Skip to main content

Tengkulak enggan membeli Gabah Kering Panen

Sampurasun ... Rampes.

MANGYONO.com – Harga gabah di tingkat petani di Kabupaten Subang harganya tetep seperti bulan – bulan yang lalu. Mungkin karena panen raya masih ada di beberapa tempat yang menjadi penyebab harga gabah gak naik, bahkan kemungkinan turun bisa jadi.

Admin, petani di Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, memperkirakan, gabah kering Giling (GKG) saat ini dihargai Rp 4.800 per kilogram. Tapi tergantung bandar (tengkulak) yang membeli gabah dengan harga murah karena katanya sekarang di hampir semua daerah sedang panen sehingga harga tetep segitu – gitu aja.

Tengkulak enggan membeli Gabah Kering Panen
 Tengkulak enggan membeli Gabah Kering Panen

Bahkan panen padi sekarang ini, Para tengkulak enggan membeli Gabah Kering Panen ( GKP ), maunya membeli Gabah Kering Giling ( GKG ), padahal cuaca setiap harinya panas terus ... Tapi kadang juga hujan ding ... Hehehe. Ini sesuai yang dialami saya, ingin menjual gabah untuk modal tanam padi berikutnya sampai harus menjemur Gabah terlebih dahulu, kalau gak begitu saya gak punya modal untuk tanam padi berikutnya.

FOTO : Mengeringkan gabah untuk disimpan, dan dijual di musim paceklik ( bukan panen ).
FOTO : Mengeringkan gabah untuk disimpan, dan dijual di musim paceklik ( bukan panen ).

Karena itu, sebagian hasil panen sekarang ini lebih baik di keringkan terus disimpan dulu gabahnya. Asal untuk modal tanam padi ada, terus saya baru akan menjual gabah di saat musim paceklik (bukan panen), dengan pertimbangan harga gabah jauh lebih mahal dari sekarang.

FOTO : Persediaan di musim paceklik.
FOTO : Persediaan di musim paceklik. Sepertinya padi sebanyak ini gak akan habis bila untuk persediaan makan sampai musim panen yang akan datang ... Ya, kalau gak habis buat makan, ya sisanya dijual pas musim paceklik ... Heheh.

Tapi Cuma sedikit para petani yang melakukan seperti saya ini karena rata-rata petani butuh modal untuk kembali menanam padi. Kalau bukan dari hasil menjual gabah saat panen, ya mau dapat modal dari mana lagi.... Ampun Pamarentah ....

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar