Bibit Padi sudah disemai Petani Pagaden Barat, Subang gagal tanam padi.

Sampurasun ...

Bibit Padi sudah disemai Petani Pagaden Barat, Subang gagal tanam padi.

MANGYONO.com - Musim kemarau kering yang telah melanda pesawahan Blok Tegalsungsang telah menyebabkan para petani padi khususnya di Kecamatan Pagaden Barat gagal tanam akibat keringnya irigasi perairan dan belum tuntasnya proyek tanggul leuwi Nangka.

Bibit Padi sudah disemai Petani Pagaden Barat, Subang gagal tanam padi.
Bibit Padi sudah disemai Petani Pagaden Barat, Subang gagal tanam padi.


Selain itu, sesuai jadwal yang seharusnya pada September ini para petani padi di Kecamatan Pagaden Barat sudah memasuki musim tanam padi, namun dampak dari kondisi kemarau maka lahan persawahan di Tegalsungsang milik petani mengalami gagal tanam ke-3 ini.

Prediksi gagal tanam di lahan persawahan Tegalsungsang, sangat dirasakan dampaknya oleh petani setempat yakni menurunnya perekonomian.

Pasalnya, saat ini usia benih padi yang disemai oleh petani yang seharusnya sudah siap – siap ditanam sampai sekarang belum ditanam, karena kondisi sawah yang seharusnya sudah digenangi air, saat ini sebaliknya kering kerontang karena tak kunjung turun hujan dan sungaipun kering.  

 Sawah admin di Blok Tegalsungsang, Pagaden Barat
 Sawah admin di Blok Tegalsungsang, Pagaden Barat

Ya, tahun ini para petani akan gagal tanam di Tegalsungsang, Pagaden Barat, Subang. Pasalnya, benih padi saat ini sudah terlanjur disemai, dan dipastikan tak akan bias ditanam di Tegalsungsang  berhubung kondisi cuaca begitu ekstrim, dari mulai benih disemaikan sampai sekarang hujan tak juga turun dan sungai yang bersumber dari Tanggul Leuwinangka kering… Padahal sudah dibuat tanggul sementar.

Akibatnya tak bisa dilaksanakan musim tanam tahun ini, saat ini usia benih sudah diperkirakan berusia sekitar 3 pekan yang masih dalam “pawinbian”  bedengan penyemaian. Sedangkanl, usia maksimal bibit wajib tanam idealnya usia 25 harian.  

Pengairan bibit padi di penyemaian menggunakan pompa yang sumber airnya minim
 Pengairan bibit padi di penyemaian menggunakan pompa yang sumber airnya minim

Jika kondisi cuaca seperti ini tanpa hujan dan proyek tanggul Leuwinangka belum beroprasi hingga berlanjut sampai satu bulan ke depan, maka sudah dipastikan gagal tanam dan petani cuma bias ngelus dada. Pasalnya, sudah dipastikan bibit padi yang sekarang tidak bisa dipakai, karena berpengaruh terhadap hasil panen nantinya.

Dengan terjadinya gagal tanam, maka akan berdampak terhadap perubahan atau pergeseran musim tanam di musim berikutnya… Untuk itu saya akan menanam bibit padi ini di sawah yang baru seminggu dipanen, yaitu di Bakan Bandung, Dusun Gardu, Pagaden Barat.

Karena terlanjur benih padi sudah disemai akhirnya banyak petani yang nekat menanam padi dengan bantuan pompa air yang sumber airnya dari sungai ciasem dan posisi sungainya dibawah sana.

Ironis nasib petani di negeri agraris... Padahal Subang termasuk lumbung padi 



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar