Menjadi Keluarga Petani itu Sesuatu

Menjadi Keluarga Petani itu Sesuatu

Namaku Yono, anak tunggal dari keluarga petani. Tanahku dikampung tak terlalu luas. Kurang dari 1 hektar. Dalam keadaan itu aku sadar, tidak ada harta benda yang mampu aku sisakan kepada anak - anak kami. Maka, satu harapan besar keluarga kami adalah dengan menyekolahkan anak-anak kami untuk dapat bekal ilmu demi menyongsong masa depan. Ibarat kata, selembar ijazahlah dan segudang ilmu yang kami ingin berikan kepada anak-anak kami. Harapan besar kami dengan ilmu itu anak - anakku mampu memperbaiki hidup hingga tak mengalami kesulitan seperti kami.

Udara di pagi hari terasa sejuk .... Beeeer, aku dan istriku melihat hamparan sawah sangat asik dan menyenangkan. Rumahku tidak jauh dari sawah kami. Sehingga, jika kami ingin pergi ke sawah, tidaklah menghabiskan tenaga banyak. Pagi-pagi sekali, rasanya kami ingin sekali pergi kesawah yang hamparannya di desa sebelah rumahku. Melihat suasana sawah yang membuat hati tenang. Baca Petani Blok Tegalsungsang, Pagaden Barat, Subang sebentar lagi panen raya

Menjadi Keluarga Petani itu Sesuatu. Aku dan istriku  berkeliling di pematang sawah.
Menjadi Keluarga Petani itu Sesuatu. Aku dan istriku  berkeliling di pematang sawah.
Foto jepretan Hari Minggu, Tgl. 27 Maret 2016 di sawah admin di Bakan Bandung, Desa Bendungan, kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.


Aku ingin sekali merasakan menjadi seorang petani yang sudah susah payah merawat padi untuk kelangsungan hidupku juga. Sedangkan aku melihat banyak para petani yang sudah terlebih dahulu berangkat kesawah.

Sungguh betapa senangnya hatiku bisa melihat tanaman padiku yang tumbuh subur “hijau royo – royo”, ternyata jadi petani dan menanam padi sangatlah menyenangkan, tetapi dari semua pekerjaan dari petani, banyak sih yang kurang harus aku pelajari lagi. Tetapi alhamdulilahnya kakek, dan mertua ku adaah petani juga yang selalu menuturi dan memberi intruksi ketika aku melakukan kesalahan dalam pertanian, khususnya budidaya padi sawah.



Inilah saung / gubuk di sawahku.
Inilah saung / gubuk di sawahku.
Foto jepretan Hari Minggu, Tgl. 27 Maret 2016 di sawah admin di Bakan Bandung, Desa Bendungan, kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.


Matahari sudah diatas kepala, dan udara sudah terasa panas, aku mengambil “Cetok” (sunda:penutup kepala dari anyaman bambu) milik mertuaku sebagai penutup kepala.

Aku dan istriku, ke saung sawah. Kami makan dulu, sambil memandang hamparan sawah kami. Selesai makan kami istirahat sebentar. Beberapa jam kemudian terdengar suara Adzan sudah di kumandangkan. Terik matahari semakin terasa panas. Itu menandakan kami harus segera berkemas-kemas untuk pulang kerumah. Akupun terasa puas melihat tanaman padi yang tumbuh subur.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar