Petani Mulai Turun Kesawah. Musim Tanam Ke-2 di Pagaden Barat, Subang Telah Tiba

Petani Mulai Turun Kesawah. Musim Tanam Ke-2 di Pagaden Barat, Subang Telah Tiba.

Setelah musim panen Padi Ketan Grendel berlalu tibalah saatnya petani mulai sibuk untuk persiapan musim tanam padi kembali, mulai dari menebar benih sebagai persiapan awal untuk mengawali ikhtiar menjaga kelangsungan hidup mereka bersama keluarga. 

Seperti yang dilakukan sebuah keluarga kecil didusun Gardu, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Adalah Yono bersama istri Nelis menjalani aktifitas sehari hari sebagai seorang petani.

Petani Mulai Turun Kesawah. Musim Tanam Ke-2 di Pagaden Barat, Subang Telah Tiba
Petani Mulai Turun Kesawah. Musim Tanam Ke-2 di Pagaden Barat, Subang Telah Tiba. 
Sawah di Cibandung, Dusun Gardu, Des. Bendungan, Kec. Pagaden Barat, Subang ini musim tanam padi dilakukan 3 kali dalam setahun.

Bermodalkan 300 bata sawah yang merupakan jerih payah keluarganya, pria 38 tahun dengan 2 orang anak itu terbilang "Ngeureuyeuh Nikreuh" dalam menjalankan profesinya sebagai seorang petani dan kuli, dari pertengahan bulan Mei ini Yono sudah mulai terlihat agak sibuk karena sedang menyiapkan lahan miliknya untuk menanam padi, rencananya hari ini Minggu  22 Mei 2016 dia akan melakukan "ngabaladah" memulai mengolah sawah dengancara merobohkan jerami / pohon padi menggunakan traktor. Tujuan dari pohon padi yang dirobohkan agar menjadi busuk dan menjadi pupuk bagi tanaman padi berikutnya, terus mempersiapkan segala sesuatu seperti menyemai benih.


Tidak semua rangkaian pekerjaan itu dikerjakan sendiri bersama istri karena dari awal Yono memanfaatkan jasa buruh tani yang ada dikampungnya. Seperti untuk mengolah tanah dan membajak dia mempercayakan pekerjaan itu kepada tetangganya Sadewi yang mempunyai traktor, dengan upah 180 ribu rupiah per 100 bata sawah Sadewi membutuhkan waktu hanya dua hari untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Ini pematang yang sudah di "tampingan" dan sawahnya sudah di baladah.
Ini pematang yang sudah di "tampingan" dan 
sawahnya sudah di baladah.

 

Baca : Istilah – istilah dalam menanam padi di sawah atau nyawah di kabupaten Subang.


“Menjadi seorang petani adalah profesi yang sangat menyenangkan karena disamping penghasilan yang bisa menopang perekonomian keluarga juga waktu serta management kita yang ngatur sendiri. Jauh lebih nikmat ketimbang menjadi kuli karena saat ini juga saya bekerja jadi karyawan disebuah perusahaan swasta.” Ungkap Yono saat bercerita tentang kehidupannya.

Mang Sadwi sedang "ngabaladah" menggunakan traktor
Mang Sadwi sedang "ngabaladah" menggunakan traktor

Dari hari minggu kemarin  dia sudah tampak sibuk karena dari pagi hingga sore menjelang terbenam matahari Yono terlihat tidak beranjak dari hamparan sawahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari tempat tinggalnya, sementara istrinya Nelis dirumah sibuk menyiapkan makanan buat suami dan buruh tani yang berjumlah 6 orang yang akan membantunya nampingan, mopok galeng dan membuat "pawinian" persemaian benih, untuk padi yang akan disemai musim ini Yono semai padi ketan Grendel semua

Sekitar jam 9 pagi dari kejauhan terlihat Nelis datang menyusuri pematang sawah dengan membawa bakul berisi makanan untuk makan. Menurut Anaknya Yono "Gugum" yang ikut dengan ibunya, makan bersama disawah terasa sungguh sangat nikmat, meski hanya dengan lauk seadanya seperti sayur urap, tempe goreng dan sambel ikan teri namun terasa begitu enak dan ditambah lagi hembusan angin sejuk pedesaan.


"Pawinian" tempat penyemaian benih. Yang di semai ini adalah benih padi ketan
"Pawinian" tempat penyemaian benih.  
Yang di semai ini adalah benih padi ketan Grendel semua. 
Ini bibit padi sudah berumur 6 hari sampai dengan tanggal 22 Mei 2016 yang lalu.

Aktivitas dengan suasana seperti inilah yang sangat diresapi dan dinikamati oleh Yono serta istrinya sebagai seorang petani. Dan mereka juga sangat berharap bisa menyekolahkan kedua buah hati mereka sampai perguruan tinggi dari hasi menjadi seorang petani..... Amiin. 



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar