Anak saya dan Ayam kampung

Sampurasun … Rampes ….    


Kali ini Blog Mang Yono tidak akan menulis tentang bunga, tapi mau nulis tentang Ayam kampus… Ups, Ayam kampung bray … hehehe. Ayam kampung merupakan ayam tradisional yang sudah berada di Indonesia ini semenjak ratusan tahun yang lalu,katanya, kata sejarah sudah ada sejak zaman kerajaan Kutai dahulu.Padahal sebelumnya blog ini pernah menulis tentang beternak ayam kampung ala Anak - anak saya, dan menulis juga Bakakak atau bakar ayam kampung sampai acara bikin Nasi Liwet dan ayam bakar bumbu cobek.


Dinamakan ayam kampung karena ayam – ayam tradisional ini hidup di kampung, kalau dahulu dalam bentuk upeti dan kini dalam bentuk aliran bisnis. Persamaanya adalah tetap dari daerah pedesaan ke wilayah kota dan pasar - pasar.

Anak saya dan Ayam kampung
Ayam kampung anak saya


          Ayam kampung atau ayam tradisional Indonesia ini memang berkembang perkembangan di desa – desa. Termasuk saya juga yang tinggal di desa ya ikut memelihara ayam kampong…  ups, tapi bukan saya ding, yang memelihara ayam kampung, yang rajin memelihara ayam kampung yaitu anak sulung saya, anak saya ini rajin kalau soal beternak ayam kampung, kalau ternak ayamnya semua terserang penyakit TETELO, dia tidak pernah putus asa, tetap saja piara ayam kampung lagi, kebiasaai ini diikuti anak saya yang kedua, meskipun anaknya masih kecil tapi saya kasih kesempatan atau mulai dikenalkan untuk memelihara ayam, Kakanya sengaja ngasih ayam untuk adiknya supaya terbiasa tiap pagi memberi pakan, itu sesuai yang saya ajarkan pada anak saya yang sulung pada waktu dia masih kecil… hehehe. 


Telur Ayam kampung untuk dierami maksimal 12 Biji
Telur Ayam kampung untuk dierami maksimal 12 Biji


         Penyakit yang sangat ganas untuk ayam kampung yaitu penyakit N.D ( Newcastle Deseases) atau lebih dikenal dengan nama TETELO, tetapi penyakit ini bias ditanggulangi dengan pemberian vaksinasi yang benar dan sesuai prosedur.



Penetasan telur ayam Kampung bisa dilakukan dengan dua cara yaitu, penetasan dengan alat pemanas dan penetasan dengan secara alami yaitu dengan dierami induknya. 

Induk Ayam sudah mulai mengerami Telur Ayamnya
Induk Ayam sudah mulai mengerami Telur Ayamnya


Setelah induk bertelur biasanya induk akan segera mengerami telur-telur tersebut selama 21 hari, setelah telur-telurnya menetas induk ayam akan mengasuh anak-anaknya selama 2-3 bulan. 


Pada waktu menetas ini peternak bisa langsung memindahkan anak ayam dalam kandang tersendiri bersama dengan induknya. Jumlah anak ayam yan dipelihara bersama dengan induknya paling banyak adalah 12 ekor, sebab kapasitas ini sudah maksimal bagi induk untuk menghangati anak-anaknya nah apabila Induk ayam sudah bertelur 12 maka sebaiknya telur yang ke 13 dan seterusnya diambil saja, bagus tuh buat jamu kuat hehehe, daripada memaksa untuk dierami dan telurnya tidak menetas kan saying ya.



Karena pabila anak ayam lebih dari 12 maka anak yang diasuh induk ayam tidak akan mampu diberi khangatan oleh Induknya. Maka anak ayam akan kedinginan dan mengalami kematian. 


Nah, apabila ingin memelihara anak ayam lebih dari 12 ekor maka kita harus memisahkannya yaitu dipelihara secara terpisah dari induknya, maka anak ayam bias lebih banyak sesuai kapasitas kandangnya.


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar