Cita - cita ingin menjadi Office Boy (OB) yang sukses

Sampurasun ... Rampes ...

Blog Mang Yono. Cita - cita saya menjadi Office Boy (OB) tercapai juga. Kali ini saya akan sedikit bercerita dengan keinginan saya menjadi Office Boy (OB). 

Memang sih keberadaan Office Boy (OB) di kantor kerap kurang disadari. Padahal, tanpa kehadiran mereka, sungguh repot!Cerita saya kali ini berkaitan dengan Office Boy. Hayoo siapa yang merasa sering menindas OB di kantor…? Yang senyum-senyum sendiri merasa tersindir nih…. 

Cita - cita ingin menjadi Office Boy (OB)
OB pasti ada dalam setiap perusahaan. Golongan ini menduduki kasta terbawah dalam struktur organisasi. Jabatannya sih sebenernya memiliki peranan yang penting, namun terkadang golongan ini sering banget ditindas oleh kasta-kasta diatasnya. Namun tidak sedikit juga perusahaan yang memperlakukan OB secara baik dan di anggap sejajar dengan karyawan lainnya. Jabatan ini memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan, bayangkan mereka selalu datang lebih awal dan pulang lebih akhir. Tugasnya pun teramat mulia, menjaga kebersihan kantor agar karyawan lainnya bisa bekerja dengan kondisi yang nyaman. Coba kita bayangkan apabila tidak ada OB dikantor?
Membersihkan meja, kursi jendela dan membersihkan makanan hehehe

Biasanya OB berasal dari keluarga menengah kebawah atau biasanya mereka adalah kaum urban yang merantau untuk mencari pekerjaan yang tidak mereka dapatkan didesa. Mungkin karena berasal dari desa inilah mereka umumnya sangat polos dan lugu serta mudah diatur hehehe.

Sekitar tahun 96-an Yono memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke Ibu Kota. Merantau dari kampung dengan penuh impian dan harapan. Di Jakarta ternyata Yono harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibu kota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan STM Purwakarta ini, di Jakarta pekerjaan tidak mudah diperoleh.  Yono pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pekerja / kuli proyek, dari proyek bangunan satu ke proyek bangunan yang lain.

Nyapu laintai sambil mencari uang yang jatuh hehehe

Tetapi kondisi seperti ini tidak membuat Yono kehilangan cita-cita dan impian. Suatu ketika Yono beristirahat di sebuah bedeng proyek bangunan gedung bertingkat ( Proyek Bidakara, Pancoran ) , dia memperhatikan Barang - barang matrial proyek, dan seorang penjaga Gudang proyek, Yono muda pun ingin seperti orang itu, kerjanya duduk, pakaian sedikit rapih, kerjanya cuma corat - coret buku keluar masuk barang proyek. dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Sa'at itu juga Yono menggantungkan cita-citanya setinggi langit, sebuah cita-cita dan tekad dalam hatinya.

Tekad yang kuat dari Yono telah membuatnya ingin segera merubah nasib. Tanpa menunggu waktu lama Yono segera memulaimengirimkan lamaran kerja ke Bagian Logistik proyek gedung bertingkat itu.

Sampai suatu saat Yono mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan Subkontraktor. Yono pun diterima bekerja sebagai seorang Logistik proyek. Sebuah jabatan yang dia inginkan, dengan jabatan itu Yono menikmatinya dengan semangat sampai akhirnya proyek Bidakara 1997 selesai dan huru - hara diJakarta terjadi.

Yono adalah pekerja keras, yang suka ingin serba bisa, tanpa malu dia selalu bertanya ke seniornya, dan akhirnya Yono ditempatkan di daerah Kawasan Industri Jatake dengan jabatan pengurus logistik Gudang, setahun, dua tahun ia lalui dengan tekun dan rajin, akhirnya Yono pun di naikan jabatannya sebagai Kepala Bengkel, sampai dengan tahun 2005.

Tahun 2005 Yono ditarik ke Kantor yang berada di daerah Jakarta Barat, untuk menempati jabatan Drafter / bagian gambar dan perhitungan. Profesi Drafter Yono jalani dengan tekun dan rajin, sampai akhirnya Yono di panggil oleh Boss Besar.
“ Kamu sekarang sudah menjadi Drafter, apakah kamu ada jabatan yang diinginkan lagi?”. Tanya Boss besar.
“ Anu pak, cita - cita saya dari dulu adalah ingin menjadi Office Boy ( OB ), saya gak mau kalau jadi drafter dengan gaji OB, mendingan jadi OB dengan gaji Drafter”. Jawab Yono.
“ Ya sudah, mulai besok kamu menjadi OB dan ....”. Kata Boss Besar

Ngepel lantai, sambil rarak - lirik
Ngepel lantai, sambil rarak - lirik

Memang itu cita - cita Yono, dia tetap bangga dengan jabatannya, dia tidak menampik pekerjaan yang diberikan Bosnya. Diterimanyalah jabatan tersebut dengan sebuah cita-cita yang tinggi. Yono percaya bahwa nasib akan berubah sehingga tanpa disadarinya Yono telah membuka pintu masa depan menjadi orang yang berbeda.

Sebagai Office Boy Yono selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Meskipun pekerjaan ini paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya tapi yono tetap semangat, karena itu cita - citanya.

Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai Yono berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah Administrasi, belajar komputer dan hal - hal perusahaan yang rumit, walaupun terkadang sa'at bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai ”ngapain nih Drafter yang turun jadi OB nanya - nanya istilah Administrasi segala, kayak ngerti aja”. Sampai akhirnya Yono sedikit demi sedikit familiar dengan istilah Administrasi dan akhirnya jabatan Yono menjadi OB, Administrasi, Drafter, tukang taman, Purchasing Order. Khan kalau serba bisa lumayan Gajinya super dobel, coba saja tinggal dikalikan, 5 Jabatan x 1 Juta = 5 Juta khan?. Belumlagi dalam ngeblog dia dapat kiriman dari Google Adsense yang tiap bulannya selalu dapat 1 - 3 Juta per bulannya. Semoga Yono dengan jabatan ini tidak jadi sombong, selalu merendah, bisa menyekolahkan anaknya hingga jenjang perkuliahan S1, S2, S3, S4 dan S .... S ... berikutnya... 

Bersambung ...

Nantikan cerita selanjutnya tentang pekerjaan Yono  ...



Silahkan baca juga : Cerita Orang Desa Mengadu Nasib Di Jakarta (2)


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar