Bantuan Benih Mematikan Kreativitas Petani

Pertanian ...

Bantuan Benih Mematikan Kreativitas Petani

MANGYONO.com - Bantuan atau subsidi dari pemerintah biasanya diberikan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk membantu menopang perekonomiannya.

Walau begitu bantuan subsidi ini dianggap mematikan kreatifitas warga dan menurunkan semangat berusaha bagi pihak yang menerimanya

Saya khawatir keseringan mendapat bantuan subsidi malah nikmat menjadi orang miskin dan semua orang malah menikmati jadi orang miskin karena sering di subsidi... Hehehe.


FOTO : Tanaman Padi TRISAKTI MANGYONOcom
FOTO : Tanaman Padi TRISAKTI MANGYONOcom


Petani menjadi pihak yang paling sering mendapat bantuan.  Mulai dari pupuk, benih padi, hingga alat-alat pertanian seperti hand tractor dan masih banyak lagi.

Sayangnya, bantuan benih bagi petani kerap berbalik menjadi kerugian bagi petani itu sendiri dimana Petani akan rugi jika bibit yang diberikan itu malahan gagal panen.. Seperti sekarang ini.

Pengen untung malah buntung, akhirnya kerugianlah yang akan ditanggung petani karena harus mengolah lahan baru lagi, tenaga, waktu karena gagal panen.

Untuk itu, petani tidak boleh terlalu dimanjakan dengan bantuan bibit karena akhirnya akan mematikan kreativitas dan semangat untuk menghasilkan produk yang baik.

pemerintah memang menganggarkan untuk bantuan bagi masyarakat petani dimana ada bantuan bibit dari pusat ada juga dari pemerintah Provinsi namun terkait pengiriman bibit sering mengalami keterlambatan yang biasanya terkendala perubahan iklim.. Yang sangat berdampak besar pada kualitas benih tersebut. Seperti bibit rusak sebelum digunakan karena bibit itu lama di perjalanan atau jenis bibitnya yang tidak baik. Bibit sudah lapuk dan banyak hamanya seperti kutu beras.


Memang sih kalau melihat kemasannya yang bagus dan bertuliskan produk bibit unggul yang sudah bersertifikat,  dibagikan gratis tentu kami senang  dan percaya saja dengan kuaitas produknya tapi setelah ditanam hasilnya tidak bisa bertumbuh bagus bahkan tanaman padi dirongrong hama penyakit.


Memang sih harga benih padi bersubsidi berdasarkan harga eceran terendah (HET) Rp 3.200 per kilogram,  sangat menggiurkan petani.


Untuk sementara ini saya dan keluarga masih trauma memakai benih padi bersertifikat. Kendati pemakaian benih bersertifikat meningkat, saya lebih memilih menggunakan benih buatan sendiri. Toh, hasil benih buatan sendiri tidak kalah dengan benih bersertifikat. 

Nah, bicara mengenai bibit atau benih padi, membuat benih padi tidaklah sulit. Pertama - tama, bibit yang berasal dari tanaman dipilih dan dikhususkan menjadi tanaman bibit. Tidak perlu dengan jumlah yang banyak, cukup dipilih sesuai kebutuhan.



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar