Pantai Bagedur dan Binuangeun Malingping Banten

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes..  

Pantai Bagedur terletak di Kec. Malingping, Kab. Lebak Prop. Banten, mamang tidak berkunjung ketempat ini sudah lama juga, sekitar satu tahunan lebih... hehehe. Ke Banten, saya bukan untuk mencari kekebalan  atau jampe – jampe hehehe, tetapi berkunjung ke tempat saudara yang berada di kampung Sukamulya Desa Sukamanah kalau tidak salah, rumahnya saudara saya tidak jauh dari  Pantai Bagedur. 


Kira – kira 300 meter, dan suara deburan ombak pun kedengaran kalau malam hari, Keindahan di pantai bagedur ini yaitu hamparan pasir yang luas dan landai. 

Pantai Bagedur dan Binuangeun Malingping Banten

Pantai Bagedur ini Jaraknya tidak jauh dari Kota Rangkasbitung, hanya sekitar 115 Km.  Untuk rute yang bisa sobat tempuh untuk berkunjung ke Pantai Bagedur, bisa menggunakan rute Rangkasbitung – Gunung Kencana – Malingping. Atau jika Sobat berasal dari Jakarta dan Tangerang, bisa menggunakan rute melalui Toll Jakarta – Merak, keluar di pintu Toll Serang Timur, lalu dari Serang ke Saketi dan  Malingping . 

Jalan Serang Malingping secara keseluruhan kondisinya baik, hanya antara Saketi dan Malingping, kondisi jalan rusak berat tapi ndak tau sekarang ehehe. Kalo melalui Puncak Cianjur atau Bogor saya tidak begitu tahu, pernah sih tapi waktu itu perjalanannya malam, jadi sepanjang perjalanan tidur hehehe, sampai Rangkasbitung eeeh masih jam 1 malam, terpaksa istirahat sebentar di mesjid ehheeh.



Pesisir pantai Bagedur sangat istimewa, memiliki panjang pantai hingga kurang lebih 12 km dan lebar pantai mencapai 60 meter kira – kira sob... hehehe.


Pantai ini bisa ditelusuri menggunakan kendaraan bermotor, baik roda empat ataupun dua. Ternyata pantai ini sering digunakan juga untuk rally motor, mungkin karena pantai ini landai dan pasirnya padat. Untuk kendaraan Pengunjung pun bisa langsung dibawa kebibir pantai. Di pinggir pantai Bagedur juga banyak warung makan yang menyediakan beragam kuliner laut jadi tenang deh urusan perut heheeh, tapi kalau saya berkunjung ke pantai ini sengaja bawa bekal dari rumah, kan lebih ngirit, jadi budayakan lah ngirit sebelum kita pailit eheheh

Cuma sayang pantai  ini tidak terdapat penyewaan permainan air seperti Banana Boat, Jet Ski atau melakukan Snorkeling dan aktivitas air lainnya, seperti di pantai pantai lain .. hehe. 

Namun Pantai Bagedur ini memiliki ombak yang tidak begitu tinggi, jadi cocok untuk berenang bagi yang bisa berenang, kalau tidak bisa berenang, jangan coba – coba ya... hehe. Pantai Bagedur masih belum dikenal banyak orang, sehingga kondisi pantai ini sangat bersih dan masih terlihat alami meskipun tidak tulen lagi ... heheh. Bahkan jika kita melihat pasir pantai di Bagedur, kita akan sulit menemukan sampah yang mengotori pantai....

Haripun sudah mulai gelap,  saatnya saya pulang ke tempat saudara namaun saya tidak membawa kendaraan ya terpaksa jalan kaki, hitung – hitung olah raga sore hehehe...

Pagi – pagi saya sudah terbangun oleh suara – suara kendaraan yang lalu – lalang di jalanann padahal jam baru menunjukan jam 3 dini hari, maklum rumah saudara saya deka dengan jalan raya. Ya langsung deh bikin kopi pagi, maaf kopi dini hari hehehe. Sambil merokok, maklum waktu itu lagi asik – asiknya menyalurkan bakat merokok ... hehehe.

Sekitar jam 6 pagi saya diajak saudara untuk pergi ke pantai Binuangeun jarak dari Rumah saudara ke pantai Binuangeun sekitar 8 Km, lumayan deket kan katannya seru kalau pagi – pagi dan sambil membeli ikan, karena pantai Binuangeun merupakan Pantai Tempat pelelangan Ikan juga, sesampainya di pantai Binuangeun, ternyata betul juga tuh banyak nelayan yang membawa ikan tangkapannya, ternyata tempat ini cocok juga buat para maniak pancing.

Pantai Binuangeun sebagai daerah terbesar penghasil ikan untuk wilayah Banten selatan katanya, Binuangeun juga memiliki tempat pelelangan ikan terbesar untuk wilayah Banten Selatan. Serta keindahan pantainya sangat indah, dengan laut yang jernih dan berpasir putih.

Untuk memasuki wilayah pantai Binuangen ternyata  tidak dipungut bayaran , termasuk juga ketika anda memarkir kendaraan roda dua atau roda empat, tapi apa mungkin berlaku untuk semua kendaraan atau karena kendaraan saudara saya saja yang ber pelat merah hehehe, saudara saya atau paman bekerja di dinas PU Pengairan kebagian wilayah Binuangeun. Pas saya tanya ke orang disekitar, ternyata tidak ada ongkos parkir dan tidak ada pak ogah eheheh. 

Pantai Binuangeun secara administrative masuk kabupaten Lebak, letaknya yang berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang. Saya dan saudara membeli ikan panjang – panjang , kata penjual ikannya namanya kalau tidak salah Ikan Layur, berhubung Saudara saya agak - agak dikenal didaerah Binuangeun dan sekitarnya, pas mau pulang eh penjual ikan, bawakan ikan lain juga kira – kira ada 5 kiloan. Dalam hati saya, kalau tahu mau dikasih ikan mah tadi tidak usah beli saja hehehe.



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar