Skip to main content

Panen Padi Ketan di Pagaden Barat, Subang

Panen Padi Ketan di Pagaden Barat, Subang

Masa panen padi Ketan Grendel di Bakan Bandung, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, di Kabupaten Subang baru di mulai terutama di sawah admin yang ditanami Padi ketan Grendel.

Sepanjang masa panen ketan ini, sepak terjang para tengkulak tidak bisa direm. Sampai silih berganti datang ke sawah yang sedang panen.

Seperti diakui Yono, 37, petani di Pagaden Barat, Subang, saat ditemui mangyono.com, Jumat (06/5/2016), di sela acara panen padi Ketan Grendel di Bakan Bandung.

Panen Padi Ketan di Pagaden Barat, Subang
 Panen Padi Ketan di Pagaden Barat, Subang

“Lahan saya hanya 3.200 meter persegi. Panennya baru dimulai, semua hasil paen padi ketan saya jual. Harganya Rp550.000per kuintal gabah, rendah banget,” tutur dia.

Yono mengatakan fenomena menjual hasil panen kepada tengkulak dilakukan mayoritas petani di lingkungannya. Alasannya sama, petani butuh modal untuk memulai tanam padi berikutnya.

Penuturan senada disampaikan Nurja, petani mertua Yono... hehehe, yang juga sedang panen padi ketan. Tanaman padi ketan miliknya seluas 5000 Meter persegi sedang dipanen.

Panen Padi Ketan sawah admin di Pagaden Barat, Subang
 Panen Padi Ketan sawah admin di Pagaden Barat, Subang

Seperti halnya Yono, Nurja juga menjual hasil panen kepada tengkulak. Selain harga jual gabah yang rendah, Yono dan Nurja direpotkan dengan serangan hama. Sebab, banyak bulir padi di lahan mereka yang gapuk atau tak ada isinya akibat hama.

Masih ada 2 hektare tanaman padi ketan yang sedang menunggu dipanen yaitu milik H. Mugni. Satu hektare lahan menghasilkan sekitar 8 - 9 ton padi ketan.

Baca juga : Harga gabah Ketan di tingkat petani di Kabupaten Subang mengalami penurunan


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Comments
0 Comments