Anak Adalah Permata Hati Keluarga

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes..

Anak merupakan anugerah dari Tuhan yang mesti dijaga oleh keluarganya. Ia adalah sosok yang begitu berharga. Tidak ada satupun orang tua normal yang ingin anaknya menderita, sakit, murung, atau mengalami hal-hal lain yang kurang diinginkan. Semua orang tua tentu begitu berharap agar anak-anaknya sehat, cerdas, tumbuh dengan normal, dan menjadi sosok yang bermanfaat bagi masyarakat agama dan negara Indonesia Raya... Merdeka..

 

Bagi saya, anak adalah permata yang tidak ternilai. Tidak ternilai bukan karena tidak memiliki nilai atau nilai merah pada rapot hehehe, melainkan karena nilainya yang sungguh sangat berharga.

Anak Adalah Permata Hati Keluarga

Begitu juga mungkin yang dirasakan oleh ibu dan bapak saya sebelum meninggalkan saya untuk selamanya.

Semenjak mendengar cerita dari Nenek, saya menyadari bahwa untuk merawat seorang anak harus dimulai semenjak sang anak masih berada dalam kandungan. 

 
Artinya, perawatan itu mesti dilakukan sejak saat istri  mengalami kehamilan dan

Share:

Penjual Lotek Keliling di Subang


Penjual Lotek Keliling di Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes..  # Seputar Subang. Lotek adalah salah satu makanan khas Sunda (Jawa Barat). Lotek hampir sama dengan pecel, yakni makanan berupa rebusan sayuran segar seperti, kol, kacang panjang ( meskipun dipotong pendek tetap namanya kacang panjang hehehe) Gunda, kangkung, toge, daun singkong, genjer dan sebaginya terus pakai  sambal bumbu kacang ditambahkan terasi, gula merah dan bawang putih atau bawang merah, cikur dan jeruk purut.

Lotek Rasanya terasa lebih manis daripada pecel. Selain itu, kalau sambal pecel bumbunya sudah dicampur sebelumnya, untuk Lotek bumbu baru ditambahkan ketika akan dihidangkan. Lotek dapat disajikan dengan lontong, ketupat atau nasi hangat yang pulen, ditambah dengan kerupuk dan bawang goreng.

 

Penjual Lotek Keliling di Subang
Penjual Lotek Keliling di Subang




Di Kampung Mang Yono tepatnya di Kampung Gardu. Pagaden Barat, Subang ada penjual lotek keliling dari rumah kerumah atau dari kampung kekampung, selain harganya murah sekitar Rp.3000, lotek nya juga enak loh, kalau mau cepet sih tinggal datangi kerumahnya saja, jarak rumah saya dengan penjual lotek cukup deket kok cuma sekitar 30 Meteran... deket kan, atau kalau males kerumahnya cukup telepon saja hehehe... keren kan. 


Nah kebetulan hari ini penjual loteknya lagi keliling kerumah saya, ya sudah langsung pesan dan nunggu antrian hehehe, maklum dirumah saya juga banyak tetangga yang sengaja ngerumpi, ya harus antri deh.  Saat tiba giliran lotek saya diracik, seblum meracik sebuah pertanyaan pasti dilontarkan cengekna sabaraha, bade sabaraha ? ( cabe rawitnya berapa ,mau berpa?) 


Teknologi telah mengubah manusia. Begitu pula dengan cita rasa. Ketika blender menggantikan peran ulekan. Maka tak banyak orang akan mengenal yang namanya LOTEK. Karena ia telah berganti nama, menjadi HITEK heheheh...


Share:

Kampanye pilbup Subang nomor urut 1 pasangan kasep

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. Kampanye  Calon Bupati dan wakil bupati kabupaten Subang, Nomor Urut 1 Kasep. Kang Agus dan Kang Asep dalam orasi politiknya tidak banyak umbar janji. Namun seakan mengajak simpatisan untuk melihat fakta dan kenyataan pembangunan Subang saat ini. Iapun melakukan komunikasi dengan massa pendukungnya. 

"Kalo mau Subang seperti ini, silakan dilanjutkan! Jika mau jalanan di Subang seperti ini terus, silakan," dan dijawab pendukungnya ..... tidak....!.

Ia menegaskan maju dirinya sebagai Calon Bupati bukan semata-mata karena jabatan, melainkan keterpanggilan atas kondisi daerah kelahirannnya itu. Ia berambisi untuk membawa Subang lebih baik, dan bermartabat dari dan di mata daerah tetangga.
Share:

Tentang Saya

Sampurasun.... Rampes.. 

MANGYONO.com - Tentang Saya. Tidak ada yang istimewa dari saya. Sedikit tentang saya.

Saya Yono adalah seorang yang terlahir di sebuah kampung Gardu, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat  yang mungkin tak pernah sobat dengar. Silahkan baca Cerita Mang Yono. Pada tanggal 23 Januari 1978. Saya adalah anak tunggal, putra pasangan Tasmin dan Unengsih. Ayah saya adalah seorang Petani, peternak sapi.

Saya konon 3 hari setelah persalinan mata saya terkatup terus... Malahan Ayah saya mengira saya buta. Di masa kecil, saya senang sekali bermain di sungai Rarajaan dan setiap kali bermain, saya selalu menjadi raja mungkin karena saya lebih tinggi ya... Ups, apa hubungannya coba... Hehhehe. Masa kanak-kanak saya habiskan dengan menggembala ternak sapi.

SD saya sekolah di SDN Gardu Mukti.. 200 Meter dari rumah saya. 

SMP saya sekolah di SMPN 1 Pagaden Baru. SD dan SMP berada di daerah Subang. Kota yang identik dengan Nanas Simadu.

STM saya sekolah STMN di Kota Purwakarta yang identik dengan Simping Kaum, dan kerajinan guci/keramik  plered. Sekolah dengan susah payah karena terbentur biaya, biaya buku, biaya hidup, biaya pakaian.. dengan ikut membantu guru - guru di bengkel sekolah atau di tempat kostan akhirnya saya bisa sedikit mendapatkan uang untuk jajan. Akhirnya saya bisa menyelesaikan Sekolah  selama 3 tahun walau sering bolos tapi akhirnya lulus juga ... hehehe..
Dari kiri Gugum G ( si Sulung) Mang Yono dan Gigin ( si bontot )
Dari kiri Gugum G ( si Sulung) Mang Yono dan Gigin ( si bontot )

Setelah lulus dari STM saya tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena terbentur masalah biaya... boro - boro mau kuliah sekolah di STM aja hampir - hampir putus di tengah jalan, karena Kakek dan nenek sudah kehabisan biaya untuk bekal saya, maklum saya dibesarkan oleh nenek dan kakek, karena kedua orang tua saya sudah meninggalkan saya untuk selamanya waktu saya masih kecil berumur 2 Tahun oleh Ayah dan ditinggalkan oleh Ibu waktu saya berumur 5 Tahun.
Dari Kiri, Mertua laki - laki, Istri Mang Yono, Mang Yono dan mertua perempuan
Dari Kiri, Mertua laki - laki, Istri Mang Yono, Mang Yono dan mertua perempuan

Lulus tahun1996.... Selanjutnya saya nekad mencari pekerjaan ke Jakarta dengan bermodalkan izazah STM dan bekal cuma 26 Ribu..., suka duka di Jakarta saya jalani, semua kenangan - kenangan itu saya nikmati, saya resapi, kumengerti dan membuat saya belajar untuk menjadi orang yang kuat…….tegar, sehingga saya bisa belajar dan mengambil hikmah dari setiap kejadian, dan berusaha mampu untuk melewati semua peristiwa dan memahami “Bahwa apa yang ditawarkan dunia, tak selamanya SENANG dan BAHAGIA … Tapi juga kesedihan, tangisan dan mungkin juga perpisahan dan air mata. Dikota inilah saya lalui sebagian kehidupan saya.
Naik sisingaan bersama si Sulung
Naik sisingaan bersama si Sulung

Saya  juga dipanggil Yono, nama kecil dan nama yang dikenal keluargaku. Sedangakn embel – embel Mang adalah panggilan "Om" untuk orang Sunda  hehehe... Saya adalah orang yang banyak kekurangan, selalu tersenyum tapi mudah terharu… Sa'at saya merasakan , mendengar ataupun melihat kejamnya orang-orang…. ataupun saat aku lelah dan merasa tak sanggup menghadapi kekejaman Ibu Kota, tapi saya akan berusaha belajar…dan terus belajar …. lebih banyak lagi untuk menjadi diri saya yang seutuhnya, mencari apa yang tak kumegerti dalam hidup saya, melalui pengalaman .. Cerita dan nasehat dari sahabat-sahabat bloger.

 “Buat saya segala sesuatu adalah ilmu dan ilmu adalah segala sesuatu”.

Saya hanya seorang yang suka belajar menulis meskipun orang lain ogah untuk membacanya dan saya akan terus belajar.. dan terus belajar menulis…dan terus menulis, supaya apa yang saya tulis bisa bermanfa'at buat saya sendiri, buat sahabat-sahabat, syukur jika bermanfaat bagi orang lain…

Alasan utama saya membuat Blog Mang Yono ini yaitu belajar dari tulisan orang lain… belajar dari pengalaman orang lain dan untuk menjalin persahabatan tanpa memandang suku, agama, usia, status atau pun bulu, yang penting memiliki niat baik untuk PERSAHABATAN!

Saya ingin punya persahabatan sepanjang sungai dan seluas lautan, sehangat sinar matahari, sesejuk embun pagi dan saya harap sahabat-sahabat saya bisa sebanyak bintang dilangit dan pasir ditepi pantai...  


Yang terpenting bisa santai seperti di pantai...

Salam..
Share:

Wayang Golek Di Acara Perhajatan Di Subang

Sampurasun.... Rampes.

Acara kesenian wayang golek di perhajatan Mang Yono 16 Agustus 2009 ... dah lama ya hehehe... yuk kita simak vidionya via youtube. Sambil seruput kopi... dan rebus ubinya...

Di vidionya tertulis dalang H. Ita Sumitra itu untuk dalang malam yang vidionya ndak sempet diambil, ya udah deh kita tonton saja dalang siangnya ... biasanya dalang ini untuk acara ruwatan juga entah ruwatan anak atau ruwatan daerah ( bagi yang masih menggunakannya)...

Lihat juga : Vidio Suasana Perhajatan Mang Yono 2009 di Subang

Anak saya Gugum 
Anak saya Gugum



........
Nah, biar gak penasaran silahkan tonton vidionya DISINI atau dibawah ini
...

...
Share:

Bahan Bakar Tungku Semen Tidak Terpengaruh Harga BBM

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes..


Tungku sebagai alat untuk memasak sudah lama kita kenal dan digunakan oleh umat manusia di lembur atau perdesaan, dimana bahan-bahan yang digunakan serta model-model atau bentuknya sudah banyak di kembangkan beraneka macam.


Penjualan Tungku Semen ini sampai ke pelosok desa ada penjual tungku keliling heheh... setelah kemarin mamang nulis tentang tukang cukur keliling heheheh... 

Bahan Bakar Tungku Semen Tidak Terpengaruh Harga BBM

Ini tungku semen yang mamang beli ukurannya agak kecil bila dibandingkan dengan tungku yang lainnya, lumayan biar harganya lebih murah  tapi Pungsi sama...hehehe


Share:

Tukang Cukur Keliling di Pagaden Barat, Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes..  


Keahlian dalam memotong rambut bisa menjadi peluang usaha untuk mencari nafkah. Pekerjaan ini dapat dilakukan di mana saja atau dengan cara keliling ke tiap rumah dengan membawa peralatan dan perlengkapan cukur rambut. Bagi pemotong rambut harus mempersiapkan paralatan seperti gunting, sisir, gunting listrik,kursi lipat, kain penutup dan cermin bila pelanggan mau ngaca – ngaca dulu hehehe .


Mas / Mang tukang cukur, berkeliling dari rumah ke rumah atau dari lembur ka lembur (dibaca kampung ke kampung) lainnya untuk mencari pelanggan. 


 
Tukang Cukur Keliling di Pagaden Barat, Subang

 Mang tukang cukur keliling sedang memotong rambut anak Mamang, ganteng kan anak Mamang hehehe


Share:

Membuat Rujak Ceremai Kreasi Sendiri

Sampurasun....

MANGYONO.com - Cermai merupakan tanaman buah berbentuk pohon kayu yang tingginya bisa mencapai 10 meter kadang lebih.

Biasanya cermai banyak ditanam orang di halaman rumah depan, samping atau belakang. Cermai dapat dimakan segar dengan dicampur gula, garam atau dibuat rujak. Cermai juga kerap dibuat manisan..... Muruuuy euy hehehe



Membuat Rujak Ceremai Kreasi Sendiri

 Ceremai dapat minta, tapi disuruh manjat pohonnya sendiri heheeh
Share:

Tabuh Lesung dan ngiring beas diacara khitanan di Subang

Sampurasun.... Rampes..  

Blog Mang Yono. Tabuh Lesung dilakukan setiap mengawali sebuah hajatan di sebuah desa, itu juga yang masih melestarikannya.

Tradisi tabuh lesung ini merupakan tradisi turun temurun dan ditujukan sebagai pengumuman atau woro-woro, beja – beja, bewara ke para tetangga. Tabuh Lesung dan ngiring beas diacara khitanan di Subang. Ini lesung bukan punya sendiri, tapi dapat pinjam dari Wa Encam hehehe

Tabuh Lesung dan ngiring beas diacara khitanan di Subang
Lesung yang biasanya digunakan petani untuk menumbuk padi ini,bentuknya panjang sekitar 3 – 4 Meter sedangkan lebarnya 0,40 – 0,50 Meter, kalau mau jelas ya harus melihat langsung lesungnya hehehe...  Meskipun sekarang sudah langka, tinggal satu dua atau tiga orang yang mesih memilikinya, berubah menjadi alat musik yang merdu didengar dan mempunyai seni. Bahkan suara lesung ini bisa di dengar dari jarak yang cukup jauh melebihi pengeras suara, toa mesjid misalnya hehe. Sebagai tradisi, dengan adanya tabuh lesung ini maka masyarakat sekitar akan segera mengetahui jika ada warga yang tengah melaksanakan hajatan langsung pabeja - beja.

Baca : Upacara adat sunda yang masih di laksanakan serta masih dilestarikan  
Nah pada saat lesung ditabuh biasanya pengantin sunat juga melakukan ngiring beas yang dipimpin oleh paraji atau tetua kampung atau pemandu gusaran, ngiring beas yaitu ngelilingi rumah yang punya hajatan sebanyak 7 kali, tapi rumah mamang depan belakang di pagar hehehe... Ya cuma muter - muter area lesung saja, katanya sama saja, kan muter - muter juga eheheh.

Baca : Upacara Ruwatan Bumi di Kampung Gardu 2, Pagaden Barat, Subang

Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak vidio tabuh lesung dan ngiring beasnya, ini vidio diambil pada acara hajatan khitanan putra mamang ( Gugum Gumilang ) pada 16 Agustus 2009 di Kampung Gardu 1, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Subang, Jawa Barat, Indonesia.... Merdeka... heheheh, anak mamang pas kelas 1 SD, ya di SDN Gardu Mukti. 
Share:

Upacara Gusaran dan bedakan untuk Pengantin Sunat

 Sampurasun .... Rampes..  

Blog Mang Yono. Bagi orang yang beragama Islam, berkhitan itu dianggap penting, baik bagi laki-laki, maupun perempuan.

Istilah yang dipakai di daerah sunda ialah sunatan, karena dulu berkhitan dengan cara disudat/disundat, yang dilakukan oleh bengkong atau paraji sunat (dukun sunat), tetapi sekarang dilakukan juga oleh dokter atau mantri rumah sakit.

Lihat juga : Wayang Golek Di Acara Perhajatan Di Subang

Upacara Gusaran dan bedakan untuk Pengantin Sunat
Anak saya, Gugum saat naik sisingaan, sesudah di lakukan Gusaran

Upacara khitan sering bersamaan dengan gusaran, yakni potong gigi, yang dalam pelaksanaannya hanya digosok dengan uang logam ke giginya. Khitan bagi anak laki-laki sangat terbuka, tetapi bagi anak perempuan sangat tertutup kadangkala dirahasiakan.

Yuk kita lihat vidionya dalam acara gusara anak mamang ( Gugum Gumilang pas umur  7 tahun atau kelas 1 SD, tepatnya ini acara tanggal 16 Agustus 2009... heheheh udah lama ya ini acaranya, ya udah deh dulu kan mamang belum tau belog – belogan hehehe

Pada waktu upacara gusaran pengantin sunat di kasihbedak dari tepung beras. Katanya biar neungkas. Termasuk adik ipar mamang juga ikut – ikutan di gusar, karena mau ikutan di helaran (arak-arakan) penganten sunat, biasa dilakukan sebelum upacara khitanan. Jenis kesenian yang erat hubungannya dengan khitanan anatara lain : Kuda Renggong, Gotong Singa


Vidio ini diambil di tempat mamang, diKampung Gardu 1, Ds, Bendungan, Kec. Pagaden Barat Kab. Subang, Jawa Barat, Indonesia... 
........
Nah, biar gak penasaran silahkan tonton vidionya DISINI atau dibawah ini
...

...
Share:

Vidio Sisingaan dan burung - burungan acara khitanana di Subang

 Sampurasun.... Rampes..

Blog Mang Yono. Yuk kita simak vidio you tube  Sisingaan dan burung - burungan acara khitanana ini di daerah kampung Kali Gambir Dua, Desa Sindang Sari, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Indonesia... 

Pada Hari Minggu, 18 Agustus 2013 dalam acara Syukuran dan khitanan anak dari keluarga Ibu Edah, saudara Mamang hehehe... ma'af kualaitas vidionya kurang bagus, maklum pakai hp agak jadul...



Silahkan di tonton Vidionya ya ....
........
Nah, biar gak penasaran silahkan tonton vidionya DISINI atau dibawah ini
...

...
Share:

Trik supaya di Transjakarta dapat tempat duduk

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes..  


Bagi warga ibukota yang jarang menggunakan kendaraan pribadi sehari-hari, pastinya sudah ndak asing lagi dengan kendaraan /transportasi umum yang satu ini termasuk mamang juga ya. Bus TransJakarta  memang menjadi satu-satunya pilihan yang paling praktis untuk warga Jakarta


Tapi Sayangnya, transportasi ini tidak cukup nyaman terutama untuk para wanita.

Tuh kan kalau pakai trik mamang tempat duduknya jadi kosong... 
Ini mamang naik di halte awal Pulogadung


Share:

Nasib Bemo Grogol Jakarta Barat

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes..  

Kendaraan beroda tiga bermuka unik ini memiliki suara khas yang menderu dan bising, namanya Bemo 

Pasca penggarukan oleh aparat  puluhan becak motor alias bemo kembali beroperasi di Grogol, dan Jakarta Barat sekitarnya. Mamang juga sering loh naik Bemo, selain murah meriah bisa lirik – lirikan  dengan ke tujuh penumpang hehehe. 


Nasib Bemo Grogol Jakarta Barat
Ini Bemo yang masih melayani penumpangnya, termasuk mamang hehehe
Tanda gambar/poto pakai myon ( ikut - ikutan mas Rawins yang pakai Rwn heheh)


Share:

Kesenian Sisingaan Modern Acara Sunatan Di Subang

Sampurasun.... Rampes..  

Arts and culture "odong-odong"or "sisingaan" comes from West Java Indonesia. Culture held when boys or girls will be circumcised as a party or gratitude. Boys or girls would be paraded through the streets of the city to use "odong-odong" or "sisingaan". Arts and culture "odong-odong" now appear to leave the native culture of modern music using traditional instruments.

Betul ndak sobat bahasa diatas Heheheh... itu dapet tanya ke orang bule loh, aslinya mamang mau nulis begini :

Kesenian Sisingaan Modern Acara Sunatan Di Subang
Kesenian Sisingaan Modern Acara Sunatan Di Subang
“Seni budaya "odong-odong" atau "sisingaan" berasal dari Jawa Barat Indonesia. Budaya diadakan ketika anak laki-laki atau anak perempuan akan disunat sebagai pesta atau rasa syukur. Anak laki-laki atau anak perempuan akan diarak melalui jalan-jalan kota untuk menggunakan "odong-odong" atau "sisingaan". Seni budaya "odong-odong" kini tampil dengan musik modern meninggalkan budaya asli menggunakan instrumen tradisional".

Seni Gotong Sisingaan Modern di Kampung Kaligambir Dua, Desa Sindangsari, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang Pada hari Minggu 18 Agustus 2013 dalam acara Khitanan anak dari keluarga Ibu Edah

Jumlah Sisingaan atau burung - burungan ada sembilan, siapa yang mau ikut naik hehehe 


Setelah kemarin mamang tampilkan vidio Upacara Sawernya
Udah ah jangan ngebahas itu, kitak simak saja poto – potonya tentang sisingaan modern, nanti lain waktu mamang tampilkan juga vidionya ya.
Saya bertanya ( bukan udin yang bertanya di lagu wali hehehe) ke nenek – nenek, cuma ingin tahu saja sekalian ngetes heheheh 




Nek itu kalau mau naik sisingaan atau burung – burungan kira – kira berapa, apakah sama dengan odong – odong yang digayuh pakai sepeda ontel, cuma seribu ?
“Satu singa harganya bisa sampai setengah juta jang. Makanya yang biasanya naik itu anak-anak orang yang punya. Kita mah nonton aja udah senang. Apalagi musiknya. Dangdut pisan. Bahkan yang joget-joget di belakang itu, itu jang itu,  Sampai berantem . Kalau udah gitu yang nenek takutin. Tapi selain itu, asyik jang. Ikut goyang jang?”

Mentang mentang sekarang kabupaten subang mau ada pemilihan Bupati ditiang saja ditempelkan pasangan Calon ( iklan ya harus bayar ke mamang nih hehehe)

Saya langsung menggeleng sambil tertawa diajak goyang dan dibilang ujang oleh seorang nenek yang  menonton di bawah rindang pohon rambutan. Dan yang paling seneng lagi saya dibilang ujang ( berarti saya masih bujangan dan muda) heheheh.
Ini anak Ibu Edah yang punya acara, pengantin sunatnya, kalau mamang sebagai saudaranya ikut senang saja dan ikut prasmanan hehehe


“Nek, itu yang angkat singanya nggak keberatan? Pada ikut joget juga.”

“Mereka kan udah dilatih. Ntar kalau capek bisa gantian atau arakannya berhenti sebentar. Tuh jang, pada berhenti.”
Share: