Mitos Makan di Coet (tempat menyambal)

Sampurasun ... 

Mitos Makan di Coet (tempat menyambal)

MANGYONO.com – Sebelumnya saya sudah sering menuliskan tentang mitos yang ada, tapi gak apa khan saya menuliskan kembali tentang mitos ... Boleh ya?.

Mitos adalah suatu cerita tradisional mengenai peristiwa gaib dan kehidupan dewa-dewa. Istilah mitos (mythos) berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah “perkataan” atau “cerita”.
Saya sering mengalaminya seperti makan di coet atau tempat menyambal....
FOTO : Nguah reuceuh atau asinan di tempat nyambal.
FOTO : Nguah reuceuh atau asinan di tempat nyambal.


Jika seseorang sengaja makan ditempat bukan piring atau mangkuk, akan tetapi di wadah yang digukanakn untuk mengulek sambal (coet), maka dimitoskan berkaitan dengan pendapatan jodoh, yaitu jika laki-laki, maka jodohnya akan mendapatkan wanita yang sudah tua (nenek-nenek atau janda), walaupun laki-laki tersebut masih muda atau masih lajang. Dan kalu perempuan yang melakukannya, ini sebaliknya dia akan mendapatkan jodoh seorang kakek-kakek atau Duda.
 
“Ulah dahar na coet, ke meunangkeun rangda siah “ 

Begitu teguran para sepuh, pas saya makan di coet, kalau di artikan ke bahasa Indonesia mungkin seperti ini
 
“ Jangan makan di tempat nyambal, nanti dapet Janda” 

Dapet janda disini kalau yang makan di coet adalah laki – laki, kalau yang makannya perempuan, dapet duda katanya ....
 
Nah, kalau yang makan di coetnya itu Nenek – nenek atau Kakek – kakek mungkin sebaliknya ya ?. Dapet gadis atau bujang ... Hehehe.

Mungkin ini adalah teguran saja bagi yang melakukannya agar tidak menggunakan tempat itu, masa buat nyambel dipake piring makan, nanti naymbelnya pakai apa coba... apa mungkin karena tempat nyambelnya Cuma satu, terus orang tuanya mau pakae .... ah sudahlah ... yuk makan dulu sobat hehehe.

Baca juga : 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar