logo blog
Selamat Datang Di Blog Mang Yono
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,
Blog Mang Yono adalah Blog Pribadi yang menulis tentang Cerita dan pengalaman Mang Yono serta Artikel dan Budaya.
Semoga apa yang saya tulis di Blog ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Makna dan tujuan Ruwatan Bumi

Sampurasun... Rampes...

MANGYONO.com - Makna dan tujuan Ruwatan Bumi

Ruwatan adalah budaya masyarakat Jawa pada umumnya, Ruwatan menurut bahasa setempat mengandung arti “ruwat” yang berarti “luwar” atau “leupas” sedangkan “bumi" mengandung arti tanah yaitu tempat dimana kita berpijak. Ruwatan Bumi ini dengan tujuan memohon kepada sang pencipta, untuk di selamatkan dalam diri, usaha, pertanian dan lain sebagainya dari serangan orang yang jahat, dari berbagai penyakit dan hama untuk segala usaha pertaniannya. Dan rasa syukur atas hasil pertanian yang didapat. Baca Ruwatan Bumi di Dusun Gardu, Pagaden Barat, Subang

Cerita wayang Muerwakala "Bethara Kala" di bawakan oleh dalang Ruwat
 Ruwatan Bumi di Dusun Gardu, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Subang. Cerita wayang Muerwakala "Bethara Kala" di bawakan oleh dalang Ruwat

Sesuai dalam cerita pewayangan, Bethara Kala masuk dalam level kadewatan. Apalagi ia memang anak dari Bethara Guru dengan kata lain ia adalah cucu bangsa kadewatan. Ia hidup di dimensi bumi tidak lain untuk mengkonstribusi dalam tata keseimbangan kosmos. Walaupun Bethara Kala adalah Ratu yang hangratoni jagad lelembut jin tetapi ia sangat bijaksana. Ia disiplin, patuh dan loyal terhadap wewaler dan paugeran. 

Hukum alam khususnya di wilayah Nusantara. Ia tidak akan sembarangan “memangsa” (nasib) bangsa manusia yang bukan termasuk dalam kategori sengkolo-sukerto. Bagi yang belum memahaminya, Bethara Kala seolah makhluk jahat pemangsa (nasib) bangsa manusia. Namun jika kita berfikir lebih kritis dan bijaksana, Bethara Kala sebenarnya hanya menjalankan tugas sesuai dengan hukum alam. Ia bukanlah pelanggar hukum alam. Jika kita melanggarnya, maka alam semesta melalui unsur-unsurnya dan kehidupan lainnya akan menghakimi kita. Itu pula disebut sebagai hukum  sebab akibat atau karma.

Dalam menggelar pentas wayang kulit yang melakonkan tentang ruwatan itu sendiri. Sang dalang dalam menampilkan pagelarannya menyajikan salah satu dari beberapa jenis lakon. Misalnya lakon murwakala. Menurut dalang ruwat, tidak sembarangan dalang yang bisa meruat... Dalang ruwat itu harus dari turunan dalang... Ayahnya turunan dalang dan ibunya pun turunan dalang, dua – duanya turunan dalang... Meskipun sang dalang pintar memainkan wayang / wayang golek pandai membawakan cerita pewayangan... Kalau bukan dari turunan dalang dari ayah ibunya dalang tersebut tidak boleh meruwat. Kalau ini dilanggar sang dalang tersebut akan mendapatkan karma. Begitu juga yang menonton tidak dierbolehkan pulang sebelum acara ruwatan selesai.. Orang hamil pun dilarang menonton ruwatan.

Ruwatan Bumi di Dusun Gardu. Dalang Ruwat mulai meruwat
Ruwatan Bumi di Dusun Gardu. Dalang Ruwat mulai meruwat


Ruwatan Untuk Desa atau Wilayah Yang Luas... Dilakukan dengan pagelaran pewayangan  yang membawakan lakon Murwa Kala dan dilakukan oleh dalang khusus memiliki kemampuan dalam bidang ruwatan. Ruwat bumi adalah ruwatan paling besar dan berat. Tidak setiap dalang kuat melakukan pangruwatan bumi. Ragam sesaji dan uborampe sangat beragam dan tidak boleh ada yang terlewatkan satu pun. Walaupun sesaji dan uborampenya lengkap, dalangnya pun harus benar-benar dalang pinilih, dalang yang kuat secara batin, dan ilmu spiritualnya mencapai kesadaran kosmologis.  Sebab jika tidak kuat resikonya adalah muntah darah atau bahkan mati karena tidak kuat saat Bethara Kala hadir dan merasuk ke dalam diri ki dalang.  

Ruwatan Kegiatan gelar budaya ruwatan tidak sekedar latah, namun di dalamnya terkandung nilai sosial, edukatif, rasa kebersamaan dalam banyak ragam perbedaan. Dan pemberdayaan terhadap nilai-nilai potensi sumberdaya, kreatifitas manusia serta ikut melestarikan budaya bangsa khususnya budaya Ruwatan. Ruwatan mengandung makna mengevaluasi diri atas segala kesalahan yang disadari maupun tidak disadari di masa yang telah lalu. 

Baca juga :  
Upacara Ruwatan Bumi di Kampung Gardu 2, Pagaden Barat, Subang 
Tradisi Ruwatan Bumi di Kabupaten Subang Jawa Barat 
Arak - arakan / karnaval hasil bumi Ruwatan Bumi di Dusun Gardu, Subang
Ruwatan Bumi di Dusun Gardu, Pagaden Barat, Subang


Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Mang Yono,..... "Anda Berminat menulis di Blog Mang Yono?. Punya pengalaman unik, menarik, curahan hati. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: blogmangyono@gmail.com atau Contact Us
Enter your email address to get update from Mang Yono.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

kalo petik laut maknanya sama ya mang yon....

Balas

Silahkan berkomentar... Nanti akan saya kunjungi balik

Copyright © 2013. Blog Mang Yono - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger