logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Antara Padi sawah dengan Padi huma

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. 


Musim Tanam padi sawah didaerah mamang sudah dimulai dan kali ini mamang menanam varietas unggul, tapi bukan dari salah satu calon Bupati loh ... hehehehe..


Penanaman padi Sawah didaerah mamang dilakukan 3 kali dalam setahun, tapi itu yang deket irigasi, kalau yang jauh irigasi atau sungai ya cuma 2 kali dalam setahun. Apalagi sekarang ada pemberitahuan daerah tertentu sawahnya tidak boleh ditanami padi dan yang lainnya, dikarenakan di girang/hulu ada pembuatan danau dan jembatan di daerah Kukulu, tepatnya Desa Balingbing, kecamatan Pagaden Barat




Antara Padi sawah dengan Padi huma


Cara untuk membuat benih sebelum di semaikan di pabinihan caranya cukup direndam air saja . Tuangkan aja air tersebut kedalam bak dan tunggu 24 jam baru diangkat dan diperam.

Sambil nunggu benih berkecambah atau bertunas  siapkan bedengan persemaian, dengan kondisi lahan yang drenase airnya mudah diatur agar kecambah tidak tergenang air sebelum waktunya. 

Nah kalau padi huma, kebetulan tahun kemarin mencoba menanam padihuma di kebun mertua hehehe... padi huma yaitu padi yang ditanam di ladang/kebun atau disebut juga padi gogo, padi yang ditanam di tanah tegalan atau juga disebut padi  tegalan. Sedang yang dimaksud tegalan ialah tanah kering yang keadaannya, sehingga tidak dapat diubah menjadi sawah.



Menanam padi huma dan mengolah lahan huma dan pengairannya mengandalkan dari hujan, maka tanda-tanda alam pun menjadi pertimbangan penting buat menanam padi huma. Tanda alam yang dimaksud adalah kemunculan bintang kidang atau bintang wuluku, jadi patokannya adalah bintang ya kira-kira akhir bulan Oktober atau permulaan bulan November tapi sekarang sudah tidak menentu iklimnya... jadi bingung.... mungkin karena Global warming atau pemanasan global hehehhe...

Ketika bintang wuluku sudah mulai muncul, kemunculan bintang wuluku yakni pada bulan kapat. Setelah bintang kidang muncul maka siap-siap untuk turun ke ladang atau berhuma. Semua peralatan berladang pun di bawanya termasuk perbekalan untuk makan pun tak tertinggal... kalau makan di ladang lebih nikmat... hehehe... mungkin suasananya masih sejuk ya dan kegiatan berladang dilakukan sampai sore hari.

Pertama kali yang dilakukan setelah diladang yaitu“nyacar”. Nyacar adalah kegiatan membersihkan lahan dengan cara menebas rerumputan, atau semak belukar, menebang pohon kecil, memangkas dahan pohon-pohon yang besar yang dapat menggagu pada tanaman padi huma, setelah itu rumput dan daunnya dikumpulkan di area ladang, setelah kering langsung diduruk (dibakar). karena abu tersebut bisa menjadi pupuk, dan jika kena hujan, maka pupuk tersebut pun merata kesemuan lahan.

Setelah itu dimulailah ngaseuk. Istilah ini diambil dari kata benda “aseuk” Yaitu berupa kayu sepanjang kira – kira 2 meter, yang pada ujung bagian bawah dibuat runcing seperti pensil. Untuk membuat lubang kecil dengan menggunakan “aseukan”. Lubang kecil yang dibuat tersebut kemudian di tanami benih padi huma. 

Benih ini tidak dilakukan proses rendam dan di peram ini langsung dari gabah kering, selanjutnya di puuhan atau ditutup dengan tanah, nah untuk menutupi lubang tersebut ada cara yang unik yang saya suka, yaitu dengan menarik pelepah kelapa atau dahan pohon yang masih berdaun, dan anak - anak dibiarkan nangkring di pelepah selanjutnya pelepah ditarik.... keren kan ehhehe

Selanjutnya tingal menunggu padi tumbuh. Sambil melakukan atau membersihkan. Rumput-rumput yang telah tumbuh disekitar tanaman harus segera dicabut atau disiangi biasanya tanaman sudah berumur 3 minggu. Pada saat penyiangan dilakukan juga penggemburan tanah.

Dulu Petani di Tatar Sunda juga sangat menyadari bahwa keberhasilan bercocok tanampadi di huma atau sawah sangat dipengaruhi faktor-faktor lingkungan, seperti variasi iklim. Karena itu, untuk tanam padi, petani memilih waktu yang sangat tepat. Sebab, kegagalan mereka menentukan waktu yang tepat untuk tanam padi dapat menyebabkan kegagalan panen. Guna menentukan masa yang tepat untuk tanam padi tersebut, dipakai berbagai indikator alam, seperti kontelasi bintang di langit, seperti bintang wuluku atau bintang kidang dan penentuan waktu tanam berpedoman pada mangsa, yaitu pada mangsa kapat dan kalima. 

Pada saat tersebut air berkecukupan dan populasi hama padi rendah. Ketika populasi hama padi meningkat, padi telah dipanen. Jadi, keterlambatan panen dapat menyebabkan kegagalan panen akibat hama atau pengaruh iklim. Tapi sekarang iklim sudah tidak menentu ... betul tidak?



Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

20 komentar

dini hari nanam padi


Pertamax wwwwwkw

Balas

Kalau disini ngilangin rumput namanya matun mang. hehehe.
Kenapa sih kok dibilang gogo mang?

Balas

meni lengkap pisan euy si amang teh wkwkwkwk:D

Balas

wah mantab sekali, menambah wawasan ttg pertanian. baru tahu tentang padi huma ini..

Balas

bintang kaluku, di sini disebut lintang luku Mang...

sejuk, tentrem karto raharjo...(???) --- itulah yang saya rasakan ketika melihat para petani mulai menata tanaman padi, berbaris rapi... semoga sukses kelak panennya ya Mang...

Balas

saat ini mengandalkan kalender atau ilmu bintang untuk menentukan dalam pertanian agak susah mang, ya karena alam tidak tentu...
dulu tempat saya ada juga yang nanam padi gogo, tapi kini beralih di tanami jagung hehe...

Balas

kejar target non hehehe

Balas

oooh lain nama ya mas... gogo ya itu gograncah mungkin nanam padi di ladang bekas hutan eheheh

Balas

heheh mengingat kan kang... di dangdeur masih aya pare huma?

Balas

sekalian mengingat kan saya juga, hehehe... biar anak cucu tau kelak, bapaknya dah sering nanam padi huma

Balas

paling indah menatap bitang dilangit, apalagi bersama mantan pacar hehehe.... Amiin

Balas

betul sekali mas, mungkin ya itu tadi global warming hehehe... biasanya padi ini harganya lebih mahal juga mas apalagi yang warna beras merah itu tuh eheheh, apalagi yang ditumbuk pakai tradisional

Balas

padi gogo itu varitas yang tahan hidup dengan sedikit air. tapi tetap saja butuh makanya ditanam di musim penghujan. di musim lain akan diganti singkong

kalo gora itu salah satu teknik untuk meningkatkan produksi padi gogo. sekali waktu tanaman padinya digenangi air. rancah kan air tergenang nya, mang..?

Balas

kalo aku bintang sagitarius
gimana dong..?

Balas

sekali kali nanam padi rawa kaya di kalimantan, mang. bakalan pusing waktu panen tingginya sampe 2 meter, hehe

Balas

ternyata ada padi yang tinggi ya mas, terus panennya pakai tangga?.. umur tanamnya pasti lama juga ya mas...

Balas

dangdeur adalah desa kenangan sy waktu kecil...sekitar tahun 75,sy sering bermain di huma,apalagi kalo lg musim jagung,,,masih adakah teman2 seangkatan sy disana????,saya kangen teman2...

Balas

mang, bagusan mana padi huma ama padi sawah??

Balas

Ya nuhun pisan mang yono atas infonya saya juga lg coba tanam padi huma nie di rumah

Balas

Mamang, saya senang menemukan tulisan ini.
Saya mahasiswi S-1 di UI. Saya ingin tahu lebih lanjut mengenai rasi bintang yang menjadi rujukan Mamang dalam ber-huma.
Saya sangat mengharapkan penjelasan soal apa itu bintang kidang, kujang, waluku, dsb. Dan bagaimana Mamang mengenalinya di langit?
Saya sangat mengharapkan balasan Mamang. :)
Terimakasih

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger