan hidup sebagai petani. 

Saya tinggal di desa sejak kecil tepatnya di Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Subang yang terkenal dengan daerah pertanian, orang tua saya keduanya sudah meninggal, waktu saya masih kecil. Saya tinggal dengan Nenek dan Kakek yang bekerja sebagai petani, oleh karena itu saya juga suka bertani. 

 
Ini foto padi di sawah admin...
 Ini foto padi di sawah admin... Sawah admin sih gak luas... Cuma 2 petak aja.

Dulu, ketika saya masih kecil sering diajak nenek untuk menemaninya pergi ke sawah, hasilnya cukup untuk kami makan dan memenuhi kebutuhan hidup, di sana saya dibuatkan “Saung” gubuk kecil untuk berteduh, sementara Nenek bekerja merawat padi-padinya. Setelah saya mulai mengerti bersawah, saya suka membantu Nenek dan Kakek di sawah meski hanya sebentar dan masih suka bermain.... Hehehe. Nenek dan Kakek mengenalkan banyak pengetahuan tentang sawah yang kini masih teringat dalam benak, dalam bersawah tentu ada beberapa hal yang harus dijalankan agar hasil panen dapat melimpah, perlu penggarapan yang serius dan mempeliharanya agar terawatt dan membuahkan hasil yang baik pula.

Bulir - bulir Padi Masih hijau umur sekitar 80 Hari
Bulir - bulir Padi Masih hijau umur sekitar 80 Hari

Dari pengalaman yang saya tahu dengan menggunakan cara yang masih tradisional dan kental dengan budaya Sunda, sekarang saya menanam padi dengan cara yang masih tradisional... Nah, berikut foto – foto tanaman padi saya di sawah blok Bakan bandung. 

Sekitar 3 Mingguan lagi padi siap untuk dipanen
 Sekitar 3 Mingguan lagi padi siap untuk dipanen

Cara bertani ini merupakan warisan dari Nenek dan Kake saya yang paling berharga melebihi warisan harta da benda....
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar