Waspada pada si kecil jika musim hujan dan kemarau

Sampurasun ... Rampes.

Blog Mang Yono. Sebagai orang tua yang mempunyai anak atau balita dirumah. Pastinya akan sedih apabila buah hati Anda terserang sakit demam atau Flu . Apalagi kalau musim hujan anak-anak akan lebih mudah untuk terkena demam dan flu.

Kita sebagai orang tua harus lebih waspada jika musim hujan tiba atau musim kemarau tiba atau bahkan pada musim pancaroba, yaitu pergantian musim kemarau ke musim penghujan atau bahkan sebaliknya dari musim penghujan ke musim kemarau.

Waspada pada si kecil jika musim hujan dan kemarau
Waspada pada si kecil jika musim hujan dan kemarau

Jika sang flu sudah menyerang buah hati Kita, jangan dianggap sepele dengan membiarkan sembuh dalam beberapa hari, periksakan ke dokter dengan segera.  Seperti saya, anak sakit 1 - 2 hari tidak sembuh dengan obat tradisional buatan sendiri, langsung dah saya ajak Anak saya ( Gugum atau Gigin ) ke Dokter, walau gak punya uang sama sekali.

Kita semua pasti tau kalau diluar Rumah merasa tak nyaman dengan banyak debu yang berterbangan tersapu angin, apalagi di musim kemarau seperti sekarang.  Makanya anak – anak saya dilarang berlama – lama diluar Rumah, ya mengingat banyak debu yang terbang. Mulai jam 10 pagi sampai jam 17 harus didalam rumah titik. Hehehe. Tapi kadang kasihan juga ya sama si kecil, kalau di suruh diam didalam Rumah suka naik ke bangku dan melihat suasana di luar. 
Kadang suka kasihan kalau disuruh di dalam rumah terus.
Kadang suka kasihan kalau disuruh di dalam rumah terus. Tapi malah khawatir lagi kalau kesehatannya kenapa - napa

Baca : Si Anak Makannya Lahap Tapi Kok Kurus ya ?.

Kalau sudah terserang demam seringkali membuat panik orang tua. Makanya saya dirumah menyediakan   Termometer digital, karena alat ini menjadi alat wajib di rumah tangga sebagai alat objektif pengukur suhu. Alat ini karena pemakaiannya praktis, hasilnya cepat, harga terjangkau, dan tidak risiko pecah seperti termometer air raksa yang terbuat dari bahan kaca. Pengukuran suhu umumnya dilakukan di ketiak, sampai ada alarm termometer digital yang berbunyi ,
         
Cara tradisional yang masih diakui efektif untuk menurunkan demam adalah dengan mengompres anak dengan air hangat. Cara ini dilakukan paling mudah dengan mandi seka air hangat, yang bertujuan untuk membuka pembuluh darah, sehingga makin banyak darah bisa mengalir dan membawa panas badan dari dalam badan dan dibuang melalui permukaan kulit. Air dingin atau air es menyebabkan pembuluh darah dan pori - pori kulit menutup sehingga justru tidak dapat membuang panas. Kata yang anghi dalam kesehatan hehehe.

Baca : Cara Untuk Mengatasi Anak Supaya Tidak Ngompol

Kompres dingin hanya dilakukan pada demam karena PINGSAN, misalnya anak yang demam dan pingsan saat upacara bendera di siang bolong yang panas terik dengan ciri-ciri kulit kemerahan seperti udang rebus atau ayam bakar. 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar