Cerita saya anak gembala Kerbau

Sampurasun ... Rampes.

Blog Mang Yono. Seperti biasanya kehidupan di desa pada zaman dulu tahun 1980-an, kehidupan nya sangat tergantung dengan bertani dan memelihara ternak binatang seperti hal nya Kambing atau Kerbau dan sapi, tapi yang melihara tuyul, babi ngepet juga mungkin ada ya hahahah.

Kakek saya seorang Petani mempunyai sawah cukup luas, jadi sewajarnya memelihara dua ekor Kerbau, karena sangat bermanfaat dalam membantu pertanian, yaitu digunakan untuk membajak sawah. Maklum lah waktu itu belum ada Traktor seperti sekarang ini.

Saya anak gembala KerbauSaya anak gembala Kerbau. Poto by Aki Balangantrang.

Baca juga : Cerita Ingin Punya Anak Perempuan.


Ketika itu umur saya, sekitar 8 tahun dan sudah mendapat tugas untuk belajar menggembala kerbau pagi dan sore hari yang diajarkan oleh kakek. Tiap pagi jam 6 kerbau dikeluarkan dari kandangnya dan kerbau pun langsung lari keluar kandang, menghampiri rumput dan kerbau makan rumput dengan lahapnya, sampai sekitar matahari mulai terbit kerbau digiring ke kali untuk mandi, setelah selesai mandi saya giring kembali untuk pulang dan masuk kandang lagi.

Selama saya menggembala di sawah Kakek, saya dirumah bertugas membersihkan kandang dari kotoran kerbau dan memberi abu pada bekas kencing kerbau agar tanah dalam kandang bersih dan penyakit pada kabur. Setelah masuk kandang kerbau di beri makanan jerami kering dan saya langsung mandi dan sarapan pagi lalu pergi ke sekolah jalan kaki dengan jarak tempuh antara 500 Meter tanpa sepatu.... Heheheh.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar