Seorang Kuli Bangunan Dan Keluarga

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes..  

Mang Yono Tanpa disengaja  seorang ayah mendengar percakapan sang istri yang tengah menasehati anaknya yang merasa minder atau rendah diri karena ayahnya hanya seorang tukang bangunan alias kuli. 

Padahal  kuli berperan penting dalam pembangunan,  bagaimana gedung - gedung bertingkat dan apartemen mewah itu bisa berdiri, jalan tol dan jembatan layang bisa dibangun, pembangkit listrik dan PAM bisa dinikmati, pelabuhan dan bandara bisa di gunakan, Semua membutuhkan orang - orang seperti kuli untuk mengerjakannya,  memang ada para pengusaha dan investor untuk membiayainya.


Seorang Kuli Bangunan Dan KeluargaAda  para manager dan mandor yang mengawasi jalannya pekerjaan itu ada arsitek dan desain interior yg merancangnya.

Tapi tanpa ada orang-orang seperti kuli atau pekerja kasar yang menggali tanah, mengaduk pasir dan semen, kemudian menjadikan sebuah tembok kokoh yang tidak mudah ambruk atau roboh, semua impian dan harapan mereka tidak akan terwujud tanpa orang - orang seperti Kuli.
 
Di setiap rumah sakit, bank, gedung perkantoran, terminal, pertokoan, mall, terdapat sidik jari dan butiran keringat orang - orang seperti kuli dan pekerja bangunan, yang melekat di dinding bangunan itu. seorang kuli bangunan sangat berarti  bagi pembangunan. Sobat – sabit, semua orang harus bangga dengan pekerjaannya yang dijalaninya selain itu yang lebih penting lagi, Dunia ini tidak  menuntut kita untuk menjadi seorangg arsitek atau presiden atau politikus atau DPR atau ilmuwan atau dokter atau guru dan sebagainya.
 

Untuk kebahagiaan yang kita dapatkan, Dunia hanya menuntut kita agar menjadi seorang yang terbaik  terhadap apa pun yang sobat - sabit kerjakan, apapun profesi dan pekerjaan yang kita peroleh, yang penting rizki yang “HALAL”.
 

Dan yang paling penting yang kita inginkan adalah dukungan, dorongan semangat dan do’a dari seorang istri yang sangat dibutuhkan untuk membuat suami lebih kreatif, bisa berhasil dan semakin maju, apapun profesi sang suami, istrinya tanpa menuntut lebih.
 
Ingat ... ingat.... Bahwa kebahagiaan yang kita rasakan bukan hanya terletak pada harta dan jabatan. Berapa banyak wanita - wanita yang memiliki suami kaya raya hartanya namun bakhil perasaan dan cintanya. Sementara di sisi lain ada yang memiliki suami yang fakir miskin hartanya namun kaya perasaan dan cinta kepada istri dan keluarganya.
 
Berbahagialah kepada suami  yang seorang istrinya yang selalu ridha dan selalu menerima suaminya dalau situasi dan dalam kondisi apapun Betul Tidak?. Kebahagiaan itu bukan hanya terletak pada makanan dan minuman serta kemewahan, bukan berhias dengan pakaian mahal, perabotan mewah, emas perak dan kendaraan yang banyak, bru dijuru bro dipanto ngalayah ditengah imah ( kaya raya).. ehehehe. Namun kekayaan itu letaknya dalam dada dan hati yang tenang, penuh dengan cinta dan keimanan.... Betul Tidak?

 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar