Ayakan anyaman dari bambu diserbu pembeli.

Sampurasun ... Rampes..

Blog Mang Yono. Dulu waktu saya sekolah SMP sering membuat anyaman dari bambu seperti membuat boboko (bakul), nyiru (nampan), hihid (kipas), bilik (tirai), tusuk sate, ayakan (saringan), perkakas rumah tangga berbahan dasar bambu. 

Waktu itu saya kalau dirumah belajar dengan Kakek saya, kalau disekolah SMP ada Guru kerajinan saya yaitu Pak TONO. Tapi karena sudah lama gak membuat, akhirnya sedikit – demi sedikit saya lupa.

Ayakan anyaman dari bambu diserbu pembeli dari Dusun Gardu.
Ayakan anyaman dari bambu diserbu pembeli dari Dusun Gardu.

Silahkan baca Remis, Kijing untuk menyembuhkan penyakit kuning

Padahan kalau sekarang masih bisa membuatnya. Bisnis ini cukup cemerlang juga. Meskipun harganya rendah. Seperti ayakan di poto ini, sangat laku di warung Mertua saya, maklum mertua saya jualan diwarungnya apa saja, tergantung pesanan hehehe, harganya sekitar 20 – 25 Ribu, tergantung besar kecilnya. 
Cara menggunakan ayakan dari bambu untuk nyair remis. Diperagakan oleh model Nenek saya hehehe.

Di kampung saya bahan baku berupa bambu tak sulit karena masih banyak yang menanam bambu. Tapi pengrajinnya sangat sedikit.

Kenapa coba ayakan anyaman bambu didaerah saya sangat diminati dan laku?. Ya, jawabannya, karena masyarakat Dusun Gardu, setiap hari mengambil Remis di sungai dengan menggunakan ayakan. Meskipun air sungainya sepinggang masih bisa di ambil remis – remis tersebut dengan menggunakan ayakan dari bambu tersebut. 
Silahkan dipilih - pilih Ayakannya. Poto Nenek saya sedang milih ayakan dari bambu

Silahkan baca Istilah – istilah dalam menanam padi di sawah atau nyawah di kabupaten Subang.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar